Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, dalam beberapa bulan terakhir turut berdampak pada sektor pertanian, Jumat 2 Oktober 2026.
Minimnya sinar matahari dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat sejumlah tanaman sayuran milik petani mengalami hambatan pertumbuhan. Kondisi ini berdampak pada kualitas dan potensi hasil panen.
Untuk mengurangi risiko kerugian, petani terpaksa meningkatkan perawatan tanaman dengan menambah pupuk kandang dan melakukan penyiraman lebih intensif agar tanah tetap lembap.
Petani berharap kabut asap segera reda sehingga sinar matahari kembali optimal dan aktivitas pertanian dapat berjalan normal.
Milad ke 64 UNRI, Dorong Peningkatan Fasilitas dan Prestasi Mahasiswa
Razia Mendadak! 2 Pengunjung Terindikasi Narkotika
Berkenalan di MiChat, Pria di Pekanbaru Diduga Jadi Korban Pemerasan
Angkut Material untuk Perbaikan Jalan, Tronton Malah Terguling
Bayi Gajah Lahir, Harapan Baru Konservasi Tesso Nilo
63 ISP Bersaing di Riau, Konektivitas Jadi Kunci
Uji Kelayakan Jalan SMA Sultan Rengat, Sejumlah Kerusakan Ditemukan
Lalat Penuhi Rumah Warga, Peternakan Ayam Disorot
Wali Kota Pekanbaru ASN Adalah Pelayan Masyarakat
DPRD Riau Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp8,378 Triliun
Massa Desak BPN Riau Buka Data Lahan PT THIP
Aksi Kejar kejaran Warnai Penertiban Gepeng dan Pengamen di Pekanbaru



