
KUANSING – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menunjukkan progres menggembirakan. Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan fisik kompleks pendidikan berasrama tersebut telah mencapai 85 persen dan ditargetkan siap digunakan pada Agustus mendatang, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan Kuansing menjadi daerah yang paling maju dalam pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Provinsi Riau. Berbeda dengan sekolah serupa di Pekanbaru dan Rokan Hilir yang masih memanfaatkan fasilitas sementara, Sekolah Rakyat di Kuansing dibangun secara mandiri dengan kompleks gedung permanen yang hampir rampung.
“Capaian fisiknya sudah mencapai 85 persen. Target kami pada Agustus nanti seluruh fasilitas sudah dapat difungsikan sehingga siswa yang telah lolos seleksi bisa langsung mengikuti proses belajar mengajar dan tinggal di asrama,” ujar Syahrial di Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan percepatan pembangunan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan dan percepatan penyiapan aset. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Kompleks Sekolah Rakyat Kuansing dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan total 20 bangunan yang saling terhubung. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah dinas guru, rumah ibadah, dapur umum, hingga sarana olahraga.
Dengan konsep boarding school, para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta lingkungan belajar yang lebih terarah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat Kuansing merupakan sekolah keempat yang dibangun di Provinsi Riau. Kehadirannya melengkapi tiga Sekolah Rakyat yang telah lebih dahulu beroperasi di Pekanbaru dan Rokan Hilir.
Pemerintah Provinsi Riau menilai program ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperluas pemerataan pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Melalui pendidikan berasrama yang berkualitas dan gratis, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. (**)
Sumber: Mediacenter Riau





KUANSING – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menunjukkan progres menggembirakan. Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan fisik kompleks pendidikan berasrama tersebut telah mencapai 85 persen dan ditargetkan siap digunakan pada Agustus mendatang, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan Kuansing menjadi daerah yang paling maju dalam pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Provinsi Riau. Berbeda dengan sekolah serupa di Pekanbaru dan Rokan Hilir yang masih memanfaatkan fasilitas sementara, Sekolah Rakyat di Kuansing dibangun secara mandiri dengan kompleks gedung permanen yang hampir rampung.
“Capaian fisiknya sudah mencapai 85 persen. Target kami pada Agustus nanti seluruh fasilitas sudah dapat difungsikan sehingga siswa yang telah lolos seleksi bisa langsung mengikuti proses belajar mengajar dan tinggal di asrama,” ujar Syahrial di Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan percepatan pembangunan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan dan percepatan penyiapan aset. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
Kompleks Sekolah Rakyat Kuansing dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan total 20 bangunan yang saling terhubung. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah dinas guru, rumah ibadah, dapur umum, hingga sarana olahraga.
Dengan konsep boarding school, para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta lingkungan belajar yang lebih terarah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat Kuansing merupakan sekolah keempat yang dibangun di Provinsi Riau. Kehadirannya melengkapi tiga Sekolah Rakyat yang telah lebih dahulu beroperasi di Pekanbaru dan Rokan Hilir.
Pemerintah Provinsi Riau menilai program ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperluas pemerataan pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Melalui pendidikan berasrama yang berkualitas dan gratis, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. (**)
Sumber: Mediacenter Riau