
PEKANBARU - Perbaikan infrastruktur di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil. Hingga Oktober 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah merealisasikan pengaspalan sepanjang 34 kilometer yang tersebar di 22 ruas jalan.
Capaian tersebut setara lebih dari 60 persen dari target pengaspalan dan overlay jalan sepanjang 55 kilometer yang ditetapkan Pemko Pekanbaru untuk tahun 2026.

Progres ini mendapat apresiasi sekaligus dukungan dari Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru. Namun, dukungan tersebut dibarengi pesan agar pemerintah tidak sekadar mengejar capaian kuantitatif, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, mengatakan program perbaikan jalan dan drainase merupakan pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Kami pastinya, khususnya Fraksi Golkar, mensupport program Pemko yang langsung bersentuhan dengan masyarakat banyak ini. Tentu kita harapkan, target pembangunan jalan dan drainase ini selesai sesuai target,” kata Roni, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan data Dinas PUPR Pekanbaru, realisasi pengaspalan hingga Oktober telah mencapai 34 kilometer pada 22 ruas jalan. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 21 kilometer lagi yang harus dituntaskan untuk memenuhi target 55 kilometer sepanjang tahun ini.
Bagi masyarakat, perbaikan jalan bukan hanya menyangkut permukaan aspal yang lebih mulus. Infrastruktur jalan yang baik menjadi salah satu penunjang kelancaran mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga akses terhadap berbagai fasilitas pelayanan publik.
Karena itu, Fraksi Golkar mendorong Pemko Pekanbaru terus mempercepat pekerjaan yang masih tersisa agar target pembangunan dapat direalisasikan sesuai rencana.
Namun, Roni mengingatkan agar percepatan pekerjaan tidak membuat aspek kualitas terabaikan.
Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas PUPR dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), harus memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis serta diawasi secara ketat.
“Namun kami tekankan, pengawasan juga sangat penting untuk memastikan hasil pembangunan bisa bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Enam Ruas Drainase Dibenahi
Perbaikan infrastruktur Pemko Pekanbaru tidak hanya menyasar badan jalan. Sistem drainase di sejumlah kawasan juga menjadi perhatian untuk mendukung penataan infrastruktur perkotaan.
Sedikitnya enam ruas jalan masuk dalam program pembenahan drainase, yakni Jalan Darma Bakti, Jalan Paus, Jalan Suka Karya, Jalan Srikandi, Jalan Teratai, dan Jalan Embun Pagi.
Pembenahan drainase dinilai penting karena kondisi jalan dan sistem pengelolaan air merupakan dua infrastruktur yang saling berkaitan. Jalan yang telah diperbaiki akan lebih optimal manfaatnya jika didukung drainase yang mampu mengalirkan air dengan baik.
Apalagi, persoalan genangan dan banjir masih menjadi salah satu tantangan infrastruktur yang dihadapi masyarakat di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru.
Karena itu, pembenahan jalan dan drainase diharapkan tidak dilakukan secara parsial, melainkan menjadi bagian dari penataan infrastruktur kota yang terintegrasi.
Kejar Target, Kualitas Tetap Utama
Roni menegaskan Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru tetap mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Namun, keberhasilan pembangunan menurutnya tidak cukup hanya diukur dari berapa kilometer jalan yang berhasil diaspal maupun berapa panjang drainase yang telah dibangun.
“Yang paling penting bagaimana hasil pembangunan tersebut benar-benar berkualitas dan bisa bertahan lama,” katanya.
Ia berharap Pemko Pekanbaru dapat menjaga momentum percepatan pembangunan hingga seluruh target tahun 2026 terealisasi, dengan tetap memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.
Dengan realisasi 34 kilometer dari target 55 kilometer, Pemko Pekanbaru masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan sekitar 21 kilometer jalan yang menjadi sasaran perbaikan.
Tantangannya kini bukan hanya mengejar sisa target tersebut, tetapi memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun maupun setiap drainase yang dibenahi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sebab, bagi warga Pekanbaru, pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal angka capaian proyek, melainkan tentang jalan yang nyaman dilalui, mobilitas yang lebih lancar, serta lingkungan perkotaan yang semakin aman dari persoalan genangan dan banjir. (why)




PEKANBARU - Perbaikan infrastruktur di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil. Hingga Oktober 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah merealisasikan pengaspalan sepanjang 34 kilometer yang tersebar di 22 ruas jalan.
Capaian tersebut setara lebih dari 60 persen dari target pengaspalan dan overlay jalan sepanjang 55 kilometer yang ditetapkan Pemko Pekanbaru untuk tahun 2026.
Progres ini mendapat apresiasi sekaligus dukungan dari Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru. Namun, dukungan tersebut dibarengi pesan agar pemerintah tidak sekadar mengejar capaian kuantitatif, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, mengatakan program perbaikan jalan dan drainase merupakan pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Kami pastinya, khususnya Fraksi Golkar, mensupport program Pemko yang langsung bersentuhan dengan masyarakat banyak ini. Tentu kita harapkan, target pembangunan jalan dan drainase ini selesai sesuai target,” kata Roni, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan data Dinas PUPR Pekanbaru, realisasi pengaspalan hingga Oktober telah mencapai 34 kilometer pada 22 ruas jalan. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 21 kilometer lagi yang harus dituntaskan untuk memenuhi target 55 kilometer sepanjang tahun ini.
Bagi masyarakat, perbaikan jalan bukan hanya menyangkut permukaan aspal yang lebih mulus. Infrastruktur jalan yang baik menjadi salah satu penunjang kelancaran mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga akses terhadap berbagai fasilitas pelayanan publik.
Karena itu, Fraksi Golkar mendorong Pemko Pekanbaru terus mempercepat pekerjaan yang masih tersisa agar target pembangunan dapat direalisasikan sesuai rencana.
Namun, Roni mengingatkan agar percepatan pekerjaan tidak membuat aspek kualitas terabaikan.
Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas PUPR dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), harus memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis serta diawasi secara ketat.
“Namun kami tekankan, pengawasan juga sangat penting untuk memastikan hasil pembangunan bisa bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Enam Ruas Drainase Dibenahi
Perbaikan infrastruktur Pemko Pekanbaru tidak hanya menyasar badan jalan. Sistem drainase di sejumlah kawasan juga menjadi perhatian untuk mendukung penataan infrastruktur perkotaan.
Sedikitnya enam ruas jalan masuk dalam program pembenahan drainase, yakni Jalan Darma Bakti, Jalan Paus, Jalan Suka Karya, Jalan Srikandi, Jalan Teratai, dan Jalan Embun Pagi.
Pembenahan drainase dinilai penting karena kondisi jalan dan sistem pengelolaan air merupakan dua infrastruktur yang saling berkaitan. Jalan yang telah diperbaiki akan lebih optimal manfaatnya jika didukung drainase yang mampu mengalirkan air dengan baik.
Apalagi, persoalan genangan dan banjir masih menjadi salah satu tantangan infrastruktur yang dihadapi masyarakat di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru.
Karena itu, pembenahan jalan dan drainase diharapkan tidak dilakukan secara parsial, melainkan menjadi bagian dari penataan infrastruktur kota yang terintegrasi.
Kejar Target, Kualitas Tetap Utama
Roni menegaskan Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru tetap mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Namun, keberhasilan pembangunan menurutnya tidak cukup hanya diukur dari berapa kilometer jalan yang berhasil diaspal maupun berapa panjang drainase yang telah dibangun.
“Yang paling penting bagaimana hasil pembangunan tersebut benar-benar berkualitas dan bisa bertahan lama,” katanya.
Ia berharap Pemko Pekanbaru dapat menjaga momentum percepatan pembangunan hingga seluruh target tahun 2026 terealisasi, dengan tetap memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.
Dengan realisasi 34 kilometer dari target 55 kilometer, Pemko Pekanbaru masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan sekitar 21 kilometer jalan yang menjadi sasaran perbaikan.
Tantangannya kini bukan hanya mengejar sisa target tersebut, tetapi memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun maupun setiap drainase yang dibenahi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sebab, bagi warga Pekanbaru, pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal angka capaian proyek, melainkan tentang jalan yang nyaman dilalui, mobilitas yang lebih lancar, serta lingkungan perkotaan yang semakin aman dari persoalan genangan dan banjir. (why)