
PEKANBARU-PT Bumi Siak Pusako (BSP) akhirnya memiliki Direktur baru. Melalui rapat akhir tim panitia seleksi di Hotel Premier Pekanbaru, Kamis (21/5/2026), Pemkab Siak sebagai pemegang saham mayoritas mengumumkan nama Robi Junipa sebagai nahkoda baru BSP.
Ketua Tim Pansel, Heriyanto SH menjelaskan, terpilihnya Robi setelah mempertimbangkan berbagai aspek penilaian. Mulai dari hasil asesmen yang dilakukan PPM manajemen Jakarta.
Sampai proses dua kali wawancara oleh Bupati Siak Dr. Afni, Z didampingi oleh kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Dr.Evenri Sihombing, SE dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam mendalami visi misi Robi Junipa dan Muttaqin.
“Hari ini kami umumkan bahwa Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas memilih Robi Junipa untuk menjadi Direktur BSP. Sebagaimana kita ketahui keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan yang sangat mendalam dan proses yang panjang. Selanjutnya nanti keputusan ini akan dibawa ke rapat umum pemegang saham,” Sebut Heriyanto.
Dijelaskan, sejak pendaftaran dibuka awal April lalu ada 10 pelamar yang kemudian diumumkan semuanya lolos seleksi arministrasi. Dari 10 orang yang lolos seleksi tersebut kemudian dilakukan asesmen oleh lembaga independen dan profesional PPM manajemen Jakarta. Berdasarkan hasil asesmen Robi dan Muttaqin berhasil mendapatkan skor tertinggi menyisihkan delapan pelamar lainnya.
“Nilai dari PPM hanya meloloskan dua orang yang direkomendasikan. Keduanya memiliki rekam jejak yang baik. Setelah didalami dalam proses wawancara dengan Bupati Siak bersama Kepala BPKP dan Kepala SKK Migas, Robi secara konsisten mendapatkan penilaian tertinggi," tegasnya.
Keputusan yang diambil bupati menunjuk Robi dijelaskan Komisaris BSP tersebut sejalan dengan rekomendasi yang disampaikan oleh kepala SKK Migas dan Kepala BPKP. Dalam catatan yang disampaikan kepada Tim Pansel, baik kepala BPKP Provinsi Riau dan Kepala SKK Migas merekommendasikan Robi untuk memimpin BSP.
“Meskipun ibu bupati memiliki hak mutlak untuk memilih siapa yang memimpin BSP. Beliau tetap meminta pendapat dari kepala BPKP dan SKK Migas sebagai bentuk komitmen transparansi. Ternyata rekomendasi keduanya sama dengan keyakinan bupati setelah mendengar paparan Robi dan Muttaqin dalam proses wawancara. Robi lebih unggul, dengan pengalaman, visi misi terukur dan dinilai layak memimpin BSP,” tegasnya.
Terpisah, Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas menaruh harapan besar pada keputusan tersebut. Dia menegaskan, penunjukan Robi sudah didasarkan pada pertimbangan matang dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.
"Prosesnya panjang dan kita mencari yang terbaik dari yang baik. Robi Junipa dipilih karena keunggulan kompetitif yang ia miliki. Kita butuh akselerasi cepat untuk performa BSP ke depan," tegasnya.
Ditambahkan, langkah yang diambilnya dipastikan mengacu pada instrumen negara. Bukan didasarkan pada persoalan suka dan tidak suka. Karena sejak awal menjabat tekadnya adalah perbaikan menyeluruh pada BUMD yang ada di Siak.
"Pilihan menjatuhkan restu pada Robi ini tidak asal pilih. Selain melalui lembaga PPM yang kredibel, keputusan ini sangat sejalan dengan rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh Kepala BPKP dan juga SKK Migas," tukasnya. (bsh)
PEKANBARU-PT Bumi Siak Pusako (BSP) akhirnya memiliki Direktur baru. Melalui rapat akhir tim panitia seleksi di Hotel Premier Pekanbaru, Kamis (21/5/2026), Pemkab Siak sebagai pemegang saham mayoritas mengumumkan nama Robi Junipa sebagai nahkoda baru BSP.
Ketua Tim Pansel, Heriyanto SH menjelaskan, terpilihnya Robi setelah mempertimbangkan berbagai aspek penilaian. Mulai dari hasil asesmen yang dilakukan PPM manajemen Jakarta.
Sampai proses dua kali wawancara oleh Bupati Siak Dr. Afni, Z didampingi oleh kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Dr.Evenri Sihombing, SE dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam mendalami visi misi Robi Junipa dan Muttaqin.
“Hari ini kami umumkan bahwa Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas memilih Robi Junipa untuk menjadi Direktur BSP. Sebagaimana kita ketahui keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan yang sangat mendalam dan proses yang panjang. Selanjutnya nanti keputusan ini akan dibawa ke rapat umum pemegang saham,” Sebut Heriyanto.
Dijelaskan, sejak pendaftaran dibuka awal April lalu ada 10 pelamar yang kemudian diumumkan semuanya lolos seleksi arministrasi. Dari 10 orang yang lolos seleksi tersebut kemudian dilakukan asesmen oleh lembaga independen dan profesional PPM manajemen Jakarta. Berdasarkan hasil asesmen Robi dan Muttaqin berhasil mendapatkan skor tertinggi menyisihkan delapan pelamar lainnya.
“Nilai dari PPM hanya meloloskan dua orang yang direkomendasikan. Keduanya memiliki rekam jejak yang baik. Setelah didalami dalam proses wawancara dengan Bupati Siak bersama Kepala BPKP dan Kepala SKK Migas, Robi secara konsisten mendapatkan penilaian tertinggi," tegasnya.
Keputusan yang diambil bupati menunjuk Robi dijelaskan Komisaris BSP tersebut sejalan dengan rekomendasi yang disampaikan oleh kepala SKK Migas dan Kepala BPKP. Dalam catatan yang disampaikan kepada Tim Pansel, baik kepala BPKP Provinsi Riau dan Kepala SKK Migas merekommendasikan Robi untuk memimpin BSP.
“Meskipun ibu bupati memiliki hak mutlak untuk memilih siapa yang memimpin BSP. Beliau tetap meminta pendapat dari kepala BPKP dan SKK Migas sebagai bentuk komitmen transparansi. Ternyata rekomendasi keduanya sama dengan keyakinan bupati setelah mendengar paparan Robi dan Muttaqin dalam proses wawancara. Robi lebih unggul, dengan pengalaman, visi misi terukur dan dinilai layak memimpin BSP,” tegasnya.
Terpisah, Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas menaruh harapan besar pada keputusan tersebut. Dia menegaskan, penunjukan Robi sudah didasarkan pada pertimbangan matang dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.
"Prosesnya panjang dan kita mencari yang terbaik dari yang baik. Robi Junipa dipilih karena keunggulan kompetitif yang ia miliki. Kita butuh akselerasi cepat untuk performa BSP ke depan," tegasnya.
Ditambahkan, langkah yang diambilnya dipastikan mengacu pada instrumen negara. Bukan didasarkan pada persoalan suka dan tidak suka. Karena sejak awal menjabat tekadnya adalah perbaikan menyeluruh pada BUMD yang ada di Siak.
"Pilihan menjatuhkan restu pada Robi ini tidak asal pilih. Selain melalui lembaga PPM yang kredibel, keputusan ini sangat sejalan dengan rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh Kepala BPKP dan juga SKK Migas," tukasnya. (bsh)