logo
Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Manggala Rohil, Datuk Penghulu Tegaskan Hoaks! ‎ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Emas Hari Ini 23 Mei 2026 Turun Serentak, Antam di Pegadaian Tembus Rp2,8 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera! Sebagian Listrik Pekanbaru Masih Padam, Banyak Warga "Ngungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Tim Manggala Agni Berjuang Percepat Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Riau
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)
Tim Manggala Agni Berjuang Percepat Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Riau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
1 April 2026 | 13:17:34

PEKANBARU-Upaya penanganan karhutla Riau sampai akhir Maret lalu terus berlangsung. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, kini fokus mempercepat pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik rawan untuk mencegah api kembali muncul.

Puluhan personel dikerahkan di berbagai kabupaten/kota terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam mengendalikan kebakaran hutan Riau 2026 yang berpotensi mengganggu lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.

Di Kota Dumai, operasi lapangan masih berlangsung di dua wilayah, yakni Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Sebanyak 18 personel Manggala Agni dari Daops Dumai saat ini menjalankan tahap pendinginan. Proses ini penting untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak kembali menyala di bawah permukaan gambut.

iklan-view

Sementara itu, di Kabupaten Bengkalis, penanganan dilakukan di beberapa titik dengan kondisi yang bervariasi. Di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, tujuh personel masih berjaga dan melakukan pendinginan.

Kondisi lebih baik terlihat di Desa Pergam, di mana api telah berhasil dipadamkan. Tim bantuan dari Daops Pekanbaru yang sebelumnya diterjunkan pun telah ditarik kembali.

Namun, tantangan terbesar masih terjadi di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Sejauh ini, api belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Sebanyak 39 personel gabungan dari berbagai daerah operasi, termasuk Sungai Liat, Musi Banyuasin, dan Dumai, terus melakukan pemadaman intensif di lokasi tersebut.

Di Kabupaten Pelalawan, perkembangan penanganan menunjukkan hasil positif. Kebakaran di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, dilaporkan telah padam. Meski demikian, tim tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru.

Adapun di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, serta Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, proses pendinginan masih terus dilakukan. Personel tambahan yang sebelumnya didatangkan dari Kota Jambi dan Bukit Tempurung kini telah selesai bertugas dan kembali ke daerah masing-masing setelah situasi dinilai lebih terkendali.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menegaskan bahwa seluruh tim akan terus bekerja maksimal hingga kondisi benar-benar aman. Ia menyebut, selain upaya darat, strategi lain juga terus dioptimalkan, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau.

Menurutnya, OMC menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah terdampak. Dengan begitu, proses pemadaman dapat terbantu secara alami, terutama di area yang sulit dijangkau tim darat.

“Kami berupaya memaksimalkan setiap potensi awan agar dapat menghasilkan hujan, sehingga membantu pemadaman karhutla di lapangan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian karhutla di Riau.

Selain itu, ia berharap seluruh personel yang bertugas di lapangan selalu diberikan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Semoga seluruh operasi berjalan lancar dan semua personel tetap dalam kondisi aman,” tambahnya.

Saat ini, sinergi antara tim darat, dukungan teknologi, serta partisipasi masyarakat terus diperkuat. Pemerintah berharap langkah terpadu ini mampu mengendalikan karhutla di Riau secara menyeluruh, sekaligus meminimalkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. (*)

Home / News
Tim Manggala Agni Berjuang Percepat Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Riau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: news | 1 April 2026 | 13:17:34
Tim Manggala Agni Berjuang Percepat Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Riau
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Upaya penanganan karhutla Riau sampai akhir Maret lalu terus berlangsung. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, kini fokus mempercepat pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik rawan untuk mencegah api kembali muncul.

Puluhan personel dikerahkan di berbagai kabupaten/kota terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam mengendalikan kebakaran hutan Riau 2026 yang berpotensi mengganggu lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.

Di Kota Dumai, operasi lapangan masih berlangsung di dua wilayah, yakni Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Sebanyak 18 personel Manggala Agni dari Daops Dumai saat ini menjalankan tahap pendinginan. Proses ini penting untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak kembali menyala di bawah permukaan gambut.

Sementara itu, di Kabupaten Bengkalis, penanganan dilakukan di beberapa titik dengan kondisi yang bervariasi. Di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, tujuh personel masih berjaga dan melakukan pendinginan.

Kondisi lebih baik terlihat di Desa Pergam, di mana api telah berhasil dipadamkan. Tim bantuan dari Daops Pekanbaru yang sebelumnya diterjunkan pun telah ditarik kembali.

Namun, tantangan terbesar masih terjadi di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Sejauh ini, api belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Sebanyak 39 personel gabungan dari berbagai daerah operasi, termasuk Sungai Liat, Musi Banyuasin, dan Dumai, terus melakukan pemadaman intensif di lokasi tersebut.

Di Kabupaten Pelalawan, perkembangan penanganan menunjukkan hasil positif. Kebakaran di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, dilaporkan telah padam. Meski demikian, tim tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru.

Adapun di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, serta Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, proses pendinginan masih terus dilakukan. Personel tambahan yang sebelumnya didatangkan dari Kota Jambi dan Bukit Tempurung kini telah selesai bertugas dan kembali ke daerah masing-masing setelah situasi dinilai lebih terkendali.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menegaskan bahwa seluruh tim akan terus bekerja maksimal hingga kondisi benar-benar aman. Ia menyebut, selain upaya darat, strategi lain juga terus dioptimalkan, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau.

Menurutnya, OMC menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah terdampak. Dengan begitu, proses pemadaman dapat terbantu secara alami, terutama di area yang sulit dijangkau tim darat.

“Kami berupaya memaksimalkan setiap potensi awan agar dapat menghasilkan hujan, sehingga membantu pemadaman karhutla di lapangan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian karhutla di Riau.

Selain itu, ia berharap seluruh personel yang bertugas di lapangan selalu diberikan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Semoga seluruh operasi berjalan lancar dan semua personel tetap dalam kondisi aman,” tambahnya.

Saat ini, sinergi antara tim darat, dukungan teknologi, serta partisipasi masyarakat terus diperkuat. Pemerintah berharap langkah terpadu ini mampu mengendalikan karhutla di Riau secara menyeluruh, sekaligus meminimalkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. (*)