logo
Mobil Terjebak Banjir di Desa Sontang Rohul, Ayah dan Anak Pingsan, Polisi Duga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Seskoau Gandeng Pemprov Riau Perkuat Sinergi Strategis Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Pertahankan Posisi Lima Besar Nasional, KDEKS Bidik Peringkat Lebih Tinggi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Loyo Rp18.111/Dolar AS, Ketidakpastian BI hingga Konflik Timur Te Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dani M Nursalam Divonis 2 Tahun, Kuasa Hukum: Keterangan sebagai Saksi Mahkota T Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sudah Berlaku 26 Tahun, Aturan Gaji Kepala Daerah Akan Direvisi untuk Cegah Koru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Tiga Besar Penyumbang Titik Panas Nasional, BMKG: Puncak Ancaman Karhutla M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik PPPK! DPR dan Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Masalah Gaji hingga Rek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
213 Hotspot Terdeteksi, Ancaman Karhutla Besar Bayangi Kabupaten Bengkalis
Ilustrasi. Karhutla besar mengancam Riau.
213 Hotspot Terdeteksi, Ancaman Karhutla Besar Bayangi Kabupaten Bengkalis
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
4 April 2026 | 14:30:37

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar kini mengancam Kabupaten Bengkalis, menyusul terdeteksinya 213 hotspot (titik panas) di Negeri Junjungan tersebut. Hingga Sabtu (4/4/2026) pagi, jumlah hotspot di Riau terbesar ada di Bengkalis. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyebutkan saat ini ditemukan total 233 hotspot di Provinsi Riau. Dari jumlah itu, 213 hotspot diantaranya ada di Kabupaten Bengkalis.

Selain di Bengkalis, kata Edy Afrizal, titik hotspot juga ditemukan di Dumai : 2 titik, Kepulauan Meranti : 1 titik, Rokan Hilir : 5 titik, Pelalawan : 9 titik, Indragiri Hulu : 2 titik dan Pekanbaru : 1 titik.

“Namun dari beberapa daerah yang ditemukan hotspot tersebut, yang merupakan fire spot atau titik api hanya ada di dua daerah. Yakni di Bengkalis dan Pelalawan,” katanya.

iklan-view

Untuk di Kabupaten Pelalawan titik api berada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Namun, di lokasi ini sudah memasuki tahap pendinginan dan masih ditemukan asap. 

“Untuk Kabupaten Bengkalis terdapat di dua lokasi. Yakni di Desa Titi Akar kecamatan Rupat utara, kondisinya masih ada titik api dan asap. Kemudian juga di Desa Teluk Lancar kecamatan Bantan, Desa Sekodi dan Desa Palkun Kecamatan Bengkalis. Kondisinya masih ada titik api dan asap tebal,” ujarnya seperti dikutip mediacenter riau.

Untuk itu upaya yang saat ini sedang dilakukan, selain melakukan pemadaman dengan tim darat. Juga sudah dilakukan water bombing dilokasi. Pengerahan alat berat untuk Pembuatan sekat bakar dan embung, serta kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Untuk lokasi Karhutla yang masih ditemukan api sudah dilakukan Pengerahan personel pemadaman darat gabungan TNI Polri BPBDPK Provinsi Riau, BPBD Bengkalis, Manggala Agni,  MPA, Masyarakat Desa dan Kelompok Tani. Termasuk juga helikopter,” Paparnya.

Untuk kegiatan OMC, tim juga terus bergerak bahkan hingga malam hari. Hingga saat ini total sudah 14 ton garam yang disemai di langit Riau utamanya di wilayah pesisir.

“OMC masih terus dilakukan, bahkan hingga malam hari ketika ada awan potensial. Sudah 14 ton garam yang disemai,” ujarnya. (mcr)

Home / News
213 Hotspot Terdeteksi, Ancaman Karhutla Besar Bayangi Kabupaten Bengkalis
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 4 April 2026 | 14:30:37
213 Hotspot Terdeteksi, Ancaman Karhutla Besar Bayangi Kabupaten Bengkalis
Ilustrasi. Karhutla besar mengancam Riau.

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar kini mengancam Kabupaten Bengkalis, menyusul terdeteksinya 213 hotspot (titik panas) di Negeri Junjungan tersebut. Hingga Sabtu (4/4/2026) pagi, jumlah hotspot di Riau terbesar ada di Bengkalis. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyebutkan saat ini ditemukan total 233 hotspot di Provinsi Riau. Dari jumlah itu, 213 hotspot diantaranya ada di Kabupaten Bengkalis.

Selain di Bengkalis, kata Edy Afrizal, titik hotspot juga ditemukan di Dumai : 2 titik, Kepulauan Meranti : 1 titik, Rokan Hilir : 5 titik, Pelalawan : 9 titik, Indragiri Hulu : 2 titik dan Pekanbaru : 1 titik.

“Namun dari beberapa daerah yang ditemukan hotspot tersebut, yang merupakan fire spot atau titik api hanya ada di dua daerah. Yakni di Bengkalis dan Pelalawan,” katanya.

Untuk di Kabupaten Pelalawan titik api berada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Namun, di lokasi ini sudah memasuki tahap pendinginan dan masih ditemukan asap. 

“Untuk Kabupaten Bengkalis terdapat di dua lokasi. Yakni di Desa Titi Akar kecamatan Rupat utara, kondisinya masih ada titik api dan asap. Kemudian juga di Desa Teluk Lancar kecamatan Bantan, Desa Sekodi dan Desa Palkun Kecamatan Bengkalis. Kondisinya masih ada titik api dan asap tebal,” ujarnya seperti dikutip mediacenter riau.

Untuk itu upaya yang saat ini sedang dilakukan, selain melakukan pemadaman dengan tim darat. Juga sudah dilakukan water bombing dilokasi. Pengerahan alat berat untuk Pembuatan sekat bakar dan embung, serta kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Untuk lokasi Karhutla yang masih ditemukan api sudah dilakukan Pengerahan personel pemadaman darat gabungan TNI Polri BPBDPK Provinsi Riau, BPBD Bengkalis, Manggala Agni,  MPA, Masyarakat Desa dan Kelompok Tani. Termasuk juga helikopter,” Paparnya.

Untuk kegiatan OMC, tim juga terus bergerak bahkan hingga malam hari. Hingga saat ini total sudah 14 ton garam yang disemai di langit Riau utamanya di wilayah pesisir.

“OMC masih terus dilakukan, bahkan hingga malam hari ketika ada awan potensial. Sudah 14 ton garam yang disemai,” ujarnya. (mcr)