
PEKANBARU-Pergantian pucuk pimpinan Polda Riau membawa nama Irjen Pol Arman Achdiat ke Bumi Lancang Kuning. Perwira tinggi Polri tersebut dipercaya menduduki jabatan Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Herry Heryawan.
Penunjukan Arman tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Bersamaan dengan penugasan tersebut, Arman juga mendapat kenaikan pangkat dari Brigadir Jenderal menjadi Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua.
Menariknya, perjalanan Arman menuju kursi Kapolda Riau tidak dibangun dari satu bidang kepolisian saja. Selama kariernya, ia bersentuhan dengan tugas lalu lintas, reserse, kewilayahan hingga intelijen.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 itu lahir di Kabupaten Bogor pada 20 Desember 1970. Karier awalnya dimulai dengan penugasan di wilayah Kepulauan Riau. Setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Arman kemudian menjalani sejumlah penugasan di Polda Metro Jaya.
Di wilayah ibu kota, ia pernah dipercaya sebagai Kapolsek Tanjung Duren dan Kapolsek Penjaringan. Ia juga pernah menjadi Sespri Kapolda Metro Jaya serta Kasi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya.
Dari lalu lintas, Arman kemudian memperluas pengalaman ke dunia reserse. Ia dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung sebelum kemudian memimpin Polres Sumedang sebagai Kapolres.
Saat berada di Sumedang, salah satu tantangan yang dihadapi berkaitan dengan lalu lintas jalur Bandung-Cirebon, termasuk kawasan Cadas Pangeran. Kondisi jalan yang berliku membuat pengaturan dan rekayasa lalu lintas menjadi bagian penting dari tugasnya.
Setelah itu, Arman dipercaya memimpin Polres Karawang. Pengalaman tersebut memperkaya rekam jejaknya dalam memimpin satuan kewilayahan sekaligus menangani dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bidang lalu lintas kemudian kembali menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Pada 2017 hingga 2018, Arman menjabat Dirlantas Polda Nusa Tenggara Barat. Saat itu, ia menghadapi tantangan pengaturan lalu lintas setelah gempa bumi melanda Lombok.
Pada 2020, Arman mendapat kepercayaan sebagai Dirlantas Polda Jawa Tengah. Namun pada tahun yang sama, ia ditarik ke Korlantas Polri untuk menduduki jabatan Kasubdit Dikmas Ditkamsel.
Pengalaman Arman kemudian memasuki ranah yang berbeda. Pada 31 Januari 2025, ia dipercaya sebagai perwira tinggi Korlantas Polri dengan penugasan khusus di Badan Intelijen Negara (BIN).
Kini, seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal Arman untuk memimpin Polda Riau. Tantangan di Riau pun cukup beragam, mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, lalu lintas, hingga persoalan lingkungan dan konflik sosial.
Dengan latar belakang lintas bidang tersebut, kepemimpinan Arman Achdiat di Polda Riau menjadi babak baru dalam perjalanan panjang kariernya di institusi Polri.(*)




PEKANBARU-Pergantian pucuk pimpinan Polda Riau membawa nama Irjen Pol Arman Achdiat ke Bumi Lancang Kuning. Perwira tinggi Polri tersebut dipercaya menduduki jabatan Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Herry Heryawan.
Penunjukan Arman tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Bersamaan dengan penugasan tersebut, Arman juga mendapat kenaikan pangkat dari Brigadir Jenderal menjadi Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua.
Menariknya, perjalanan Arman menuju kursi Kapolda Riau tidak dibangun dari satu bidang kepolisian saja. Selama kariernya, ia bersentuhan dengan tugas lalu lintas, reserse, kewilayahan hingga intelijen.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 itu lahir di Kabupaten Bogor pada 20 Desember 1970. Karier awalnya dimulai dengan penugasan di wilayah Kepulauan Riau. Setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Arman kemudian menjalani sejumlah penugasan di Polda Metro Jaya.
Di wilayah ibu kota, ia pernah dipercaya sebagai Kapolsek Tanjung Duren dan Kapolsek Penjaringan. Ia juga pernah menjadi Sespri Kapolda Metro Jaya serta Kasi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya.
Dari lalu lintas, Arman kemudian memperluas pengalaman ke dunia reserse. Ia dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung sebelum kemudian memimpin Polres Sumedang sebagai Kapolres.
Saat berada di Sumedang, salah satu tantangan yang dihadapi berkaitan dengan lalu lintas jalur Bandung-Cirebon, termasuk kawasan Cadas Pangeran. Kondisi jalan yang berliku membuat pengaturan dan rekayasa lalu lintas menjadi bagian penting dari tugasnya.
Setelah itu, Arman dipercaya memimpin Polres Karawang. Pengalaman tersebut memperkaya rekam jejaknya dalam memimpin satuan kewilayahan sekaligus menangani dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bidang lalu lintas kemudian kembali menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Pada 2017 hingga 2018, Arman menjabat Dirlantas Polda Nusa Tenggara Barat. Saat itu, ia menghadapi tantangan pengaturan lalu lintas setelah gempa bumi melanda Lombok.
Pada 2020, Arman mendapat kepercayaan sebagai Dirlantas Polda Jawa Tengah. Namun pada tahun yang sama, ia ditarik ke Korlantas Polri untuk menduduki jabatan Kasubdit Dikmas Ditkamsel.
Pengalaman Arman kemudian memasuki ranah yang berbeda. Pada 31 Januari 2025, ia dipercaya sebagai perwira tinggi Korlantas Polri dengan penugasan khusus di Badan Intelijen Negara (BIN).
Kini, seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal Arman untuk memimpin Polda Riau. Tantangan di Riau pun cukup beragam, mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, lalu lintas, hingga persoalan lingkungan dan konflik sosial.
Dengan latar belakang lintas bidang tersebut, kepemimpinan Arman Achdiat di Polda Riau menjadi babak baru dalam perjalanan panjang kariernya di institusi Polri.(*)