
BEKASI – Duel sengit dilakoni PSPS Pekanbaru saat dijamu FC Bekasi City dalam lanjutan Liga 2 Indonesia, Sabtu (2/5/2026) petang. Sayangnya, pertarungan di Stadion Patriot Candrabhaga itu harus berakhir dramatis dengan skor 3-2 untuk tuan rumah. Sekaligus memupus harapan “happy ending” Askar Bertuah.
PSPS sebenarnya sempat dua kali unggul dalam laga ini. Gol pembuka lahir dari Natanael Siringoringo di menit ke-45 yang membuat tim tamu memimpin 0-1. Namun keunggulan itu hanya bertahan sekejap. Di masa injury time babak pertama, Braze Ezechiel N Douassel menyamakan kedudukan pada menit 45+3. Skor 1-1 menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, pertandingan makin terbuka. PSPS kembali mengambil alih keunggulan lewat gol Douglas Cruz di menit ke-55. Tapi lagi-lagi, keunggulan itu tak mampu dipertahankan. Sepuluh menit berselang, Douassel kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membuat kedudukan menjadi 2-2.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi PSPS. Di menit 90+2, Renan Silva muncul sebagai pahlawan Bekasi City lewat gol penentu kemenangan. Skor berubah 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membuat PSPS Pekanbaru tertahan di peringkat enam klasemen Grup Barat dengan 37 poin. Sementara Bekasi City kokoh di posisi tiga dengan koleksi 44 poin.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, sebelumnya menegaskan timnya tetap memburu kemenangan meski laga tak lagi menentukan. “Kami tetap incar tiga poin dan ingin menutup musim dengan hasil manis,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang rotasi pemain demi memberi kesempatan kepada skuad lain untuk unjuk kemampuan. Senada, pemain PSPS, Reza Kusuma, menegaskan ambisi tim untuk memberikan hasil terbaik bagi suporter.
Namun di lapangan, kenyataan berkata lain. Alih-alih happy ending, PSPS justru harus menelan kekalahan menyakitkan—kali ini lewat skenario paling dramatis: gol di detik-detik terakhir dan di pertandingan terakhir PSPS di musim kompetisi 2025/2026. (wsc)




BEKASI – Duel sengit dilakoni PSPS Pekanbaru saat dijamu FC Bekasi City dalam lanjutan Liga 2 Indonesia, Sabtu (2/5/2026) petang. Sayangnya, pertarungan di Stadion Patriot Candrabhaga itu harus berakhir dramatis dengan skor 3-2 untuk tuan rumah. Sekaligus memupus harapan “happy ending” Askar Bertuah.
PSPS sebenarnya sempat dua kali unggul dalam laga ini. Gol pembuka lahir dari Natanael Siringoringo di menit ke-45 yang membuat tim tamu memimpin 0-1. Namun keunggulan itu hanya bertahan sekejap. Di masa injury time babak pertama, Braze Ezechiel N Douassel menyamakan kedudukan pada menit 45+3. Skor 1-1 menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, pertandingan makin terbuka. PSPS kembali mengambil alih keunggulan lewat gol Douglas Cruz di menit ke-55. Tapi lagi-lagi, keunggulan itu tak mampu dipertahankan. Sepuluh menit berselang, Douassel kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membuat kedudukan menjadi 2-2.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi PSPS. Di menit 90+2, Renan Silva muncul sebagai pahlawan Bekasi City lewat gol penentu kemenangan. Skor berubah 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat PSPS Pekanbaru tertahan di peringkat enam klasemen Grup Barat dengan 37 poin. Sementara Bekasi City kokoh di posisi tiga dengan koleksi 44 poin.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, sebelumnya menegaskan timnya tetap memburu kemenangan meski laga tak lagi menentukan. “Kami tetap incar tiga poin dan ingin menutup musim dengan hasil manis,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang rotasi pemain demi memberi kesempatan kepada skuad lain untuk unjuk kemampuan. Senada, pemain PSPS, Reza Kusuma, menegaskan ambisi tim untuk memberikan hasil terbaik bagi suporter.
Namun di lapangan, kenyataan berkata lain. Alih-alih happy ending, PSPS justru harus menelan kekalahan menyakitkan—kali ini lewat skenario paling dramatis: gol di detik-detik terakhir dan di pertandingan terakhir PSPS di musim kompetisi 2025/2026. (wsc)