logo
Mobil Terjebak Banjir di Desa Sontang Rohul, Ayah dan Anak Pingsan, Polisi Duga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Seskoau Gandeng Pemprov Riau Perkuat Sinergi Strategis Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Pertahankan Posisi Lima Besar Nasional, KDEKS Bidik Peringkat Lebih Tinggi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Loyo Rp18.111/Dolar AS, Ketidakpastian BI hingga Konflik Timur Te Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dani M Nursalam Divonis 2 Tahun, Kuasa Hukum: Keterangan sebagai Saksi Mahkota T Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sudah Berlaku 26 Tahun, Aturan Gaji Kepala Daerah Akan Direvisi untuk Cegah Koru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Tiga Besar Penyumbang Titik Panas Nasional, BMKG: Puncak Ancaman Karhutla M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik PPPK! DPR dan Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Masalah Gaji hingga Rek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Api Masuk Pori-pori Gambut di Rupat Utara, Strategi Pukul Kepala Api Diterapkan Padamkan Karhutla
Tim pemadam karhutla berusaha memadamkan api yang sudah menjalar ke dalam lapisan gambut. (Foto: MCR)
Api Masuk Pori-pori Gambut di Rupat Utara, Strategi Pukul Kepala Api Diterapkan Padamkan Karhutla
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ary
5 April 2026 | 10:52:06

BENGKALIS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pesisir Riau masih terus berlangsung hingga hari keenam, Sabtu (4/4/2026). Hari ini, tim gabungan memfokuskan strategi pada pemukulan kepala api serta pengurangan asap yang berasal dari lapisan gambut.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan untuk di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, operasi pemadaman melibatkan dua tim Daops Sumatera V/Dumai, satu tim BKO Daops Sarolangun, dan satu tim BKO Daops Muba. Upaya pengamanan pemukiman dilaporkan telah berhasil dilakukan.

“Tim saat ini memukul kepala api di sisi kiri untuk menghambat laju kebakaran, sekaligus mengurangi asap pada bagian ekor dan sayap api. Proses ini membutuhkan kesabaran karena api sudah masuk ke dalam pori-pori gambut,” ujar Ferdian dalam laporannya seperti dikutip mediacenter riau.

Namun demikian, kondisi di lapangan masih menghadapi kendala serius berupa minimnya sumber air, sehingga pergerakan tim menjadi terbatas.

iklan-view

Sementara itu, di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, pemadaman lanjutan dilakukan oleh satu tim. Kebakaran dilaporkan telah meluas dalam satu hamparan yang mencakup sejumlah desa, yakni Teluk Lancar, Sekodi, Palkun, Kelemantan, hingga Kembung Luar.

Selain melakukan pemadaman langsung, tim juga melakukan size up atau penilaian lapangan di wilayah Palkun dan Kelemantan. Langkah ini dilakukan untuk menentukan kebutuhan tambahan personel serta memastikan ketersediaan sumber air dan akses menuju titik api.

“Dari hasil size up, diperlukan tambahan personel Manggala Agni dari Siak sebanyak dua regu dan satu regu BKO dari Pekanbaru. Kendala utama tetap pada keterbatasan air, luasnya area terdampak, serta tingginya bahan bakar di lokasi,” jelasnya.

Pihaknya juga terus mengupayakan dukungan alat berat untuk membuat embung air, membersihkan kanal, serta membangun sekat bakar guna menahan laju api.

Di lokasi lain, tepatnya di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, satu regu Daops Rengat masih berjibaku melakukan pemadaman. Meski tidak ditemukan lagi api aktif, proses pendinginan masih berlangsung untuk mengurangi asap dan memastikan bara di lapisan gambut benar-benar padam.

“Statusnya belum padam, karena masih perlu waktu untuk menyapu bagian sayap dan ekor api,” tambah Ferdian.

Dari sisi dukungan udara, operasi water bombing oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilakukan dua kali sortie. Sortie pertama difokuskan di Titi Akar, sementara sortie kedua dilakukan di wilayah Bengkalis.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga digelar intensif dengan empat sortie sepanjang pagi hingga petang. Wilayah sasaran meliputi Dumai-Pulau Rupat, Kepulauan Meranti-Pelalawan-Bengkalis, Bengkalis-Siak, serta Pelalawan-Siak-Kepulauan Meranti.

“Semoga hasil penyemaian awan ini bisa membantu turunnya hujan malam ini untuk mempercepat proses pemadaman,” harapnya.

Ferdian juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak serta doa masyarakat dalam upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung. “Terima kasih atas support dan doa masyarakat semua,” pungkasnya. (mcr)

Api Masuk Pori-pori Gambut di Rupat Utara, Strategi Pukul Kepala Api Diterapkan Padamkan Karhutla
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ary
Rubrik: lingkungan | 5 April 2026 | 10:52:06
Api Masuk Pori-pori Gambut di Rupat Utara, Strategi Pukul Kepala Api Diterapkan Padamkan Karhutla
Tim pemadam karhutla berusaha memadamkan api yang sudah menjalar ke dalam lapisan gambut. (Foto: MCR)

BENGKALIS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pesisir Riau masih terus berlangsung hingga hari keenam, Sabtu (4/4/2026). Hari ini, tim gabungan memfokuskan strategi pada pemukulan kepala api serta pengurangan asap yang berasal dari lapisan gambut.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan untuk di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, operasi pemadaman melibatkan dua tim Daops Sumatera V/Dumai, satu tim BKO Daops Sarolangun, dan satu tim BKO Daops Muba. Upaya pengamanan pemukiman dilaporkan telah berhasil dilakukan.

“Tim saat ini memukul kepala api di sisi kiri untuk menghambat laju kebakaran, sekaligus mengurangi asap pada bagian ekor dan sayap api. Proses ini membutuhkan kesabaran karena api sudah masuk ke dalam pori-pori gambut,” ujar Ferdian dalam laporannya seperti dikutip mediacenter riau.

Namun demikian, kondisi di lapangan masih menghadapi kendala serius berupa minimnya sumber air, sehingga pergerakan tim menjadi terbatas.

Sementara itu, di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, pemadaman lanjutan dilakukan oleh satu tim. Kebakaran dilaporkan telah meluas dalam satu hamparan yang mencakup sejumlah desa, yakni Teluk Lancar, Sekodi, Palkun, Kelemantan, hingga Kembung Luar.

Selain melakukan pemadaman langsung, tim juga melakukan size up atau penilaian lapangan di wilayah Palkun dan Kelemantan. Langkah ini dilakukan untuk menentukan kebutuhan tambahan personel serta memastikan ketersediaan sumber air dan akses menuju titik api.

“Dari hasil size up, diperlukan tambahan personel Manggala Agni dari Siak sebanyak dua regu dan satu regu BKO dari Pekanbaru. Kendala utama tetap pada keterbatasan air, luasnya area terdampak, serta tingginya bahan bakar di lokasi,” jelasnya.

Pihaknya juga terus mengupayakan dukungan alat berat untuk membuat embung air, membersihkan kanal, serta membangun sekat bakar guna menahan laju api.

Di lokasi lain, tepatnya di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, satu regu Daops Rengat masih berjibaku melakukan pemadaman. Meski tidak ditemukan lagi api aktif, proses pendinginan masih berlangsung untuk mengurangi asap dan memastikan bara di lapisan gambut benar-benar padam.

“Statusnya belum padam, karena masih perlu waktu untuk menyapu bagian sayap dan ekor api,” tambah Ferdian.

Dari sisi dukungan udara, operasi water bombing oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilakukan dua kali sortie. Sortie pertama difokuskan di Titi Akar, sementara sortie kedua dilakukan di wilayah Bengkalis.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga digelar intensif dengan empat sortie sepanjang pagi hingga petang. Wilayah sasaran meliputi Dumai-Pulau Rupat, Kepulauan Meranti-Pelalawan-Bengkalis, Bengkalis-Siak, serta Pelalawan-Siak-Kepulauan Meranti.

“Semoga hasil penyemaian awan ini bisa membantu turunnya hujan malam ini untuk mempercepat proses pemadaman,” harapnya.

Ferdian juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak serta doa masyarakat dalam upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung. “Terima kasih atas support dan doa masyarakat semua,” pungkasnya. (mcr)