Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, dalam beberapa bulan terakhir turut berdampak pada sektor pertanian, Jumat 2 Oktober 2026.
Minimnya sinar matahari dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat sejumlah tanaman sayuran milik petani mengalami hambatan pertumbuhan. Kondisi ini berdampak pada kualitas dan potensi hasil panen.
Untuk mengurangi risiko kerugian, petani terpaksa meningkatkan perawatan tanaman dengan menambah pupuk kandang dan melakukan penyiraman lebih intensif agar tanah tetap lembap.
Petani berharap kabut asap segera reda sehingga sinar matahari kembali optimal dan aktivitas pertanian dapat berjalan normal.
Janji Untung 40 Persen, Investasi Proyek Berujung Kerugian Rp7,1 Miliar
47,5 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Digagalkan di Rokan Hilir
15 Kecamatan Adu Kreasi dalam Lomba Masak Serba Ikan
Empat Tahun Menanti, Pembaca Filosofi Teras Akhirnya Bertemu Penulis
Rezeki Di Balik Antrean Solar Pekanbaru
Harga Cabai Merah Di Pekanbaru Tembus Rp80 Ribu
75 Ton Arang Mangrove Siap Ekspor Digagalkan Polisi
Heboh! Bangkai Diduga Paus Raksasa Terdampar Di Inhil
249 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Kurang Mampu di Pekanbaru
31 Ribu Warga Riau Masih Butuh Bantuan Perumahan
Pekanbaru Kembali Gelar PTM Terbatas Usai Kabut Asap
Tiga Pencuri Komponen PJU di Pekanbaru Ditangkap Polisi



