logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / KAMPAR
Operasi Penertiban PETI di Kampar Kiri, Polisi Sita 6 Rakit Tambang Ilegal
Polres Kampar menertibkan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kampar Kiri, Senin (27/4/2026). (Foto: Rico)
Operasi Penertiban PETI di Kampar Kiri, Polisi Sita 6 Rakit Tambang Ilegal
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 28 April 2026 | 13:37:16

KAMPAR — Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus menunjukkan konsistensinya dalam menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan. Terbaru, aparat Polres Kampar menertibkan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kampar Kiri, Senin (27/4/2026).

Operasi dipimpin langsung Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Siregar, dengan menyasar aliran Sungai Singingi, tepatnya di Dusun Napan, Desa Lipat Kain Selatan. Dari hasil penindakan, petugas mengamankan enam unit rakit yang diduga digunakan sebagai sarana penambangan emas ilegal.

Saat tiba di lokasi, petugas tidak menemukan adanya pelaku maupun operator tambang. Enam rakit tersebut ditemukan dalam kondisi terparkir di aliran sungai yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan aktivitas PETI.

iklan-view

Rusyandi menegaskan, penertiban ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan jajaran Polda Riau dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Enam unit rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal berhasil kami amankan. Ini bentuk keseriusan kami dalam menindak PETI yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan,” ujar Rusyandi, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kapolda Riau yang mengedepankan pendekatan green policing melalui semangat “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”, yakni penegakan hukum yang beriringan dengan perlindungan lingkungan hidup.

Menurutnya, aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem sungai serta mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar.

“Penertiban ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan lingkungan di Riau,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi sejumlah personel, di antaranya Panit Opsnal Intelkam Ipda Aldriadi dan Panit Samapta Ipda Nurman Effendi, bersama 12 anggota Polsek Kampar Kiri.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan melaporkan setiap indikasi aktivitas PETI kepada aparat kepolisian, termasuk melalui Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing. (ric)

Home / Hukum
Operasi Penertiban PETI di Kampar Kiri, Polisi Sita 6 Rakit Tambang Ilegal
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 28 April 2026 | 13:37:16
Operasi Penertiban PETI di Kampar Kiri, Polisi Sita 6 Rakit Tambang Ilegal
Polres Kampar menertibkan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kampar Kiri, Senin (27/4/2026). (Foto: Rico)

KAMPAR — Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus menunjukkan konsistensinya dalam menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan. Terbaru, aparat Polres Kampar menertibkan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kampar Kiri, Senin (27/4/2026).

Operasi dipimpin langsung Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Siregar, dengan menyasar aliran Sungai Singingi, tepatnya di Dusun Napan, Desa Lipat Kain Selatan. Dari hasil penindakan, petugas mengamankan enam unit rakit yang diduga digunakan sebagai sarana penambangan emas ilegal.

Saat tiba di lokasi, petugas tidak menemukan adanya pelaku maupun operator tambang. Enam rakit tersebut ditemukan dalam kondisi terparkir di aliran sungai yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan aktivitas PETI.

Rusyandi menegaskan, penertiban ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan jajaran Polda Riau dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Enam unit rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal berhasil kami amankan. Ini bentuk keseriusan kami dalam menindak PETI yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan,” ujar Rusyandi, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kapolda Riau yang mengedepankan pendekatan green policing melalui semangat “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”, yakni penegakan hukum yang beriringan dengan perlindungan lingkungan hidup.

Menurutnya, aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem sungai serta mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar.

“Penertiban ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan lingkungan di Riau,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi sejumlah personel, di antaranya Panit Opsnal Intelkam Ipda Aldriadi dan Panit Samapta Ipda Nurman Effendi, bersama 12 anggota Polsek Kampar Kiri.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan melaporkan setiap indikasi aktivitas PETI kepada aparat kepolisian, termasuk melalui Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing. (ric)