logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Dolar Meroket, Perajin Tahu Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Kedelai

news | 4 Juni 2026 | 14:29:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Wahyu Falatehan | Ditonton: 289 kali

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak langsung pada usaha tahu di Pekanbaru, Riau. Harga kedelai impor melonjak hingga 30 persen, membuat biaya produksi meningkat tajam. Meski keuntungan semakin menipis, para perajin memilih mempertahankan ukuran dan kualitas tahu demi menjaga kepercayaan konsumen dan keberlangsungan usaha mereka.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT