logo
Mahasiswa UR Desak Masuk DPRD Riau, Polwan Ditarik dari Barisan Depan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teluk Kuantan Bersolek Sambut MTQ Riau, Kawasan Astaka Kini Semakin Terang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Longsor Terjang Kuala Enok Inhil, Empat Rumah Hanyut ke Sungai, Belasan KK Mengu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perayaan HUT Pekanbaru ke 242, Transmetro dan Parkir Gratis untuk Warga Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi JPU KPK Klaim Dakwaan Abdul Wahid Cs Makin Kokoh, Ahli Sebut Unsur Pemerasan dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kurir dan Bandar dalam Satu Cinta: Sejoli Pengedar Sabu Diciduk di Tapung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Riau Menguat, TBS Tertinggi Mencapai Rp3.696 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Dolar Meroket, Perajin Tahu Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Kedelai

news | 4 Juni 2026 | 14:29:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Wahyu Falatehan | Ditonton: 229 kali

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak langsung pada usaha tahu di Pekanbaru, Riau. Harga kedelai impor melonjak hingga 30 persen, membuat biaya produksi meningkat tajam. Meski keuntungan semakin menipis, para perajin memilih mempertahankan ukuran dan kualitas tahu demi menjaga kepercayaan konsumen dan keberlangsungan usaha mereka.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT