
PEKANBARU – Aksi pencurian komponen panel listrik di kawasan Garuda Sakti, Pekanbaru, menyebabkan puluhan hingga ratusan rumah mengalami pemadaman listrik selama berjam-jam, Rabu (24/6/2026).
Listrik padam sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Belakangan diketahui, gangguan tersebut dipicu ulah orang tak dikenal (OTK) yang membongkar panel distribusi listrik di salah satu gardu dan menggondol sejumlah komponen penting di dalamnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyebab padamnya listrik baru terungkap sekitar pukul 10.00 WIB setelah warga berulang kali melapor dan meminta penjelasan kepada pihak PLN. Wilayah yang terdampak di antaranya Jalan Tiung dan sekitarnya di Kelurahan Bina Widya, Panam.


Seorang warga, Bachtiar, mengaku heran karena pemadaman terjadi tidak merata. Sejumlah rumah mengalami mati listrik, sementara rumah lain yang hanya berjarak beberapa meter tetap mendapatkan pasokan listrik normal.
"Rumah saya mati lampu, tapi dua rumah di sebelah masih menyala. Bahkan ada yang hidup, sementara rumah di sampingnya mati. Kami jadi bingung apa penyebabnya," ujarnya.
Karena tak kunjung mendapat kepastian, warga kemudian berinisiatif menghubungi layanan pengaduan PLN melalui telepon seluler dan berbagai kanal komunikasi lainnya.
Setelah menunggu beberapa jam, PLN akhirnya memastikan bahwa pemadaman dipicu pencurian komponen panel listrik di gardu distribusi.
"Iya, isi board atau panel listrik dibongkar OTK. Sejumlah komponen dicuri. Saat ini petugas sedang menyiapkan peralatan untuk melakukan perbaikan," kata Manajer Humas PLN Riau-Kepri, I Komang Gede Sastrawan, saat dikonfirmasi PekanbaruTV. com.
Komang menyebut aksi pencurian fasilitas kelistrikan bukan kali pertama terjadi. PLN, kata dia, telah beberapa kali menghadapi kasus serupa dan rutin melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Kasus pencurian komponen listrik seperti ini sudah beberapa kali terjadi dan selalu kami laporkan kepada aparat penegak hukum," ujarnya.
Akibat hilangnya sejumlah komponen vital, petugas harus merakit kembali panel yang rusak sebelum aliran listrik dapat dinormalkan. Proses tersebut memakan waktu cukup lama karena membutuhkan penggantian dan pemasangan ulang perangkat yang dicuri.
"Mohon bersabar, tim sedang bekerja di lapangan untuk mempercepat pemulihan," tambah Komang.
Setelah lebih dari delapan jam berada dalam kegelapan, warga akhirnya bisa bernapas lega. Berdasarkan informasi terbaru, pasokan listrik kembali normal sekitar pukul 14.05 WIB dan disambut gembira oleh masyarakat yang terdampak.
Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aksi pencurian fasilitas kelistrikan yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membuat ratusan pelanggan harus menanggung dampak pemadaman berkepanjangan. (btn)





PEKANBARU – Aksi pencurian komponen panel listrik di kawasan Garuda Sakti, Pekanbaru, menyebabkan puluhan hingga ratusan rumah mengalami pemadaman listrik selama berjam-jam, Rabu (24/6/2026).
Listrik padam sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Belakangan diketahui, gangguan tersebut dipicu ulah orang tak dikenal (OTK) yang membongkar panel distribusi listrik di salah satu gardu dan menggondol sejumlah komponen penting di dalamnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyebab padamnya listrik baru terungkap sekitar pukul 10.00 WIB setelah warga berulang kali melapor dan meminta penjelasan kepada pihak PLN. Wilayah yang terdampak di antaranya Jalan Tiung dan sekitarnya di Kelurahan Bina Widya, Panam.

Seorang warga, Bachtiar, mengaku heran karena pemadaman terjadi tidak merata. Sejumlah rumah mengalami mati listrik, sementara rumah lain yang hanya berjarak beberapa meter tetap mendapatkan pasokan listrik normal.
"Rumah saya mati lampu, tapi dua rumah di sebelah masih menyala. Bahkan ada yang hidup, sementara rumah di sampingnya mati. Kami jadi bingung apa penyebabnya," ujarnya.
Karena tak kunjung mendapat kepastian, warga kemudian berinisiatif menghubungi layanan pengaduan PLN melalui telepon seluler dan berbagai kanal komunikasi lainnya.
Setelah menunggu beberapa jam, PLN akhirnya memastikan bahwa pemadaman dipicu pencurian komponen panel listrik di gardu distribusi.
"Iya, isi board atau panel listrik dibongkar OTK. Sejumlah komponen dicuri. Saat ini petugas sedang menyiapkan peralatan untuk melakukan perbaikan," kata Manajer Humas PLN Riau-Kepri, I Komang Gede Sastrawan, saat dikonfirmasi PekanbaruTV. com.
Komang menyebut aksi pencurian fasilitas kelistrikan bukan kali pertama terjadi. PLN, kata dia, telah beberapa kali menghadapi kasus serupa dan rutin melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Kasus pencurian komponen listrik seperti ini sudah beberapa kali terjadi dan selalu kami laporkan kepada aparat penegak hukum," ujarnya.
Akibat hilangnya sejumlah komponen vital, petugas harus merakit kembali panel yang rusak sebelum aliran listrik dapat dinormalkan. Proses tersebut memakan waktu cukup lama karena membutuhkan penggantian dan pemasangan ulang perangkat yang dicuri.
"Mohon bersabar, tim sedang bekerja di lapangan untuk mempercepat pemulihan," tambah Komang.
Setelah lebih dari delapan jam berada dalam kegelapan, warga akhirnya bisa bernapas lega. Berdasarkan informasi terbaru, pasokan listrik kembali normal sekitar pukul 14.05 WIB dan disambut gembira oleh masyarakat yang terdampak.
Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aksi pencurian fasilitas kelistrikan yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membuat ratusan pelanggan harus menanggung dampak pemadaman berkepanjangan. (btn)