logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PELALAWAN
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. (Foto: Ujang Andrian)
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Editor: Arya Mahendra | Penulis: adrian vandora
Rubrik: news | 10 Mei 2026 | 18:36:55

PELALAWAN – Kehadiran Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. Setelah rampung dibangun dan mulai bisa digunakan, jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Pangkalan Terap dengan Desa Kuala Panduk.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jembatan yang berada di RT 06/RW 03 Dusun III Desa Pangkalan Terap itu memiliki panjang 10 meter dan lebar 3,6 meter. Keberadaannya dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari transportasi antar desa, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.

iklan-view

“Jembatan Presisi ini adalah milik bersama. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkannya dengan baik agar usia jembatan dapat bertahan lama dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujar Ipda Vicki, Minggu (10/5/2026).

Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan di sekitar jembatan serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum tersebut.

Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan baru bagi kelancaran aktivitas warga.

Raja Alpian, warga Desa Pangkalan Terap yang akrab disapa Pian, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, akses masyarakat kini jauh lebih mudah dan aman dibanding sebelumnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian dan semua yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini. Sekarang akses kami jauh lebih mudah dan aman. Jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ungkap Pian.

Warga pun berharap Jembatan Presisi Pangkalan Terap dapat terus dijaga bersama sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi mendatang. (ujg)

Home / News
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Editor: Arya Mahendra | Penulis: adrian vandora
Rubrik: news | 10 Mei 2026 | 18:36:55
Dari Sekolah hingga Kebun, Jembatan Presisi Jadi Urat Nadi Baru Warga Teluk Meranti
Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. (Foto: Ujang Andrian)

PELALAWAN – Kehadiran Jembatan Presisi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, membawa angin segar bagi masyarakat. Setelah rampung dibangun dan mulai bisa digunakan, jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Pangkalan Terap dengan Desa Kuala Panduk.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jembatan yang berada di RT 06/RW 03 Dusun III Desa Pangkalan Terap itu memiliki panjang 10 meter dan lebar 3,6 meter. Keberadaannya dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari transportasi antar desa, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.

“Jembatan Presisi ini adalah milik bersama. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkannya dengan baik agar usia jembatan dapat bertahan lama dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujar Ipda Vicki, Minggu (10/5/2026).

Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan di sekitar jembatan serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum tersebut.

Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan baru bagi kelancaran aktivitas warga.

Raja Alpian, warga Desa Pangkalan Terap yang akrab disapa Pian, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, akses masyarakat kini jauh lebih mudah dan aman dibanding sebelumnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian dan semua yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini. Sekarang akses kami jauh lebih mudah dan aman. Jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ungkap Pian.

Warga pun berharap Jembatan Presisi Pangkalan Terap dapat terus dijaga bersama sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi mendatang. (ujg)