logo
● Niat Beli Minuman Berujung Pencurian, Perkara Dua Pria di Pekanbaru Dihentikan L Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SEMMI Riau Demo Kejati, Desak Dugaan Penyimpangan Dana Desa Balam Jaya Rohil Diu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Perkasa di Penghujung Pekan, Ditutup Rp17.882 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Sewa untuk Pedagang STC Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGN Pangkas Kuota Penerima MBG Maksimal 3.000 Per Dapur untuk Cegah Keracunan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polisi Buru IB, Diduga Pemasok 122 Pil Ekstasi ke Jaringan Pekanbaru-Kampar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pentingnya Mitigasi Bencana dan Kualitas SDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tiga Anggota DPRD dari Gerindra Terseret Kasus Narkoba di Surabaya Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Dari Limbah Jadi Cuan, Pelajar Payakumbuh Sulap Kain Bordir Jadi Fesyen

news | 1 Oktober 2026 | 20:15:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Tim Liputan | Ditonton: 168 kali

Dua pelajar SMA di Payakumbuh, Sumatera Barat, berhasil menyulap limbah kain bordir menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.

Berawal dari kepedulian terhadap banyaknya kain perca yang terbuang, mereka mengolahnya menjadi pakaian, tas, topi, hingga outerwear dengan sentuhan bordir khas. Produk tersebut kemudian dipasarkan melalui media sosial dan sejumlah pameran fesyen.

Menariknya, karya mereka juga membawa pesan budaya Minangkabau. Melalui kode batang pada label produk, konsumen dapat mengakses informasi mengenai adat dan budaya Minang.

Dijual dengan harga sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, kreativitas dua pelajar ini membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi peluang usaha sekaligus sarana melestarikan budaya lokal.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT