logo
● Hujan Deras Picu Genangan di Pekanbaru, Warga Keluhkan Banjir yang Tak Kunjung T Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Apresiasi Capaian Imunisasi Riau, Perlindungan Anak Terus Diperkuat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Garap Pasar Tiongkok, Volkswagen Resmi Luncurkan Sedan Listrik ID. Unyx 09 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Digerebek di Kos-kosan Pangkalan Kerinci, Pria 24 Tahun Diciduk dengan Ganja Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dua Kasus Solar Subsidi Terbongkar di Pelalawan, Dua Perempuan Diamankan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Razia Narkoba di Pangeran Hidayat Pekanbaru, Polisi Temukan 18 Klip Diduga Sabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Titik Api Nihil, Riau Keluar dari Daftar Prioritas Karhutla Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● LGBT di Kalangan Remaja Pekanbaru Jadi Perhatian, Keluarga Diminta Lebih Peduli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Bandung
Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak
Ilustrasi (foto:dok Pekanbaru TV)
Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: hukum | 23 Oktober 2026 | 20:48:56

BANDUNG-Seorang remaja berinisial RR (15) meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri, DR (37). Peristiwa tragis ini diduga dipicu pertengkaran rumah tangga akibat permintaan uang untuk bermain judi online yang berujung maut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut bermula pada Senin (19/10/2026), ketika DR meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada istrinya, SS. Uang itu diduga akan digunakan untuk berjudi secara daring.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh SS. Penolakan itu kemudian memicu pertengkaran hebat di dalam rumah.

Di tengah perselisihan tersebut, RR berusaha melindungi ibunya dari amarah sang ayah. Akan tetapi, tindakan remaja tersebut justru berujung tragis setelah DR tersulut emosi dan melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto menjelaskan bahwa korban sempat berusaha membela ibunya ketika pertengkaran berlangsung.

“Korban berusaha membela ibunya. Setelah itu, pelaku yang merupakan ayah korban emosi, kemudian melakukan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia,” kata Tri Suhartanto, dikutip dari Detik. com, Jumat (23/10/2026).

Hasil pemeriksaan autopsi menunjukkan adanya resapan darah pada bagian belakang kepala RR. Cedera tersebut diduga disebabkan oleh hantaman benda tumpul yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kasus ini kemudian ditangani oleh pihak kepolisian. DR berhasil ditangkap pada Jumat (23/10/2026) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa ini menjadi gambaran tragis dampak konflik keluarga yang dipicu persoalan judi online. Seorang remaja yang berusaha melindungi ibunya justru kehilangan nyawa di tangan ayah kandungnya sendiri.

Kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa kecanduan judi online dapat memicu persoalan serius, mulai dari tekanan finansial hingga konflik dalam rumah tangga yang berpotensi berujung pada tindak kekerasan.(*) 

Tags: tewas bunuh anak
Home / Hukum
Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: hukum | 23 Oktober 2026 | 20:48:56
Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak
Ilustrasi (foto:dok Pekanbaru TV)

BANDUNG-Seorang remaja berinisial RR (15) meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri, DR (37). Peristiwa tragis ini diduga dipicu pertengkaran rumah tangga akibat permintaan uang untuk bermain judi online yang berujung maut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut bermula pada Senin (19/10/2026), ketika DR meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada istrinya, SS. Uang itu diduga akan digunakan untuk berjudi secara daring.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh SS. Penolakan itu kemudian memicu pertengkaran hebat di dalam rumah.

Di tengah perselisihan tersebut, RR berusaha melindungi ibunya dari amarah sang ayah. Akan tetapi, tindakan remaja tersebut justru berujung tragis setelah DR tersulut emosi dan melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto menjelaskan bahwa korban sempat berusaha membela ibunya ketika pertengkaran berlangsung.

“Korban berusaha membela ibunya. Setelah itu, pelaku yang merupakan ayah korban emosi, kemudian melakukan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia,” kata Tri Suhartanto, dikutip dari Detik. com, Jumat (23/10/2026).

Hasil pemeriksaan autopsi menunjukkan adanya resapan darah pada bagian belakang kepala RR. Cedera tersebut diduga disebabkan oleh hantaman benda tumpul yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kasus ini kemudian ditangani oleh pihak kepolisian. DR berhasil ditangkap pada Jumat (23/10/2026) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa ini menjadi gambaran tragis dampak konflik keluarga yang dipicu persoalan judi online. Seorang remaja yang berusaha melindungi ibunya justru kehilangan nyawa di tangan ayah kandungnya sendiri.

Kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa kecanduan judi online dapat memicu persoalan serius, mulai dari tekanan finansial hingga konflik dalam rumah tangga yang berpotensi berujung pada tindak kekerasan.(*) 

Tags: tewas bunuh anak