logo
Riau dalam Kepungan Satwa Liar: Alarm yang Terlambat Kita Dengar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Senpai Vera Taurensa Wasit Terbaik Kejuaraan Kempo PORSENI XV Politeknik se-Indo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Pemda, Menkeu Pastikan Tambahan Dana TKD Tinggal Tunggu Keputus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Belum Kunjung Dipanggil terkait Kasus Suhardiman, KPK: Kami Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 27 Hotspot di Riau, Dumai Dominasi Titik Panas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat Mengintai Riau, BMKG Minta Warga Pekanbaru Tingkatkan Kewaspadaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teror Monyet Liar di Inhil Belum Berakhir, Korban Kini Mencapai 10 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Resep Kue Talam Ubi Kukus, Teksturnya Lembut dan Mudah Dibuat di Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / ANGGARAN
MBG Kena Efisiensi Lagi, Anggaran Susut dari Rp335 Triliun Jadi Rp268 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dok. Kementerian Keuangan RI)
MBG Kena Efisiensi Lagi, Anggaran Susut dari Rp335 Triliun Jadi Rp268 Triliun
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
20 Mei 2026 | 12:37:23

JAKARTA — Pemerintah kembali menyiapkan efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penghematan lanjutan akan dilakukan sesuai arahan Presiden agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, realisasi anggaran MBG hingga akhir April 2026 telah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran program tersebut.

iklan-view

Purbaya mengungkapkan, pemerintah sebelumnya telah memangkas kebutuhan anggaran MBG dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun melalui langkah efisiensi di internal Badan Gizi Nasional (BGN).

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” ujar Purbaya.

Meski demikian, ia belum merinci skema efisiensi tambahan yang akan diterapkan pemerintah.

Purbaya menegaskan fokus utama Presiden adalah memastikan program MBG tetap berjalan optimal dalam menyediakan makanan bergizi bagi pelajar di seluruh Indonesia.

Hingga akhir April 2026, program MBG tercatat telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat melalui 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (cnbc)

Home / Ekonomi
MBG Kena Efisiensi Lagi, Anggaran Susut dari Rp335 Triliun Jadi Rp268 Triliun
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 20 Mei 2026 | 12:37:23
MBG Kena Efisiensi Lagi, Anggaran Susut dari Rp335 Triliun Jadi Rp268 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dok. Kementerian Keuangan RI)

JAKARTA — Pemerintah kembali menyiapkan efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penghematan lanjutan akan dilakukan sesuai arahan Presiden agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, realisasi anggaran MBG hingga akhir April 2026 telah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran program tersebut.

Purbaya mengungkapkan, pemerintah sebelumnya telah memangkas kebutuhan anggaran MBG dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun melalui langkah efisiensi di internal Badan Gizi Nasional (BGN).

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” ujar Purbaya.

Meski demikian, ia belum merinci skema efisiensi tambahan yang akan diterapkan pemerintah.

Purbaya menegaskan fokus utama Presiden adalah memastikan program MBG tetap berjalan optimal dalam menyediakan makanan bergizi bagi pelajar di seluruh Indonesia.

Hingga akhir April 2026, program MBG tercatat telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat melalui 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (cnbc)