logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

GMPB Desak Aliran Dana Mafia Tanah Diusut

news | 18 September 2026 | 20:20:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Rico Saputra | Ditonton: 105 kali

Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu atau GMPB menggelar aksi damai di Riau, Jumat 18 September 2026. Dalam aksinya, GMPB menyatakan dukungan terhadap langkah PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH dalam menertibkan kawasan hutan yang diduga dikuasai secara ilegal.

GMPB juga mendesak aparat penegak hukum menelusuri aliran dana dari dugaan praktik mafia tanah dan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU apabila ditemukan unsur pidana.

Selain itu, GMPB meminta lahan yang berhasil ditertibkan dapat diprioritaskan untuk program pemberdayaan masyarakat dan petani.

Pihak Agrinas mengapresiasi dukungan mahasiswa, kelompok tani, dan masyarakat serta mengajak seluruh pihak mendukung penataan kawasan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Simak informasi selengkapnya hanya di Pekanbaru TV.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT