logo
● Koalisi Sipil Tantang Substansi Ranperda Lingkungan Riau, Green Policing Diminta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 65 Orang Jadi Tersangka, Karhutla Riau Hanguskan 3.394 Hektare Lahan, Pelalawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pajak Sawit Rp 23 Miliar Tak Disetor, Pemasok TBS asal Pelalawan Ditahan Kajari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Puluhan Peserta Ikuti Pekan Riset Internasional 2026 di UIN Suska Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Satreskrim Polres Kampar Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi, 308 Liter Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Perketat Pengawasan Disiplin Internal, Polda Riau Periksa Kendaraan Personel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Limpahkan Berkas Perkara Suhardiman Amby ke Jaksa, Sidang di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Menteri Pertanian Copot Belasan Pegawai Buntut Kasus Pengoplosan Beras SPHP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Jakarta
Sumpah Pemuda di Bundaran HI Memanas, 14 Ribu Polisi Kawal Aksi Mahasiswa
Aksi demontrasi di Bundaran HI Jakarta (foto:arf/pekanbaru TV)
Sumpah Pemuda di Bundaran HI Memanas, 14 Ribu Polisi Kawal Aksi Mahasiswa
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 28 Oktober 2026 | 17:58:08

JAKARTA-Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026), diwarnai ketegangan di pusat Ibu Kota. Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi masyarakat sipil di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada pukul 16.30 WIB, massa yang telah berkumpul sejak pukul 14.00 WIB tidak dapat mendekati Patung Selamat Datang. Akses utama Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman ditutup menggunakan kendaraan taktis, kawat berduri, serta barisan polisi antihuru-hara.

Penyekatan dan rekayasa lalu lintas juga dilakukan di sejumlah titik, mulai dari Jalan Imam Bonjol, kawasan Monas, Tugu Tani, hingga sekitar Gedung DPR/MPR RI. Pengendara diimbau mencari jalur alternatif.

iklan-view

Kapolda Metro Jaya mengerahkan 14 ribu personel gabungan untuk mengamankan dua titik utama aksi, yakni kawasan DPR/MPR dan Bundaran HI.

Demonstrasi tersebut merupakan kelanjutan aksi pada 20 Oktober 2026 di Tugu Tani. Massa yang tergabung dalam gerakan Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) membawa agenda bertajuk "Lima Perintah Rakyat".

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, mengatakan Bundaran HI dipilih sebagai ruang ekspresi pemuda untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami ingin menegaskan bahwa Sumpah Pemuda bukan hanya seremoni, tapi soal keberanian melawan ketertindasan," ujarnya di lokasi.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan. Mereka mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional atas karhutla dan bencana ekologis di Kalimantan, NTT, Papua, dan Sumatera.

Selain itu, massa meminta APBN lebih berpihak kepada rakyat, mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, menurunkan biaya pendidikan, serta memeratakan lapangan kerja.

Mereka juga menuntut penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan, pemberantasan KKN, perlindungan kebebasan berpendapat, serta penghentian militerisasi ruang sipil.

Hingga pukul 17.00 WIB, massa masih bertahan di sisi selatan dan barat Bundaran HI. Mereka bergantian menyampaikan orasi dari mobil komando. Aksi berlangsung damai dan tertib.(arf) 

Home / News
Sumpah Pemuda di Bundaran HI Memanas, 14 Ribu Polisi Kawal Aksi Mahasiswa
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 28 Oktober 2026 | 17:58:08
Sumpah Pemuda di Bundaran HI Memanas, 14 Ribu Polisi Kawal Aksi Mahasiswa
Aksi demontrasi di Bundaran HI Jakarta (foto:arf/pekanbaru TV)

JAKARTA-Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026), diwarnai ketegangan di pusat Ibu Kota. Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi masyarakat sipil di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada pukul 16.30 WIB, massa yang telah berkumpul sejak pukul 14.00 WIB tidak dapat mendekati Patung Selamat Datang. Akses utama Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman ditutup menggunakan kendaraan taktis, kawat berduri, serta barisan polisi antihuru-hara.

Penyekatan dan rekayasa lalu lintas juga dilakukan di sejumlah titik, mulai dari Jalan Imam Bonjol, kawasan Monas, Tugu Tani, hingga sekitar Gedung DPR/MPR RI. Pengendara diimbau mencari jalur alternatif.

Kapolda Metro Jaya mengerahkan 14 ribu personel gabungan untuk mengamankan dua titik utama aksi, yakni kawasan DPR/MPR dan Bundaran HI.

Demonstrasi tersebut merupakan kelanjutan aksi pada 20 Oktober 2026 di Tugu Tani. Massa yang tergabung dalam gerakan Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) membawa agenda bertajuk "Lima Perintah Rakyat".

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, mengatakan Bundaran HI dipilih sebagai ruang ekspresi pemuda untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami ingin menegaskan bahwa Sumpah Pemuda bukan hanya seremoni, tapi soal keberanian melawan ketertindasan," ujarnya di lokasi.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan. Mereka mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional atas karhutla dan bencana ekologis di Kalimantan, NTT, Papua, dan Sumatera.

Selain itu, massa meminta APBN lebih berpihak kepada rakyat, mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, menurunkan biaya pendidikan, serta memeratakan lapangan kerja.

Mereka juga menuntut penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan, pemberantasan KKN, perlindungan kebebasan berpendapat, serta penghentian militerisasi ruang sipil.

Hingga pukul 17.00 WIB, massa masih bertahan di sisi selatan dan barat Bundaran HI. Mereka bergantian menyampaikan orasi dari mobil komando. Aksi berlangsung damai dan tertib.(arf)