logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Rupiah Naik ke Rp17.935 per Dolar AS, Pasar Sambut Harapan Damai Iran-AS
Rupiah pagi ini dibuat menguat. (Foto: Istimewa)
Rupiah Naik ke Rp17.935 per Dolar AS, Pasar Sambut Harapan Damai Iran-AS
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
12 Juni 2026 | 10:48:16

PEKANBARU-Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Jumat (12/6/2026). Penguatan didorong meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik.

Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah dibuka menguat 0,29 persen ke level Rp17.935 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi seiring membaiknya sentimen investor global yang mulai kembali masuk ke aset berisiko setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pergerakan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang mencatat penguatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin kenaikan dengan penguatan 0,73 persen, disusul peso Filipina 0,41 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, yuan China 0,14 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya masih berada di zona negatif. Yen Jepang melemah 0,20 persen, dolar Taiwan turun 0,15 persen, rupee India terkoreksi 0,51 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan baht Thailand turun 0,08 persen terhadap dolar AS.

iklan-view

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah berpotensi berlanjut sepanjang perdagangan hari ini. Menurutnya, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Lukman, Jumat (12/6/2026).

Meredanya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai mampu meningkatkan minat investor terhadap aset negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut biasanya mendorong aliran modal masuk dan memperkuat mata uang domestik.

Dari dalam negeri, pasar juga mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter tersebut dipandang dapat memperkuat daya tarik instrumen keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan imbal hasil aset rupiah sehingga berpotensi menarik investor asing.

Selain itu, pasar turut merespons positif wacana pengurangan kembali anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga ruang fiskal pemerintah dan mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.

Meski sentimen eksternal dan domestik saat ini cenderung mendukung penguatan rupiah, investor tetap mencermati perkembangan situasi di dalam negeri. Salah satu perhatian pasar adalah aksi demonstrasi yang berlangsung pada Jumat ini.

Perkembangan demonstrasi dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan maupun aktivitas ekonomi dipandang dapat memengaruhi sentimen investor dalam jangka pendek.

Bagi pelaku usaha, importir, eksportir, dan investor, pergerakan rupiah menjadi indikator penting karena memengaruhi biaya transaksi internasional, harga barang impor, hingga keputusan investasi. Penguatan rupiah berpotensi menekan biaya impor dan membantu menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini, dengan sentimen global dan domestik tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar. (bic)

Home / Ekonomi
Rupiah Naik ke Rp17.935 per Dolar AS, Pasar Sambut Harapan Damai Iran-AS
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 12 Juni 2026 | 10:48:16
Rupiah Naik ke Rp17.935 per Dolar AS, Pasar Sambut Harapan Damai Iran-AS
Rupiah pagi ini dibuat menguat. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Jumat (12/6/2026). Penguatan didorong meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik.

Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah dibuka menguat 0,29 persen ke level Rp17.935 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi seiring membaiknya sentimen investor global yang mulai kembali masuk ke aset berisiko setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pergerakan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang mencatat penguatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin kenaikan dengan penguatan 0,73 persen, disusul peso Filipina 0,41 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, yuan China 0,14 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya masih berada di zona negatif. Yen Jepang melemah 0,20 persen, dolar Taiwan turun 0,15 persen, rupee India terkoreksi 0,51 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan baht Thailand turun 0,08 persen terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah berpotensi berlanjut sepanjang perdagangan hari ini. Menurutnya, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Lukman, Jumat (12/6/2026).

Meredanya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai mampu meningkatkan minat investor terhadap aset negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut biasanya mendorong aliran modal masuk dan memperkuat mata uang domestik.

Dari dalam negeri, pasar juga mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter tersebut dipandang dapat memperkuat daya tarik instrumen keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan imbal hasil aset rupiah sehingga berpotensi menarik investor asing.

Selain itu, pasar turut merespons positif wacana pengurangan kembali anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga ruang fiskal pemerintah dan mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.

Meski sentimen eksternal dan domestik saat ini cenderung mendukung penguatan rupiah, investor tetap mencermati perkembangan situasi di dalam negeri. Salah satu perhatian pasar adalah aksi demonstrasi yang berlangsung pada Jumat ini.

Perkembangan demonstrasi dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan maupun aktivitas ekonomi dipandang dapat memengaruhi sentimen investor dalam jangka pendek.

Bagi pelaku usaha, importir, eksportir, dan investor, pergerakan rupiah menjadi indikator penting karena memengaruhi biaya transaksi internasional, harga barang impor, hingga keputusan investasi. Penguatan rupiah berpotensi menekan biaya impor dan membantu menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini, dengan sentimen global dan domestik tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar. (bic)