Dua pelajar SMA di Payakumbuh, Sumatera Barat, berhasil menyulap limbah kain bordir menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.
Berawal dari kepedulian terhadap banyaknya kain perca yang terbuang, mereka mengolahnya menjadi pakaian, tas, topi, hingga outerwear dengan sentuhan bordir khas. Produk tersebut kemudian dipasarkan melalui media sosial dan sejumlah pameran fesyen.
Menariknya, karya mereka juga membawa pesan budaya Minangkabau. Melalui kode batang pada label produk, konsumen dapat mengakses informasi mengenai adat dan budaya Minang.
Dijual dengan harga sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, kreativitas dua pelajar ini membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi peluang usaha sekaligus sarana melestarikan budaya lokal.
Wali Kota Pekanbaru ASN Adalah Pelayan Masyarakat
DPRD Riau Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp8,378 Triliun
Massa Desak BPN Riau Buka Data Lahan PT THIP
Aksi Kejar kejaran Warnai Penertiban Gepeng dan Pengamen di Pekanbaru
Janji Untung 40 Persen, Investasi Proyek Berujung Kerugian Rp7,1 Miliar
47,5 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Digagalkan di Rokan Hilir
15 Kecamatan Adu Kreasi dalam Lomba Masak Serba Ikan
Empat Tahun Menanti, Pembaca Filosofi Teras Akhirnya Bertemu Penulis
Rezeki Di Balik Antrean Solar Pekanbaru
Harga Cabai Merah Di Pekanbaru Tembus Rp80 Ribu
75 Ton Arang Mangrove Siap Ekspor Digagalkan Polisi
Heboh! Bangkai Diduga Paus Raksasa Terdampar Di Inhil



