Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, dalam beberapa bulan terakhir turut berdampak pada sektor pertanian, Jumat 2 Oktober 2026.
Minimnya sinar matahari dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat sejumlah tanaman sayuran milik petani mengalami hambatan pertumbuhan. Kondisi ini berdampak pada kualitas dan potensi hasil panen.
Untuk mengurangi risiko kerugian, petani terpaksa meningkatkan perawatan tanaman dengan menambah pupuk kandang dan melakukan penyiraman lebih intensif agar tanah tetap lembap.
Petani berharap kabut asap segera reda sehingga sinar matahari kembali optimal dan aktivitas pertanian dapat berjalan normal.
Agung Nugroho Ajak Warga Kawal Pemerintahan Pekanbaru
Warga Gempar, Nenek 62 Tahun Ditemukan Meninggal
Kabut Asap Menipis, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
Galodo Terjang Kompleks Perkantoran Pemkab Solok
Dandim Cup VIII Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Voli Inhil
Hari Anak Nasional 2026, Anak anak Inhil Unjuk Bakat dan Kreativitas
25 Kasus Rabies di Riau, Vaksinasi Gratis Digela
Dampak Kabut Asap, Kantin Sekolah Terpaksa Tutup
GMPB Desak Aliran Dana Mafia Tanah Diusut
61 Tersangka Karhutla, 3 387 Hektare Lahan Terbakar
Antre Solar 3 Jam, Dugaan Mafia Disorot
106 Advokat Baru Diangkat, Peradi Soroti Tantangan AI



