logo
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / NASIONAL
Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya
Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 31 Juli 2026 | 17:58:45

PEKANBARU-Hasil evaluasi Badan Gizi Nasional terhadap dapur-dapur MBG di Indonesia, tercatat sebanyak 833 dapur MBG dihentikan operasionalnya. Dari jumlah ini, ada tiga dapur MBG di Riau yang ikut ditutup sementara. 

Penghentian operasional dilakukan setelah BGN menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses penyelenggaraan program. Meski demikian, penutupan tersebut bersifat sementara dan dapur yang terdampak masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, membenarkan bahwa tiga dapur MBG di Riau masuk dalam daftar yang dihentikan operasionalnya.

iklan-view

"Untuk di Riau ada tiga dapur MBG yang dihentikan," kata Syartiwidya, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, proses pembenahan saat ini sedang berlangsung. Pengelola dapur yang terdampak diminta melengkapi berbagai persyaratan administrasi maupun teknis agar dapat kembali menjalankan program pemberian makanan bergizi kepada masyarakat.

"Sekarang tiga dapur MBG itu sedang dalam proses agar bisa kembali beroperasi," ujarnya.

Meski ada penghentian sementara, Syartiwidya memastikan upaya perbaikan terus dilakukan sehingga pelayanan dapat kembali berjalan setelah seluruh ketentuan dipenuhi.

Di sisi lain, ia mengaku belum memperoleh informasi terkait pembukaan pendaftaran dapur MBG baru di wilayah Riau. Hingga kini, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional.

"Sampai sekarang belum ada informasi mengenai pembukaan dapur MBG baru," katanya.

Sebanyak 98 dapur berada di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera. Kemudian 311 dapur berada di wilayah Jawa dan Madura, sedangkan 434 dapur lainnya berada di Wilayah III yang mencakup berbagai daerah di luar dua kawasan tersebut.(*)


Home / News
Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 31 Juli 2026 | 17:58:45
Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya

PEKANBARU-Hasil evaluasi Badan Gizi Nasional terhadap dapur-dapur MBG di Indonesia, tercatat sebanyak 833 dapur MBG dihentikan operasionalnya. Dari jumlah ini, ada tiga dapur MBG di Riau yang ikut ditutup sementara. 

Penghentian operasional dilakukan setelah BGN menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses penyelenggaraan program. Meski demikian, penutupan tersebut bersifat sementara dan dapur yang terdampak masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, membenarkan bahwa tiga dapur MBG di Riau masuk dalam daftar yang dihentikan operasionalnya.

"Untuk di Riau ada tiga dapur MBG yang dihentikan," kata Syartiwidya, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, proses pembenahan saat ini sedang berlangsung. Pengelola dapur yang terdampak diminta melengkapi berbagai persyaratan administrasi maupun teknis agar dapat kembali menjalankan program pemberian makanan bergizi kepada masyarakat.

"Sekarang tiga dapur MBG itu sedang dalam proses agar bisa kembali beroperasi," ujarnya.

Meski ada penghentian sementara, Syartiwidya memastikan upaya perbaikan terus dilakukan sehingga pelayanan dapat kembali berjalan setelah seluruh ketentuan dipenuhi.

Di sisi lain, ia mengaku belum memperoleh informasi terkait pembukaan pendaftaran dapur MBG baru di wilayah Riau. Hingga kini, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional.

"Sampai sekarang belum ada informasi mengenai pembukaan dapur MBG baru," katanya.

Sebanyak 98 dapur berada di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera. Kemudian 311 dapur berada di wilayah Jawa dan Madura, sedangkan 434 dapur lainnya berada di Wilayah III yang mencakup berbagai daerah di luar dua kawasan tersebut.(*)