
PELALAWAN – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, meninjau langsung pembangunan sekat kanal di Pulau Mendol, Desa Sungai Perak, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kamis (18/6/2026).
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut yang selama ini rentan terbakar saat musim kemarau.
Dalam kunjungan itu, Menteri LH didampingi Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Pelalawan, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Kantor Camat Kuala Kampar. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju lokasi sekat kanal di Desa Sungai Perak untuk mengikuti pembangunan sekat kanal secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak perusahaan.

Di lokasi, Menteri LH juga berdialog dengan warga dan para kepala desa. Selain membahas manfaat sekat kanal dalam menjaga kelembapan gambut dan mencegah karhutla, pertemuan tersebut turut menyoroti potensi Pulau Mendol sebagai kawasan pengembangan pertanian padi dan perkebunan kelapa.
Bupati Pelalawan Zukri Misran mengatakan ancaman karhutla tahun ini perlu diantisipasi secara serius seiring prediksi berlangsungnya fenomena El Nino hingga November mendatang.
“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus. Karena itu kami berharap perusahaan yang beroperasi di Kuala Kampar dapat berkontribusi menyediakan alat berat di setiap desa sebagai bagian dari langkah pencegahan karhutla,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan pendukung penanganan karhutla. Mereka meminta penguatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA), bantuan alat pemadam kebakaran, hingga ketersediaan alat berat di tingkat desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri LH menyatakan pemerintah pusat akan mengoordinasikan dukungan lintas lembaga agar upaya pencegahan karhutla dapat diperkuat hingga tingkat desa.
“Masukan masyarakat sangat masuk akal untuk kepentingan bersama dalam mencegah karhutla. Untuk Masyarakat Peduli Api akan kami koordinasikan bersama BNPB agar mendapat dukungan dari pusat dan daerah. Saya juga mendukung agar setiap desa memiliki alat pemadam karhutla,” kata Jumhur.
Senada dengan itu, Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kuala Kampar agar tersedia alat berat yang dapat digunakan saat kondisi darurat.
“Untuk alat pemadam karhutla, BNPB mendukung dan akan membantu dua unit bagi masing-masing desa sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Usai dialog, Menteri LH melanjutkan peninjauan terhadap program pembasahan gambut di kawasan Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis menjaga kelembapan lahan gambut guna menekan risiko kebakaran saat musim kemarau.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut yang menjadi benteng utama pencegahan karhutla di Riau.
Sekat kanal yang dibangun di Pulau Mendol bukan sekadar infrastruktur pengendali air, tetapi juga simbol kerja bersama untuk menjaga lingkungan, melindungi masyarakat dari bencana asap, dan memastikan keberlanjutan kawasan gambut bagi generasi mendatang. (dik)





PELALAWAN – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, meninjau langsung pembangunan sekat kanal di Pulau Mendol, Desa Sungai Perak, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kamis (18/6/2026).
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut yang selama ini rentan terbakar saat musim kemarau.
Dalam kunjungan itu, Menteri LH didampingi Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Pelalawan, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Kantor Camat Kuala Kampar. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju lokasi sekat kanal di Desa Sungai Perak untuk mengikuti pembangunan sekat kanal secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak perusahaan.
Di lokasi, Menteri LH juga berdialog dengan warga dan para kepala desa. Selain membahas manfaat sekat kanal dalam menjaga kelembapan gambut dan mencegah karhutla, pertemuan tersebut turut menyoroti potensi Pulau Mendol sebagai kawasan pengembangan pertanian padi dan perkebunan kelapa.
Bupati Pelalawan Zukri Misran mengatakan ancaman karhutla tahun ini perlu diantisipasi secara serius seiring prediksi berlangsungnya fenomena El Nino hingga November mendatang.
“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus. Karena itu kami berharap perusahaan yang beroperasi di Kuala Kampar dapat berkontribusi menyediakan alat berat di setiap desa sebagai bagian dari langkah pencegahan karhutla,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan pendukung penanganan karhutla. Mereka meminta penguatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA), bantuan alat pemadam kebakaran, hingga ketersediaan alat berat di tingkat desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri LH menyatakan pemerintah pusat akan mengoordinasikan dukungan lintas lembaga agar upaya pencegahan karhutla dapat diperkuat hingga tingkat desa.
“Masukan masyarakat sangat masuk akal untuk kepentingan bersama dalam mencegah karhutla. Untuk Masyarakat Peduli Api akan kami koordinasikan bersama BNPB agar mendapat dukungan dari pusat dan daerah. Saya juga mendukung agar setiap desa memiliki alat pemadam karhutla,” kata Jumhur.
Senada dengan itu, Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kuala Kampar agar tersedia alat berat yang dapat digunakan saat kondisi darurat.
“Untuk alat pemadam karhutla, BNPB mendukung dan akan membantu dua unit bagi masing-masing desa sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Usai dialog, Menteri LH melanjutkan peninjauan terhadap program pembasahan gambut di kawasan Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis menjaga kelembapan lahan gambut guna menekan risiko kebakaran saat musim kemarau.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut yang menjadi benteng utama pencegahan karhutla di Riau.
Sekat kanal yang dibangun di Pulau Mendol bukan sekadar infrastruktur pengendali air, tetapi juga simbol kerja bersama untuk menjaga lingkungan, melindungi masyarakat dari bencana asap, dan memastikan keberlanjutan kawasan gambut bagi generasi mendatang. (dik)