
PEKANBARU - Menindak lanjuti kondisi ini, Pemko Pekanbaru telah mengerahkan pasukan-pasukan OP untuk membersihkan dan mengeruk endapan lumpur yang ada pada drainase-drainase.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan dampak genangan yang kerap terjadi di sejumlah titik saat hujan deras turun.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan saat ini fokus melakukan pemetaan daerah rawan banjir sekaligus mempercepat penanganan saluran drainase yang mengalami penyumbatan maupun kerusakan.
Sebelumnya ada beberapa titik yang selama ini rawan banjir, diantaranya Jalan Jenderal Sudirman tepat di depan Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Arifin Achmad, Jalan Puyuh Mas di Kecamatan Marpoyan Damai, dan beberapa ruas jalan lainnya.

Dikatakan Markarius, organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kecamatan telah dikerahkan untuk melakukan pembersihan parit dan saluran air sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim hujan.
“Kemarin juga sudah kita gerakkan tenaga OP di setiap kecamatan untuk membersihkan saluran parit. Memang saat ini fokus kita pada antisipasi banjir dengan memperbaiki saluran-saluran yang ada,” ujar Markarius, Kamis (11/6/2026).
Pemko sendiri telah menempatkan masing-masing 10 petugas OP di setiap kecamatan. Para petugas tersebut dilengkapi kendaraan operasional serta peralatan pendukung guna memperlancar proses pembersihan saluran drainase.
Setiap petugas juga diberikan target membersihkan sedikitnya 20 meter saluran air setiap hari. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penyumbatan yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan saat hujan deras.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru terus melakukan normalisasi anak sungai dan sungai yang melintasi wilayah kota. Upaya tersebut bertujuan memperlancar aliran air menuju sungai utama sehingga risiko banjir dapat ditekan.
Markarius juga meminta seluruh jajaran terkait untuk kembali memetakan kawasan rawan banjir dan memastikan seluruh kebutuhan penanganan telah tersedia, termasuk kesiapan alat berat di lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak.
“Peralatan harus disiapkan sejak awal, termasuk alat berat di daerah rawan banjir. Koordinasi antarinstansi juga harus terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” tegasnya.





PEKANBARU - Menindak lanjuti kondisi ini, Pemko Pekanbaru telah mengerahkan pasukan-pasukan OP untuk membersihkan dan mengeruk endapan lumpur yang ada pada drainase-drainase.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan dampak genangan yang kerap terjadi di sejumlah titik saat hujan deras turun.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan saat ini fokus melakukan pemetaan daerah rawan banjir sekaligus mempercepat penanganan saluran drainase yang mengalami penyumbatan maupun kerusakan.
Sebelumnya ada beberapa titik yang selama ini rawan banjir, diantaranya Jalan Jenderal Sudirman tepat di depan Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Arifin Achmad, Jalan Puyuh Mas di Kecamatan Marpoyan Damai, dan beberapa ruas jalan lainnya.
Dikatakan Markarius, organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kecamatan telah dikerahkan untuk melakukan pembersihan parit dan saluran air sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim hujan.
“Kemarin juga sudah kita gerakkan tenaga OP di setiap kecamatan untuk membersihkan saluran parit. Memang saat ini fokus kita pada antisipasi banjir dengan memperbaiki saluran-saluran yang ada,” ujar Markarius, Kamis (11/6/2026).
Pemko sendiri telah menempatkan masing-masing 10 petugas OP di setiap kecamatan. Para petugas tersebut dilengkapi kendaraan operasional serta peralatan pendukung guna memperlancar proses pembersihan saluran drainase.
Setiap petugas juga diberikan target membersihkan sedikitnya 20 meter saluran air setiap hari. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penyumbatan yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan saat hujan deras.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru terus melakukan normalisasi anak sungai dan sungai yang melintasi wilayah kota. Upaya tersebut bertujuan memperlancar aliran air menuju sungai utama sehingga risiko banjir dapat ditekan.
Markarius juga meminta seluruh jajaran terkait untuk kembali memetakan kawasan rawan banjir dan memastikan seluruh kebutuhan penanganan telah tersedia, termasuk kesiapan alat berat di lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak.
“Peralatan harus disiapkan sejak awal, termasuk alat berat di daerah rawan banjir. Koordinasi antarinstansi juga harus terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” tegasnya.