logo
Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Padamkan Karhutla dengan Tepung Singkong, BRIN Kaji Metode Penyebaran: Kan Tak M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Ditutup ke Rp17.693 per Dolar AS, Sentimen BI Jad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kebakaran Lahan Gambut Dekati Permukiman di Tembilahan, Tim Gabungan Berjibaku P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Pelalawan Membara, Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap

news | 24 Agustus 2026 | 20:05:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Wahyu Falatehan | Ditonton: 179 kali

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, terdeteksi 335 titik panas di Riau pada 23 Agustus 2026, dengan Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang terbesar sebanyak 216 hotspot. BMKG menyebut arah angin dari tenggara membawa asap dari Pelalawan menuju Pekanbaru sehingga jarak pandang sempat menurun hingga empat kilometer. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan tidak melakukan pembakaran lahan, sementara pemantauan kualitas udara dan sebaran titik panas terus dilakukan untuk mengantisipasi memburuknya kondisi kabut asap di Riau.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT