logo
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pejabat Pemko Pekanbaru Berkinerja Buruk Siap Diganti, Agung Nugroho Terapkan Ev Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pets Day Out 2026 Pekanbaru Jadi Magnet Pecinta Satwa, Edukasi Reptil hingga Vak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Pangkalan Kerinci Ringkus Lima Pelaku Pengeroyokan di Terusan Baru, Motif Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Disembunyikan di Selangkangan, Penumpang di Bandara SSK II Kedapatan Bawa 2,2 Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini Masih Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi APJII Riau Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Perluas Akses Internet Berkualit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD Golkar Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Siak
Wabup Siak Ingatkan Ancaman HIV/AIDS dan Narkoba pada Remaja, Keluarga Jadi Benteng Utama
Wabup Siak Syamsurizal. (Foto: Istimewa)
Wabup Siak Ingatkan Ancaman HIV/AIDS dan Narkoba pada Remaja, Keluarga Jadi Benteng Utama
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
12 Juni 2026 | 09:48:50

SIAK-Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengingatkan meningkatnya ancaman HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan berisiko yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Karena itu, keluarga dinilai harus menjadi benteng utama dalam melindungi remaja dari berbagai pengaruh negatif.


Pernyataan tersebut disampaikan Syamsurizal saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, HIV/AIDS, serta kesehatan jantung yang digelar Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Siak bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) dan Komisi Penanggulangan AIDS di Lapangan Siak Bermadah, Kamis (11/6/2026).


iklan-view

Kegiatan tersebut diikuti pelajar SMA se-Kabupaten Siak dan menghadirkan sejumlah materi edukasi, mulai dari senam jantung sehat, kesehatan jantung sejak dini, pencegahan HIV/AIDS, kampanye pencegahan infeksi penyakit seksual (IPS), hingga bahaya penyalahgunaan narkoba bagi remaja.


Menurut Syamsurizal, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain risiko penyalahgunaan narkoba, remaja juga rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS dan perilaku berisiko yang dapat berdampak pada masa depan mereka.


Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2025 menunjukkan terdapat sekitar 564 ribu orang hidup dengan HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 persen kasus ditemukan pada kelompok usia produktif 25 hingga 49 tahun.


Data tersebut, kata Syamsurizal, menjadi peringatan penting bahwa edukasi dan pencegahan harus dilakukan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat mengenai risiko kesehatan dan sosial yang dapat mereka hadapi.


"Kita semua harus bersama-sama menghindari, apalagi anak-anak. Umur mereka ini cenderung bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik. Pencegahan ini kita mulai dari keluarga dulu, kedua dari pendidikan melalui para guru agar selalu memberi pemahaman seperti bahaya HIV/AIDS dan narkoba. Ketiga, diperkuat dengan nilai-nilai agama masing-masing," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Di tengah derasnya arus informasi digital, pengawasan dan pendampingan orang tua menjadi faktor penting agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh konten maupun lingkungan yang berpotensi merugikan.


"Peran keluarga sangat penting sebagai benteng utama dalam menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif, termasuk di era media sosial yang semakin terbuka," katanya.


Sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku berisiko, Pemerintah Kabupaten Siak juga terus mendorong peningkatan kedisiplinan pelajar. Salah satunya melalui imbauan agar peserta didik sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB.


Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi aktivitas remaja di luar rumah pada malam hari yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko sosial.


Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Siak, Siti Sarifah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program perdana yang dilaksanakan setelah kepengurusan YJI Kabupaten Siak dilantik pada 2 Mei 2026.


Ia menjelaskan, selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS, kegiatan tersebut juga bertujuan menanamkan pola hidup sehat sejak dini melalui gerakan senam jantung sehat.


"Ini merupakan kegiatan perdana kami setelah pelantikan pada 2 Mei. Alhamdulillah dengan kekompakan pengurus serta kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Ke depan, kami ingin senam jantung sehat ini tidak hanya dikenal, tetapi menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan secara rutin oleh masyarakat, termasuk pelajar di sekolah maupun di rumah," ujarnya.


YJI Kabupaten Siak berkomitmen menjadikan senam jantung sehat sebagai program berkelanjutan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sejak usia muda.


Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara diawali dengan senam jantung sehat yang diikuti pelajar dan Forum Anak Kabupaten Siak, kemudian dilanjutkan sesi edukasi interaktif serta kuis berhadiah yang menambah semangat para peserta.


Edukasi mengenai HIV/AIDS, narkoba, dan kesehatan jantung menjadi penting karena menyasar kelompok usia remaja yang merupakan generasi produktif masa depan. Melalui keterlibatan keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah, upaya pencegahan diharapkan mampu menekan risiko penyalahgunaan narkoba, penyebaran HIV/AIDS, serta perilaku berisiko di kalangan pelajar. (bsh)

Home / News
Wabup Siak Ingatkan Ancaman HIV/AIDS dan Narkoba pada Remaja, Keluarga Jadi Benteng Utama
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 12 Juni 2026 | 09:48:50
Wabup Siak Ingatkan Ancaman HIV/AIDS dan Narkoba pada Remaja, Keluarga Jadi Benteng Utama
Wabup Siak Syamsurizal. (Foto: Istimewa)

SIAK-Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengingatkan meningkatnya ancaman HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan berisiko yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Karena itu, keluarga dinilai harus menjadi benteng utama dalam melindungi remaja dari berbagai pengaruh negatif.


Pernyataan tersebut disampaikan Syamsurizal saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, HIV/AIDS, serta kesehatan jantung yang digelar Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Siak bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) dan Komisi Penanggulangan AIDS di Lapangan Siak Bermadah, Kamis (11/6/2026).


Kegiatan tersebut diikuti pelajar SMA se-Kabupaten Siak dan menghadirkan sejumlah materi edukasi, mulai dari senam jantung sehat, kesehatan jantung sejak dini, pencegahan HIV/AIDS, kampanye pencegahan infeksi penyakit seksual (IPS), hingga bahaya penyalahgunaan narkoba bagi remaja.


Menurut Syamsurizal, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain risiko penyalahgunaan narkoba, remaja juga rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS dan perilaku berisiko yang dapat berdampak pada masa depan mereka.


Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2025 menunjukkan terdapat sekitar 564 ribu orang hidup dengan HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 persen kasus ditemukan pada kelompok usia produktif 25 hingga 49 tahun.


Data tersebut, kata Syamsurizal, menjadi peringatan penting bahwa edukasi dan pencegahan harus dilakukan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat mengenai risiko kesehatan dan sosial yang dapat mereka hadapi.


"Kita semua harus bersama-sama menghindari, apalagi anak-anak. Umur mereka ini cenderung bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik. Pencegahan ini kita mulai dari keluarga dulu, kedua dari pendidikan melalui para guru agar selalu memberi pemahaman seperti bahaya HIV/AIDS dan narkoba. Ketiga, diperkuat dengan nilai-nilai agama masing-masing," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Di tengah derasnya arus informasi digital, pengawasan dan pendampingan orang tua menjadi faktor penting agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh konten maupun lingkungan yang berpotensi merugikan.


"Peran keluarga sangat penting sebagai benteng utama dalam menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif, termasuk di era media sosial yang semakin terbuka," katanya.


Sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku berisiko, Pemerintah Kabupaten Siak juga terus mendorong peningkatan kedisiplinan pelajar. Salah satunya melalui imbauan agar peserta didik sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB.


Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi aktivitas remaja di luar rumah pada malam hari yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko sosial.


Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Siak, Siti Sarifah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program perdana yang dilaksanakan setelah kepengurusan YJI Kabupaten Siak dilantik pada 2 Mei 2026.


Ia menjelaskan, selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS, kegiatan tersebut juga bertujuan menanamkan pola hidup sehat sejak dini melalui gerakan senam jantung sehat.


"Ini merupakan kegiatan perdana kami setelah pelantikan pada 2 Mei. Alhamdulillah dengan kekompakan pengurus serta kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Ke depan, kami ingin senam jantung sehat ini tidak hanya dikenal, tetapi menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan secara rutin oleh masyarakat, termasuk pelajar di sekolah maupun di rumah," ujarnya.


YJI Kabupaten Siak berkomitmen menjadikan senam jantung sehat sebagai program berkelanjutan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sejak usia muda.


Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara diawali dengan senam jantung sehat yang diikuti pelajar dan Forum Anak Kabupaten Siak, kemudian dilanjutkan sesi edukasi interaktif serta kuis berhadiah yang menambah semangat para peserta.


Edukasi mengenai HIV/AIDS, narkoba, dan kesehatan jantung menjadi penting karena menyasar kelompok usia remaja yang merupakan generasi produktif masa depan. Melalui keterlibatan keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah, upaya pencegahan diharapkan mampu menekan risiko penyalahgunaan narkoba, penyebaran HIV/AIDS, serta perilaku berisiko di kalangan pelajar. (bsh)