logo
● BREAKING NEWS: Kebakaran Besar Melanda Bangko Rohil, Saat ini Api Masih Berkobar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kemendagri Evaluasi Regulasi Daerah untuk Perkuat Pencegahan Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kabut Asap Masih Muncul, 21 Puskesmas Pekanbaru Tetap Siaga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rumah Kontrakan Digerebek: Polisi Temukan 122 Pil Ekstasi Berbagai Logo, Seorang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dampak Kabut Asap Karhutla: Petani Sayur di Pekanbaru Keluhkan Tanaman Tumbuh " Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Inflasi Riau September 2026 Capai 0,64 Persen, Harga Cabai Jadi Pemicu Utama Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Siak Ungkap Dugaan Korupsi APBKam Rp404 Juta, Mantan Penghulu Rawa Mekar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Damkar Pekanbaru Evakuasi Kucing Terjebak di Sumur Sedalam 15 Meter Selama 3 Har Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Dari Limbah Jadi Cuan, Pelajar Payakumbuh Sulap Kain Bordir Jadi Fesyen

news | 1 Oktober 2026 | 20:15:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Tim Liputan | Ditonton: 112 kali

Dua pelajar SMA di Payakumbuh, Sumatera Barat, berhasil menyulap limbah kain bordir menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.

Berawal dari kepedulian terhadap banyaknya kain perca yang terbuang, mereka mengolahnya menjadi pakaian, tas, topi, hingga outerwear dengan sentuhan bordir khas. Produk tersebut kemudian dipasarkan melalui media sosial dan sejumlah pameran fesyen.

Menariknya, karya mereka juga membawa pesan budaya Minangkabau. Melalui kode batang pada label produk, konsumen dapat mengakses informasi mengenai adat dan budaya Minang.

Dijual dengan harga sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, kreativitas dua pelajar ini membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi peluang usaha sekaligus sarana melestarikan budaya lokal.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT