logo
● Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Kubu Gencar Edukasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Hari Ini Berpeluang Guyur Sejumlah Daerah Riau, BMKG Ingatkan Kabut Asap M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hotspot Riau Tembus 61 Titik, Indragiri Hilir Menyumbang 51 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lima Daerah Pesisir Kompak, Bola Pemekaran Provinsi Kini di Tangan Gubernur dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pariwisata Riau Mulai Menggeliat, Agustus 2026 Tercatat 211.516 Kunjungan Wisman Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BMN hingga Rumah Dinas Diperiksa, Kanwil Ditjenpas Riau Turun ke Lapas Bengkalis Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Berjuang Bersama ke Pusat untuk Kesejahteraan Rakyat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Soroti Posisi Wamenko dan Wantimpres, Senator Gus Hilmy: Buat Apa Kalau Tak Berd Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Dari Limbah Jadi Cuan, Pelajar Payakumbuh Sulap Kain Bordir Jadi Fesyen

news | 1 Oktober 2026 | 20:15:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Tim Liputan | Ditonton: 199 kali

Dua pelajar SMA di Payakumbuh, Sumatera Barat, berhasil menyulap limbah kain bordir menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.

Berawal dari kepedulian terhadap banyaknya kain perca yang terbuang, mereka mengolahnya menjadi pakaian, tas, topi, hingga outerwear dengan sentuhan bordir khas. Produk tersebut kemudian dipasarkan melalui media sosial dan sejumlah pameran fesyen.

Menariknya, karya mereka juga membawa pesan budaya Minangkabau. Melalui kode batang pada label produk, konsumen dapat mengakses informasi mengenai adat dan budaya Minang.

Dijual dengan harga sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, kreativitas dua pelajar ini membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi peluang usaha sekaligus sarana melestarikan budaya lokal.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT