logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Kuansing
Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari
Akal imitasi
Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 5 Oktober 2026 | 19:07:17

KUANSING-Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  menyusul kondisi udara yang masih terdampak kabut asap.

Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, 6-7 Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap siswa di tengah kualitas udara yang dinilai belum aman untuk aktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, H Herizon, mengatakan kebijakan PJJ ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor 400.3.1/Disdikpora/2026/1359 tertanggal 5 Oktober 2026.

"Pelaksanaan PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu," ujar Herizon.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Koordinator Wilayah Pendidikan, pengawas, serta kepala satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Kuansing.

Selama PJJ berlangsung, para siswa diminta tidak datang ke sekolah. Mereka juga diimbau tidak melakukan aktivitas di luar rumah yang membuat mereka harus berada di ruang terbuka.

Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Proses pembelajaran dapat dilakukan secara daring dari sekolah maupun lokasi yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker.

Herizon menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih terdampak kabut asap.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Dari laporan OPD terkait, kondisi asap memang masih pekat dan udara tidak sehat," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah terkendali.

Menurutnya, titik-titik karhutla yang sebelumnya terpantau menyala telah dilaporkan padam. Hujan juga mulai turun di sejumlah wilayah Riau.

"Riau saat ini sudah nihil karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau," kata Edy.

Meski demikian, kabut asap masih terlihat di sejumlah daerah. Kondisi tersebut diduga bukan berasal dari karhutla di Riau, melainkan asap kiriman dari provinsi tetangga.

Edy menyebut Sumatera Selatan (Sumsel) masih terdapat sejumlah titik api. Asap dari wilayah tersebut diduga terbawa angin hingga masuk ke wilayah Riau.

"Asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api," ujarnya.(*) 

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 5 Oktober 2026 | 19:07:17
Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari
Akal imitasi

KUANSING-Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  menyusul kondisi udara yang masih terdampak kabut asap.

Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, 6-7 Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap siswa di tengah kualitas udara yang dinilai belum aman untuk aktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, H Herizon, mengatakan kebijakan PJJ ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor 400.3.1/Disdikpora/2026/1359 tertanggal 5 Oktober 2026.

"Pelaksanaan PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu," ujar Herizon.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Koordinator Wilayah Pendidikan, pengawas, serta kepala satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Kuansing.

Selama PJJ berlangsung, para siswa diminta tidak datang ke sekolah. Mereka juga diimbau tidak melakukan aktivitas di luar rumah yang membuat mereka harus berada di ruang terbuka.

Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Proses pembelajaran dapat dilakukan secara daring dari sekolah maupun lokasi yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker.

Herizon menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih terdampak kabut asap.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Dari laporan OPD terkait, kondisi asap memang masih pekat dan udara tidak sehat," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah terkendali.

Menurutnya, titik-titik karhutla yang sebelumnya terpantau menyala telah dilaporkan padam. Hujan juga mulai turun di sejumlah wilayah Riau.

"Riau saat ini sudah nihil karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau," kata Edy.

Meski demikian, kabut asap masih terlihat di sejumlah daerah. Kondisi tersebut diduga bukan berasal dari karhutla di Riau, melainkan asap kiriman dari provinsi tetangga.

Edy menyebut Sumatera Selatan (Sumsel) masih terdapat sejumlah titik api. Asap dari wilayah tersebut diduga terbawa angin hingga masuk ke wilayah Riau.

"Asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api," ujarnya.(*)