logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Lampung
Aksi Begal Makin Brutal, Seorang Polisi Jadi Korban, Kapolda Keluarkan Perintah Tembak di Tempat!
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf saat memberikan keterangan di Mapolda Lampung. Jumat (16/5/2026). (Foto: Antara)
Aksi Begal Makin Brutal, Seorang Polisi Jadi Korban, Kapolda Keluarkan Perintah Tembak di Tempat!
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 15 Mei 2026 | 13:55:15

BANDAR LAMPUNG – Aksi pembegalan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Lampung kian brutal dan meresahkan. Situasi memuncak setelah seorang anggota polisi tewas ditembak saat berusaha menggagalkan aksi kejahatan jalanan tersebut.

Merespons kondisi itu, Polda Lampung mengambil langkah tegas. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf memerintahkan jajaran kepolisian untuk melakukan tindakan tegas terukur berupa tembak di tempat terhadap pelaku begal yang membahayakan masyarakat.

“Tidak ada toleransi terhadap pelaku pembegalan. Saya sudah perintahkan tembak di tempat. Pelaku begal tembak di tempat,” tegas Helfi di Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026).

iklan-view

Menurutnya, aksi para pelaku sudah melewati batas karena tidak segan melukai bahkan menghilangkan nyawa demi melancarkan kejahatan.

Kapolda menyebut sebagian besar pelaku curanmor saat ini bukan lagi mencuri karena faktor ekonomi, melainkan demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

“Mereka melakukan pencurian bukan untuk kebutuhan perut, tetapi hasilnya dipakai membeli narkoba,” ujarnya.

Pernyataan itu berkaitan dengan kasus penembakan terhadap Bripka Arya Supena yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026) lalu. Dua pelaku curanmor dan pencurian dengan pemberatan (curat) diduga nekat menembak korban saat berupaya melarikan diri.

“Dari informasi yang kami dapat, hasil curanmor itu digunakan untuk membeli narkoba,” katanya lagi.

Kapolda juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan. Warga diminta menggunakan kunci ganda, mengunci stang kendaraan ke arah kanan, serta memarkir kendaraan di lokasi yang ramai dan terpantau kamera pengawas.

“Langkah sederhana itu bisa membantu mencegah kendaraan menjadi sasaran pelaku,” ujarnya. (ntr)

Home / Hukum
Aksi Begal Makin Brutal, Seorang Polisi Jadi Korban, Kapolda Keluarkan Perintah Tembak di Tempat!
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 15 Mei 2026 | 13:55:15
Aksi Begal Makin Brutal, Seorang Polisi Jadi Korban, Kapolda Keluarkan Perintah Tembak di Tempat!
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf saat memberikan keterangan di Mapolda Lampung. Jumat (16/5/2026). (Foto: Antara)

BANDAR LAMPUNG – Aksi pembegalan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Lampung kian brutal dan meresahkan. Situasi memuncak setelah seorang anggota polisi tewas ditembak saat berusaha menggagalkan aksi kejahatan jalanan tersebut.

Merespons kondisi itu, Polda Lampung mengambil langkah tegas. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf memerintahkan jajaran kepolisian untuk melakukan tindakan tegas terukur berupa tembak di tempat terhadap pelaku begal yang membahayakan masyarakat.

“Tidak ada toleransi terhadap pelaku pembegalan. Saya sudah perintahkan tembak di tempat. Pelaku begal tembak di tempat,” tegas Helfi di Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, aksi para pelaku sudah melewati batas karena tidak segan melukai bahkan menghilangkan nyawa demi melancarkan kejahatan.

Kapolda menyebut sebagian besar pelaku curanmor saat ini bukan lagi mencuri karena faktor ekonomi, melainkan demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

“Mereka melakukan pencurian bukan untuk kebutuhan perut, tetapi hasilnya dipakai membeli narkoba,” ujarnya.

Pernyataan itu berkaitan dengan kasus penembakan terhadap Bripka Arya Supena yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026) lalu. Dua pelaku curanmor dan pencurian dengan pemberatan (curat) diduga nekat menembak korban saat berupaya melarikan diri.

“Dari informasi yang kami dapat, hasil curanmor itu digunakan untuk membeli narkoba,” katanya lagi.

Kapolda juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan. Warga diminta menggunakan kunci ganda, mengunci stang kendaraan ke arah kanan, serta memarkir kendaraan di lokasi yang ramai dan terpantau kamera pengawas.

“Langkah sederhana itu bisa membantu mencegah kendaraan menjadi sasaran pelaku,” ujarnya. (ntr)