logo
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Psikologi Forensik: Atasan Tak Bisa Dipidana Hanya Karena Bawahan Berbuat K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Forensik Ungkap Titik Lemah Dakwaan Abdul Wahid: Motif dan Niat Jahat Belum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejari Siak Tahan 3 Pejabat UKPBJ, Dugaan Pungli Fee Proyek 2025 Capai Rp421 Jut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Keterangan Dua Ahli Dinilai Menguatkan Posisi Pembelaan Abdul Wahid di Sidang Ti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Qatar dan Haiti Pulang, Meksiko serta Brasil Melaju dengan Gay Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Abdul Wahid: Saksi Ahli Otoda Tegaskan Tenaga Ahli Dibutuhkan untuk Wujud Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bencana Besar di Venezuela: Gempa Kembar Runtuhkan Caracas, Korban Diperkirakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
Korban Tewas Gempa M 7,8 Filipina Tembus 53 Orang, Puluhan Ribu Mengungsi
Foto yang diabadikan pada 8 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur akibat gempa bermagnitudo 7,8 di General Santos City, Filipina. (Foto: Xinhua)
Korban Tewas Gempa M 7,8 Filipina Tembus 53 Orang, Puluhan Ribu Mengungsi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
10 Juni 2026 | 21:32:54

ISTANBUL – Korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, terus bertambah. Hingga Rabu (10/6/2026), sedikitnya 53 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka dan puluhan warga masih dinyatakan hilang.

Data terbaru yang disampaikan otoritas penanggulangan bencana Filipina menunjukkan tim penyelamat masih berjibaku melakukan pencarian di sejumlah lokasi terdampak. Proses evakuasi berlangsung di tengah ancaman gempa susulan dan kondisi medan yang sulit akibat longsor serta kerusakan infrastruktur.

Juru bicara Biro Perlindungan Kebakaran Filipina, Anthony Arroyo, mengatakan sebanyak 53 jenazah telah ditemukan, meski beberapa korban hingga kini belum berhasil diidentifikasi. Sebelumnya, tim penyelamat juga melaporkan masih mencari 17 orang yang dinyatakan hilang.

Selain korban meninggal, Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina mencatat sedikitnya 487 orang mengalami luka-luka. Dari total korban jiwa yang telah terkonfirmasi, 33 orang berasal dari Region 12 dan 12 orang lainnya dari Region 11. Namun, angka tersebut masih terus diverifikasi seiring masuknya laporan dari daerah terdampak.

iklan-view

Gempa kuat itu terjadi pada Senin pagi pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani. Getaran dahsyatnya memicu kerusakan luas di berbagai wilayah Mindanao, merobohkan bangunan, memutus layanan listrik dan air bersih, serta memicu serangkaian tanah longsor.

Sedikitnya 10 kejadian longsor dilaporkan terjadi pascagempa. Salah satu yang paling parah terjadi di Barangay New Aklan, Sarangani, di mana 13 warga dilaporkan tertimbun material longsoran yang menerjang kawasan permukiman.

Pihak berwenang juga tengah menyelidiki laporan mengenai sebuah desa yang diduga tertimbun longsor. Hingga kini, jumlah korban dari lokasi tersebut belum dapat dipastikan karena akses menuju area masih sangat terbatas.

Kerusakan infrastruktur yang ditinggalkan bencana ini juga sangat besar. Sebanyak 18 jembatan, 41 ruas jalan, dan 238 fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur transportasi utama masih belum bisa dilalui sehingga menghambat distribusi bantuan.

Dampak gempa turut dirasakan sektor pelayanan publik. Sekitar 130 ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik, sementara sejumlah rumah sakit terpaksa merawat pasien di tenda-tenda darurat karena bangunan dinilai belum aman akibat rentetan gempa susulan.

Secara keseluruhan, lebih dari 149 ribu warga terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari 41 ribu orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hampir 3.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.

Sektor pendidikan juga terkena dampak besar. Departemen Pendidikan Filipina menyebut sekitar 6.224 sekolah terdampak gempa, memengaruhi lebih dari 3,2 juta siswa serta sekitar 128 ribu guru dan tenaga kependidikan.

Pemerintah Filipina menyatakan telah menyalurkan bantuan darurat senilai 4,8 juta peso Filipina atau sekitar Rp1,4 miliar. Meski demikian, operasi pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan kemanusiaan masih terus berlangsung, sementara jumlah korban dikhawatirkan masih dapat bertambah. (**)

Sumber: Anadolu

Home / News
Korban Tewas Gempa M 7,8 Filipina Tembus 53 Orang, Puluhan Ribu Mengungsi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 10 Juni 2026 | 21:32:54
Korban Tewas Gempa M 7,8 Filipina Tembus 53 Orang, Puluhan Ribu Mengungsi
Foto yang diabadikan pada 8 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur akibat gempa bermagnitudo 7,8 di General Santos City, Filipina. (Foto: Xinhua)

ISTANBUL – Korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, terus bertambah. Hingga Rabu (10/6/2026), sedikitnya 53 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka dan puluhan warga masih dinyatakan hilang.

Data terbaru yang disampaikan otoritas penanggulangan bencana Filipina menunjukkan tim penyelamat masih berjibaku melakukan pencarian di sejumlah lokasi terdampak. Proses evakuasi berlangsung di tengah ancaman gempa susulan dan kondisi medan yang sulit akibat longsor serta kerusakan infrastruktur.

Juru bicara Biro Perlindungan Kebakaran Filipina, Anthony Arroyo, mengatakan sebanyak 53 jenazah telah ditemukan, meski beberapa korban hingga kini belum berhasil diidentifikasi. Sebelumnya, tim penyelamat juga melaporkan masih mencari 17 orang yang dinyatakan hilang.

Selain korban meninggal, Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina mencatat sedikitnya 487 orang mengalami luka-luka. Dari total korban jiwa yang telah terkonfirmasi, 33 orang berasal dari Region 12 dan 12 orang lainnya dari Region 11. Namun, angka tersebut masih terus diverifikasi seiring masuknya laporan dari daerah terdampak.

Gempa kuat itu terjadi pada Senin pagi pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani. Getaran dahsyatnya memicu kerusakan luas di berbagai wilayah Mindanao, merobohkan bangunan, memutus layanan listrik dan air bersih, serta memicu serangkaian tanah longsor.

Sedikitnya 10 kejadian longsor dilaporkan terjadi pascagempa. Salah satu yang paling parah terjadi di Barangay New Aklan, Sarangani, di mana 13 warga dilaporkan tertimbun material longsoran yang menerjang kawasan permukiman.

Pihak berwenang juga tengah menyelidiki laporan mengenai sebuah desa yang diduga tertimbun longsor. Hingga kini, jumlah korban dari lokasi tersebut belum dapat dipastikan karena akses menuju area masih sangat terbatas.

Kerusakan infrastruktur yang ditinggalkan bencana ini juga sangat besar. Sebanyak 18 jembatan, 41 ruas jalan, dan 238 fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur transportasi utama masih belum bisa dilalui sehingga menghambat distribusi bantuan.

Dampak gempa turut dirasakan sektor pelayanan publik. Sekitar 130 ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik, sementara sejumlah rumah sakit terpaksa merawat pasien di tenda-tenda darurat karena bangunan dinilai belum aman akibat rentetan gempa susulan.

Secara keseluruhan, lebih dari 149 ribu warga terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari 41 ribu orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hampir 3.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.

Sektor pendidikan juga terkena dampak besar. Departemen Pendidikan Filipina menyebut sekitar 6.224 sekolah terdampak gempa, memengaruhi lebih dari 3,2 juta siswa serta sekitar 128 ribu guru dan tenaga kependidikan.

Pemerintah Filipina menyatakan telah menyalurkan bantuan darurat senilai 4,8 juta peso Filipina atau sekitar Rp1,4 miliar. Meski demikian, operasi pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan kemanusiaan masih terus berlangsung, sementara jumlah korban dikhawatirkan masih dapat bertambah. (**)

Sumber: Anadolu