
PEKANBARU-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau, Rabu (22/7/2026). Kondisi ini diperkirakan terjadi sejak pagi hingga sore hari dan perlu diwaspadai masyarakat karena berpotensi mengganggu aktivitas serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C., mengatakan wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, serta Kota Dumai.
Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mulai mengguyur sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Dumai.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diperkirakan meluas ke hampir sebagian besar kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Sementara pada malam hari, hujan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai.

BMKG memprakirakan kondisi udara di Riau secara umum didominasi udara kabur hingga berawan. Pada dini hari, cuaca kembali diperkirakan berada dalam kondisi serupa.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Kota Dumai, terutama pada pagi hingga siang atau sore hari," kata Deby.
Selain potensi hujan, suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Di wilayah perairan, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah. Meski relatif aman bagi aktivitas pelayaran, BMKG tetap mengimbau nelayan maupun operator transportasi laut untuk memantau perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar.
Peringatan dini ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang memiliki aktivitas luar ruangan, pengguna jalan, pelaku usaha transportasi, hingga sektor perikanan. Hujan lebat yang disertai angin kencang dapat memicu genangan, pohon tumbang, hingga terganggunya mobilitas masyarakat di sejumlah daerah.
BMKG mengimbau masyarakat terus mengikuti pembaruan informasi cuaca agar dapat mengantisipasi potensi dampak yang mungkin terjadi. (mcr)






PEKANBARU-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau, Rabu (22/7/2026). Kondisi ini diperkirakan terjadi sejak pagi hingga sore hari dan perlu diwaspadai masyarakat karena berpotensi mengganggu aktivitas serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C., mengatakan wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, serta Kota Dumai.
Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mulai mengguyur sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Dumai.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diperkirakan meluas ke hampir sebagian besar kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Sementara pada malam hari, hujan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai.
BMKG memprakirakan kondisi udara di Riau secara umum didominasi udara kabur hingga berawan. Pada dini hari, cuaca kembali diperkirakan berada dalam kondisi serupa.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Kota Dumai, terutama pada pagi hingga siang atau sore hari," kata Deby.
Selain potensi hujan, suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Di wilayah perairan, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah. Meski relatif aman bagi aktivitas pelayaran, BMKG tetap mengimbau nelayan maupun operator transportasi laut untuk memantau perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar.
Peringatan dini ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang memiliki aktivitas luar ruangan, pengguna jalan, pelaku usaha transportasi, hingga sektor perikanan. Hujan lebat yang disertai angin kencang dapat memicu genangan, pohon tumbang, hingga terganggunya mobilitas masyarakat di sejumlah daerah.
BMKG mengimbau masyarakat terus mengikuti pembaruan informasi cuaca agar dapat mengantisipasi potensi dampak yang mungkin terjadi. (mcr)