logo
Menag Hadiri MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Pawai Ta'aruf Meriah, Diwarnai Insiden Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perang AS-Iran Pecah Lagi, Kedua Negara Saling Serang usai Gencatan Senjata Runt Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Wakil Asia Terbelah, Mesir Lolos, Spanyol dan Prancis Perkasa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tanggapi Harapan DPRD Riau, Fazar Muhardi: Kita Sedang Jalankan Program Kerja 10 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Update Harga Emas Antam Sabtu 27 Juni 2026: Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,378 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 17 Hotspot di Riau, Rohil dan Inhu Jadi Wilayah Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Efisiensi Anggaran MBG Jadi Sentimen Positif, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Kebut Penerbitan IPR, 34 Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing Segera Dil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
UAS di Sidang Abdul Wahid: Saya Tak Pernah Membela Saudara Kandung Seperti Membela Beliau
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan kesaksian di sidang Abdul Wahid. (Foto: Rico)
UAS di Sidang Abdul Wahid: Saya Tak Pernah Membela Saudara Kandung Seperti Membela Beliau
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
18 Juni 2026 | 15:40:00

PEKANBARU – Pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan kesaksian yang sarat dukungan moral dan politik kepada Abdul Wahid saat hadir sebagai saksi meringankan (a de charge) dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (18/6/2026).

Di hadapan majelis hakim, UAS mengungkapkan bahwa dirinya terlibat langsung dalam proses pemenangan Abdul Wahid pada Pemilihan Gubernur Riau 2024. Bahkan, ia mengaku menawarkan diri menjadi juru kampanye dan turun ke seluruh kabupaten/kota di Riau untuk menggalang dukungan.

"Saya menawarkan diri sebagai juru kampanye yang akan turun 12 kabupaten kota," ujar UAS.

Menurutnya, dukungan tersebut bukan diberikan tanpa syarat. Sebelum memberikan dukungan penuh, UAS meminta Abdul Wahid menandatangani 16 komitmen yang berisi berbagai program keagamaan dan sosial. Kesepakatan itu antara lain mencakup pembangunan Islamic Center, bantuan bagi mahasiswa Riau yang menempuh pendidikan di luar negeri, insentif guru mengaji, hingga perhatian terhadap penyelenggara fardu kifayah.

iklan-view

Dalam kesaksiannya, UAS juga mengungkap dinamika menjelang Pilgub Riau 2024. Ia mengaku sempat mengusulkan tiga nama sebagai calon wakil gubernur pendamping Abdul Wahid, yakni Mawardi Muhammad Saleh, Sukri, dan mantan Bupati Pelalawan Haris. Namun usulan tersebut tidak terwujud hingga akhirnya Abdul Wahid berpasangan dengan SF Hariyanto.

Meski sempat merasa berat menerima komposisi pasangan tersebut, UAS tetap memberikan dukungan setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Abdul Wahid.

"Saya sendiri yang menyetir mobil Jeep ke KPU," katanya.

Tak hanya menyinggung proses pencalonan, UAS juga membeberkan hubungan Abdul Wahid dan SF Hariyanto saat keduanya menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Ia mengaku pernah menerima keluhan dari Abdul Wahid terkait adanya ancaman yang disebut berkaitan dengan rekaman KPK.

Karena itu, sejumlah pihak meminta dirinya membantu mendamaikan hubungan keduanya. Namun upaya tersebut, menurut UAS, tidak berhasil menemukan titik temu.

Dalam kesempatan itu, UAS turut memberikan penilaiannya terhadap integritas Abdul Wahid selama memimpin Riau. Ia mengaku beberapa kali menerima tangkapan layar pesan yang berisi instruksi Abdul Wahid agar tidak ada praktik pungutan liar maupun tindak korupsi di lingkungan pemerintahan.

"Beliau juga memecat orang yang melakukan pengutipan," ujar UAS.

Terkait operasi tangkap tangan KPK pada November 2025, UAS menjelaskan alasan dirinya sempat membuat video yang menyatakan tidak ada OTT terhadap Gubernur Riau. Menurut dia, pernyataan tersebut dibuat setelah memperoleh klarifikasi dari sejumlah pihak yang mengaku bertemu langsung dengan Abdul Wahid pada hari kejadian.

UAS juga mengaku pernah mendengar istilah "Gubernur 1" dan "Gubernur 2" dalam sebuah pertemuan di Pekanbaru. Istilah itu, katanya, membuat dirinya terkejut karena tidak dikenal dalam sistem pemerintahan daerah.

Pada bagian akhir kesaksiannya, UAS menyampaikan pernyataan emosional yang langsung menyita perhatian ruang sidang. Ia menegaskan kedekatan dan kepercayaannya kepada Abdul Wahid yang telah didukungnya sejak maju sebagai anggota DPR RI hingga terpilih sebagai Gubernur Riau.

"Saya tidak pernah membela saudara kandung saya seperti membela Abdul Wahid," tegas UAS di hadapan majelis hakim.

Kesaksian UAS menjadi salah satu agenda penting dalam pemeriksaan saksi meringankan yang diajukan tim penasihat hukum Abdul Wahid. Persidangan dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif tersebut hingga kini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Pekanbaru. (ric)


Home / Hukum
UAS di Sidang Abdul Wahid: Saya Tak Pernah Membela Saudara Kandung Seperti Membela Beliau
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 18 Juni 2026 | 15:40:00
UAS di Sidang Abdul Wahid: Saya Tak Pernah Membela Saudara Kandung Seperti Membela Beliau
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan kesaksian di sidang Abdul Wahid. (Foto: Rico)

PEKANBARU – Pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan kesaksian yang sarat dukungan moral dan politik kepada Abdul Wahid saat hadir sebagai saksi meringankan (a de charge) dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (18/6/2026).

Di hadapan majelis hakim, UAS mengungkapkan bahwa dirinya terlibat langsung dalam proses pemenangan Abdul Wahid pada Pemilihan Gubernur Riau 2024. Bahkan, ia mengaku menawarkan diri menjadi juru kampanye dan turun ke seluruh kabupaten/kota di Riau untuk menggalang dukungan.

"Saya menawarkan diri sebagai juru kampanye yang akan turun 12 kabupaten kota," ujar UAS.

Menurutnya, dukungan tersebut bukan diberikan tanpa syarat. Sebelum memberikan dukungan penuh, UAS meminta Abdul Wahid menandatangani 16 komitmen yang berisi berbagai program keagamaan dan sosial. Kesepakatan itu antara lain mencakup pembangunan Islamic Center, bantuan bagi mahasiswa Riau yang menempuh pendidikan di luar negeri, insentif guru mengaji, hingga perhatian terhadap penyelenggara fardu kifayah.

Dalam kesaksiannya, UAS juga mengungkap dinamika menjelang Pilgub Riau 2024. Ia mengaku sempat mengusulkan tiga nama sebagai calon wakil gubernur pendamping Abdul Wahid, yakni Mawardi Muhammad Saleh, Sukri, dan mantan Bupati Pelalawan Haris. Namun usulan tersebut tidak terwujud hingga akhirnya Abdul Wahid berpasangan dengan SF Hariyanto.

Meski sempat merasa berat menerima komposisi pasangan tersebut, UAS tetap memberikan dukungan setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Abdul Wahid.

"Saya sendiri yang menyetir mobil Jeep ke KPU," katanya.

Tak hanya menyinggung proses pencalonan, UAS juga membeberkan hubungan Abdul Wahid dan SF Hariyanto saat keduanya menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Ia mengaku pernah menerima keluhan dari Abdul Wahid terkait adanya ancaman yang disebut berkaitan dengan rekaman KPK.

Karena itu, sejumlah pihak meminta dirinya membantu mendamaikan hubungan keduanya. Namun upaya tersebut, menurut UAS, tidak berhasil menemukan titik temu.

Dalam kesempatan itu, UAS turut memberikan penilaiannya terhadap integritas Abdul Wahid selama memimpin Riau. Ia mengaku beberapa kali menerima tangkapan layar pesan yang berisi instruksi Abdul Wahid agar tidak ada praktik pungutan liar maupun tindak korupsi di lingkungan pemerintahan.

"Beliau juga memecat orang yang melakukan pengutipan," ujar UAS.

Terkait operasi tangkap tangan KPK pada November 2025, UAS menjelaskan alasan dirinya sempat membuat video yang menyatakan tidak ada OTT terhadap Gubernur Riau. Menurut dia, pernyataan tersebut dibuat setelah memperoleh klarifikasi dari sejumlah pihak yang mengaku bertemu langsung dengan Abdul Wahid pada hari kejadian.

UAS juga mengaku pernah mendengar istilah "Gubernur 1" dan "Gubernur 2" dalam sebuah pertemuan di Pekanbaru. Istilah itu, katanya, membuat dirinya terkejut karena tidak dikenal dalam sistem pemerintahan daerah.

Pada bagian akhir kesaksiannya, UAS menyampaikan pernyataan emosional yang langsung menyita perhatian ruang sidang. Ia menegaskan kedekatan dan kepercayaannya kepada Abdul Wahid yang telah didukungnya sejak maju sebagai anggota DPR RI hingga terpilih sebagai Gubernur Riau.

"Saya tidak pernah membela saudara kandung saya seperti membela Abdul Wahid," tegas UAS di hadapan majelis hakim.

Kesaksian UAS menjadi salah satu agenda penting dalam pemeriksaan saksi meringankan yang diajukan tim penasihat hukum Abdul Wahid. Persidangan dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif tersebut hingga kini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Pekanbaru. (ric)