logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Harga Cabai Merah di Pekanbaru Melonjak, Tembus Rp105 Ribu per Kilogram
Pedagang cabe dan sembako di Pasar Agus Salim, Pekanbaru (foto:wahyu falatehan Pekanbarutv)
Harga Cabai Merah di Pekanbaru Melonjak, Tembus Rp105 Ribu per Kilogram
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 5 Oktober 2026 | 15:10:16

PEKANBARU-Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru mengalami kenaikan cukup tajam dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Berdasarkan pantauan di Pasar Agus Salim, Pekanbaru, Senin (5/10/2026), harga cabai merah berada pada kisaran Rp90.000 hingga Rp105.000 per kilogram.

Cabai merah asal Jawa dan Medan kini dijual sekitar Rp90.000 per kilogram. Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp60.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah asal Bukittinggi, Sumatera Barat, menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi. Harganya mencapai Rp105.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Pedagang Pasar Agus Salim, Yolanda, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar satu pekan terakhir. Kenaikan terjadi secara bertahap hingga akhirnya harga menembus angka Rp100.000 per kilogram.

Menurutnya, salah satu penyebab kenaikan harga tersebut diduga karena pasokan cabai dari daerah penghasil berkurang. Kondisi itu disebut berkaitan dengan banyaknya petani yang mengalami gagal panen.

"Naiknya mulai sekitar seminggu ini. Bertahap naiknya," kata Yolanda.

Tak hanya cabai merah, harga cabai rawit merah atau yang dikenal masyarakat sebagai cabai setan juga mengalami peningkatan. Cabai rawit merah asal Jawa kini dijual sekitar Rp100.000 per kilogram.

Padahal, sebelumnya harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp60.000 per kilogram. Kenaikan ini turut menambah beban masyarakat yang sehari-hari membutuhkan cabai untuk kebutuhan rumah tangga.

Salah seorang pembeli, Fatimah, mengaku kenaikan harga cabai membuat pengeluaran belanja hariannya ikut bertambah. Ia berharap harga kebutuhan pokok kembali stabil sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.

"Susah lah kita jadinya, penghasilan kita satu hari berapa," keluhnya.

Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga komoditas pangan, khususnya cabai yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

Dengan kondisi harga yang terus meningkat, masyarakat kini berharap pasokan dari daerah penghasil kembali normal sehingga harga cabai dapat berangsur turun dan terjangkau.(*) 

Home / Ekonomi
Harga Cabai Merah di Pekanbaru Melonjak, Tembus Rp105 Ribu per Kilogram
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 5 Oktober 2026 | 15:10:16
Harga Cabai Merah di Pekanbaru Melonjak, Tembus Rp105 Ribu per Kilogram
Pedagang cabe dan sembako di Pasar Agus Salim, Pekanbaru (foto:wahyu falatehan Pekanbarutv)

PEKANBARU-Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru mengalami kenaikan cukup tajam dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Berdasarkan pantauan di Pasar Agus Salim, Pekanbaru, Senin (5/10/2026), harga cabai merah berada pada kisaran Rp90.000 hingga Rp105.000 per kilogram.

Cabai merah asal Jawa dan Medan kini dijual sekitar Rp90.000 per kilogram. Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp60.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah asal Bukittinggi, Sumatera Barat, menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi. Harganya mencapai Rp105.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Pedagang Pasar Agus Salim, Yolanda, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar satu pekan terakhir. Kenaikan terjadi secara bertahap hingga akhirnya harga menembus angka Rp100.000 per kilogram.

Menurutnya, salah satu penyebab kenaikan harga tersebut diduga karena pasokan cabai dari daerah penghasil berkurang. Kondisi itu disebut berkaitan dengan banyaknya petani yang mengalami gagal panen.

"Naiknya mulai sekitar seminggu ini. Bertahap naiknya," kata Yolanda.

Tak hanya cabai merah, harga cabai rawit merah atau yang dikenal masyarakat sebagai cabai setan juga mengalami peningkatan. Cabai rawit merah asal Jawa kini dijual sekitar Rp100.000 per kilogram.

Padahal, sebelumnya harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp60.000 per kilogram. Kenaikan ini turut menambah beban masyarakat yang sehari-hari membutuhkan cabai untuk kebutuhan rumah tangga.

Salah seorang pembeli, Fatimah, mengaku kenaikan harga cabai membuat pengeluaran belanja hariannya ikut bertambah. Ia berharap harga kebutuhan pokok kembali stabil sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.

"Susah lah kita jadinya, penghasilan kita satu hari berapa," keluhnya.

Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga komoditas pangan, khususnya cabai yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

Dengan kondisi harga yang terus meningkat, masyarakat kini berharap pasokan dari daerah penghasil kembali normal sehingga harga cabai dapat berangsur turun dan terjangkau.(*)