
PEKANBARU-Hasil evaluasi Badan Gizi Nasional terhadap dapur-dapur MBG di Indonesia, tercatat sebanyak 833 dapur MBG dihentikan operasionalnya. Dari jumlah ini, ada tiga dapur MBG di Riau yang ikut ditutup sementara.
Penghentian operasional dilakukan setelah BGN menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses penyelenggaraan program. Meski demikian, penutupan tersebut bersifat sementara dan dapur yang terdampak masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, membenarkan bahwa tiga dapur MBG di Riau masuk dalam daftar yang dihentikan operasionalnya.
"Untuk di Riau ada tiga dapur MBG yang dihentikan," kata Syartiwidya, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, proses pembenahan saat ini sedang berlangsung. Pengelola dapur yang terdampak diminta melengkapi berbagai persyaratan administrasi maupun teknis agar dapat kembali menjalankan program pemberian makanan bergizi kepada masyarakat.
"Sekarang tiga dapur MBG itu sedang dalam proses agar bisa kembali beroperasi," ujarnya.
Meski ada penghentian sementara, Syartiwidya memastikan upaya perbaikan terus dilakukan sehingga pelayanan dapat kembali berjalan setelah seluruh ketentuan dipenuhi.
Di sisi lain, ia mengaku belum memperoleh informasi terkait pembukaan pendaftaran dapur MBG baru di wilayah Riau. Hingga kini, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional.
"Sampai sekarang belum ada informasi mengenai pembukaan dapur MBG baru," katanya.
Sebanyak 98 dapur berada di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera. Kemudian 311 dapur berada di wilayah Jawa dan Madura, sedangkan 434 dapur lainnya berada di Wilayah III yang mencakup berbagai daerah di luar dua kawasan tersebut.(*)






PEKANBARU-Hasil evaluasi Badan Gizi Nasional terhadap dapur-dapur MBG di Indonesia, tercatat sebanyak 833 dapur MBG dihentikan operasionalnya. Dari jumlah ini, ada tiga dapur MBG di Riau yang ikut ditutup sementara.
Penghentian operasional dilakukan setelah BGN menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses penyelenggaraan program. Meski demikian, penutupan tersebut bersifat sementara dan dapur yang terdampak masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, membenarkan bahwa tiga dapur MBG di Riau masuk dalam daftar yang dihentikan operasionalnya.
"Untuk di Riau ada tiga dapur MBG yang dihentikan," kata Syartiwidya, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, proses pembenahan saat ini sedang berlangsung. Pengelola dapur yang terdampak diminta melengkapi berbagai persyaratan administrasi maupun teknis agar dapat kembali menjalankan program pemberian makanan bergizi kepada masyarakat.
"Sekarang tiga dapur MBG itu sedang dalam proses agar bisa kembali beroperasi," ujarnya.
Meski ada penghentian sementara, Syartiwidya memastikan upaya perbaikan terus dilakukan sehingga pelayanan dapat kembali berjalan setelah seluruh ketentuan dipenuhi.
Di sisi lain, ia mengaku belum memperoleh informasi terkait pembukaan pendaftaran dapur MBG baru di wilayah Riau. Hingga kini, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional.
"Sampai sekarang belum ada informasi mengenai pembukaan dapur MBG baru," katanya.
Sebanyak 98 dapur berada di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera. Kemudian 311 dapur berada di wilayah Jawa dan Madura, sedangkan 434 dapur lainnya berada di Wilayah III yang mencakup berbagai daerah di luar dua kawasan tersebut.(*)