logo
● Sasar Kabel FO Semraut, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penertiban ke Jalan Paus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

1.700 Hektare Terdampak Abrasi, Mangrove Jadi Benteng Kuala Selat

news | 16 Agustus 2026 | 20:13:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Ade Prasetya | Ditonton: 542 kali

Ekspedisi Merah Putih Presisi menyambangi Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, membawa misi kemanusiaan sekaligus pemulihan lingkungan di kawasan yang terdampak abrasi parah. Sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan akibat abrasi sejak 2021. Rombongan yang dipimpin bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional mendorong rehabilitasi mangrove seluas 500 hektare yang ditargetkan dapat diperluas hingga 1.000 hektare. Program ini mencakup penanaman, pembibitan, dan pemeliharaan selama tiga tahun dengan melibatkan masyarakat pesisir serta membuka peluang green jobs. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako, perahu ketinting, dan matching grants kepada kelompok masyarakat, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan kesejahteraan warga pesisir Riau.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT