logo
THM Pekanbaru Digerebek, 13 Orang Positif Narkotika Termasuk Diduga Anak Bupati Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Peranap Ungkap Sindikat Curanmor KLX di Inhu, Motor Karyawan Tambang Diju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Terorganisir di Inhu, 63 Motor Diamankan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Amblas ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Hampir Sentuh Rp17.800/Dolar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jemaah Haji Siak Jalani Wukuf di Arafah, Cuaca Ekstrem dan Antrean Panjang Tak S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Panen Jagung Pipil Segera Tiba, Polsek Payung Sekaki Pekanbaru Dorong Ketahanan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rutan Pekanbaru Bobol, Napi Kasus Curat Kabur, Sudah Dua Hari Petugas Lakukan Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Shalat Idul Adha di Pekanbaru Digelar di 349 Titik, Walikota Agung Siapkan Hadia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PELALAWAN
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. (Foto: Ujang Andrian)
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ujang andrian
10 Mei 2026 | 18:36:55

PELALAWAN – Kehadiran Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. Setelah rampung dibangun dan mulai bisa digunakan, jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Pangkalan Terap dengan Desa Kuala Panduk.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jembatan yang berada di RT 06/RW 03 Dusun III Desa Pangkalan Terap itu memiliki panjang 10 meter dan lebar 3,6 meter. Keberadaannya dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari transportasi antar desa, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.

iklan-view

“Jembatan Presisi ini adalah milik bersama. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkannya dengan baik agar usia jembatan dapat bertahan lama dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujar Ipda Vicki, Minggu (10/5/2026).

Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan di sekitar jembatan serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum tersebut.

Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan baru bagi kelancaran aktivitas warga.

Raja Alpian, warga Desa Pangkalan Terap yang akrab disapa Pian, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, akses masyarakat kini jauh lebih mudah dan aman dibanding sebelumnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian dan semua yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini. Sekarang akses kami jauh lebih mudah dan aman. Jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ungkap Pian.

Warga pun berharap Jembatan Presisi Pangkalan Terap dapat terus dijaga bersama sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi mendatang. (ujg)

Home / News
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ujang andrian
Rubrik: news | 10 Mei 2026 | 18:36:55
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. (Foto: Ujang Andrian)

PELALAWAN – Kehadiran Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. Setelah rampung dibangun dan mulai bisa digunakan, jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Pangkalan Terap dengan Desa Kuala Panduk.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jembatan yang berada di RT 06/RW 03 Dusun III Desa Pangkalan Terap itu memiliki panjang 10 meter dan lebar 3,6 meter. Keberadaannya dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari transportasi antar desa, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.

“Jembatan Presisi ini adalah milik bersama. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkannya dengan baik agar usia jembatan dapat bertahan lama dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujar Ipda Vicki, Minggu (10/5/2026).

Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan di sekitar jembatan serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum tersebut.

Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan baru bagi kelancaran aktivitas warga.

Raja Alpian, warga Desa Pangkalan Terap yang akrab disapa Pian, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, akses masyarakat kini jauh lebih mudah dan aman dibanding sebelumnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian dan semua yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini. Sekarang akses kami jauh lebih mudah dan aman. Jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ungkap Pian.

Warga pun berharap Jembatan Presisi Pangkalan Terap dapat terus dijaga bersama sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi mendatang. (ujg)