
PEKANBARU – Jemaah haji asal Provinsi Riau secara bertahap mulai tiba di Kota Makkah untuk menjalani rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Setelah mengambil niat ihram di Masjid Bir Ali, para jemaah melaksanakan umrah wajib dengan menjalani tawaf, sai, hingga tahalul.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan sebagian besar jemaah asal Riau kini telah berada di Makkah dan dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, secara umum jemaah haji Provinsi Riau dalam keadaan baik dan telah melaksanakan ibadah umrah wajib. Pelaksanaan ibadah dilakukan secara bertahap dengan layanan terpisah bagi jemaah lansia, risiko tinggi, dan penyandang disabilitas agar lebih nyaman dan aman,” ujar Defizon, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, pemisahan layanan dilakukan untuk mempermudah pendampingan sekaligus menjaga kondisi kesehatan para jemaah, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih di tengah padatnya aktivitas di Masjidil Haram.
Selain menjalani ibadah umrah wajib, para jemaah juga mulai melakukan pembayaran dam sebagai bagian dari pelaksanaan haji tamattu.
“Pembayaran dam dilakukan melalui pihak resmi Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi, sehingga lebih tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat maupun regulasi yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, jemaah asal Riau yang masih berada di Madinah memanfaatkan waktu untuk melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi serta berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Defizon juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik mengingat suhu di Arab Saudi saat ini cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 47 derajat Celsius.
Ia mengimbau jemaah rutin mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, menggunakan perlindungan diri seperti payung, topi, masker, dan alas kaki, serta mengurangi aktivitas di luar hotel jika tidak ada keperluan penting selain ibadah.
“Kesehatan harus tetap dijaga agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar dan khusyuk,” katanya.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau juga terus mengingatkan jemaah untuk memperbanyak istirahat dan mematuhi arahan petugas selama berada di Tanah Suci. (rri)
PEKANBARU – Jemaah haji asal Provinsi Riau secara bertahap mulai tiba di Kota Makkah untuk menjalani rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Setelah mengambil niat ihram di Masjid Bir Ali, para jemaah melaksanakan umrah wajib dengan menjalani tawaf, sai, hingga tahalul.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan sebagian besar jemaah asal Riau kini telah berada di Makkah dan dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, secara umum jemaah haji Provinsi Riau dalam keadaan baik dan telah melaksanakan ibadah umrah wajib. Pelaksanaan ibadah dilakukan secara bertahap dengan layanan terpisah bagi jemaah lansia, risiko tinggi, dan penyandang disabilitas agar lebih nyaman dan aman,” ujar Defizon, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, pemisahan layanan dilakukan untuk mempermudah pendampingan sekaligus menjaga kondisi kesehatan para jemaah, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih di tengah padatnya aktivitas di Masjidil Haram.
Selain menjalani ibadah umrah wajib, para jemaah juga mulai melakukan pembayaran dam sebagai bagian dari pelaksanaan haji tamattu.
“Pembayaran dam dilakukan melalui pihak resmi Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi, sehingga lebih tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat maupun regulasi yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, jemaah asal Riau yang masih berada di Madinah memanfaatkan waktu untuk melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi serta berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Defizon juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik mengingat suhu di Arab Saudi saat ini cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 47 derajat Celsius.
Ia mengimbau jemaah rutin mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, menggunakan perlindungan diri seperti payung, topi, masker, dan alas kaki, serta mengurangi aktivitas di luar hotel jika tidak ada keperluan penting selain ibadah.
“Kesehatan harus tetap dijaga agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar dan khusyuk,” katanya.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau juga terus mengingatkan jemaah untuk memperbanyak istirahat dan mematuhi arahan petugas selama berada di Tanah Suci. (rri)