logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua Hari
Aktivitas pendidikan, Selasa (6/10/2026) kembali berlangsung di rumah akibat memburuknya udara di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua Hari
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 6 Oktober 2026 | 06:05:34

PEKANBARU-Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali merosot masuk kategori sangat tidak sehat, Senin (5/10/2026) malam. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali disesuaikan.

Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan pembelajaran bagi peserta didik dilakukan dari rumah selama dua hari, Selasa (6/10/2026) dan Rabu (7/10/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kondisi udara berada pada level merah atau kategori sangat tidak sehat.

iklan-view

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, perubahan pola pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi udara dan keselamatan peserta didik.

Dikatakan, sekolah tidak hanya mengandalkan pembelajaran secara daring. Guru juga dapat memberikan modul serta penugasan yang dikerjakan siswa dari rumah.

"Kualitas udara terpantau pada kategori sangat tidak sehat, maka kegiatan pembelajaran jarak jauh kembali dilaksanakan selama dua hari," kata Abdul Jamal, Senin malam.

Kebijakan tersebut berlaku untuk satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Untuk sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lainnya juga diimbau menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi udara.

Pertimbangkan Kesehatan Siswa
Perubahan kegiatan belajar bukan semata soal proses pendidikan. Kondisi udara yang memburuk membuat faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik ikut menjadi perhatian.

Abdul Jamal meminta seluruh sekolah memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas pembelajaran berikutnya.

Peserta didik juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

"Kami imbau para peserta didik tetap menjaga kesehatan dengan mengenakan masker," ujarnya.

Pemko Pekanbaru berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan belajar tatap muka dapat kembali berlangsung normal. Untuk sementara, proses pendidikan tetap berjalan dari rumah sembari pemerintah memantau perkembangan kualitas udara. (trp)

Home / News
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua Hari
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 6 Oktober 2026 | 06:05:34
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua Hari
Aktivitas pendidikan, Selasa (6/10/2026) kembali berlangsung di rumah akibat memburuknya udara di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali merosot masuk kategori sangat tidak sehat, Senin (5/10/2026) malam. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali disesuaikan.

Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan pembelajaran bagi peserta didik dilakukan dari rumah selama dua hari, Selasa (6/10/2026) dan Rabu (7/10/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kondisi udara berada pada level merah atau kategori sangat tidak sehat.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, perubahan pola pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi udara dan keselamatan peserta didik.

Dikatakan, sekolah tidak hanya mengandalkan pembelajaran secara daring. Guru juga dapat memberikan modul serta penugasan yang dikerjakan siswa dari rumah.

"Kualitas udara terpantau pada kategori sangat tidak sehat, maka kegiatan pembelajaran jarak jauh kembali dilaksanakan selama dua hari," kata Abdul Jamal, Senin malam.

Kebijakan tersebut berlaku untuk satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Untuk sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lainnya juga diimbau menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi udara.

Pertimbangkan Kesehatan Siswa
Perubahan kegiatan belajar bukan semata soal proses pendidikan. Kondisi udara yang memburuk membuat faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik ikut menjadi perhatian.

Abdul Jamal meminta seluruh sekolah memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas pembelajaran berikutnya.

Peserta didik juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

"Kami imbau para peserta didik tetap menjaga kesehatan dengan mengenakan masker," ujarnya.

Pemko Pekanbaru berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan belajar tatap muka dapat kembali berlangsung normal. Untuk sementara, proses pendidikan tetap berjalan dari rumah sembari pemerintah memantau perkembangan kualitas udara. (trp)