
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menggulirkan program perbaikan instalasi listrik bagi warga kurang mampu sebagai langkah nyata menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
Program tersebut diawali dengan inspeksi instalasi listrik di Gang Kopi I, Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Selasa (2/6/2026). Kegiatan itu dilakukan atas arahan langsung Wali Kota Pekanbaru.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan tim gabungan turun langsung meninjau kondisi instalasi listrik warga dari rumah ke rumah.

"Atas perintah wali kota, kami melakukan inspeksi di Gang Kopi I. Berdasarkan data dari lurah, terdapat sekitar 76 kepala keluarga di kawasan ini," kata Zulhelmi.
Ia menjelaskan, seluruh warga yang menjadi sasaran program telah diverifikasi melalui data Dinas Sosial. Hasil verifikasi menunjukkan mereka masuk kategori masyarakat kurang mampu pada kelompok desil satu hingga desil empat.
Untuk memastikan kondisi kelistrikan warga, Pemko melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), PT PLN, serta Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI).
Tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik rumah tangga guna mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran.
Inspeksi ditargetkan rampung dalam sepekan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penentuan jenis perbaikan, mulai dari penggantian sebagian hingga pembaruan total instalasi listrik yang dinilai tidak lagi layak.
"Jika ditemukan kabel rusak akibat gigitan tikus, sambungan yang terlepas, atau kerusakan lain yang membahayakan, maka akan dilakukan penggantian melalui Dinas Perkim," ujar Ami, sapaan akrab Zulhelmi.
Tak hanya instalasi di dalam rumah, PLN juga melakukan pengecekan jaringan listrik dari gardu distribusi, kabel sumber, kWh meter hingga meteran pelanggan. Perangkat yang sudah tua atau rusak akan diganti guna memastikan sistem kelistrikan tetap aman dan memenuhi standar.
Pada tahap awal, program ini menyasar 100 rumah dan ditargetkan selesai dalam bulan Juni.
Namun, program tersebut tidak berhenti di situ. Sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru, perbaikan instalasi listrik akan terus diperluas hingga akhir tahun dengan target menjangkau sekitar 2.500 rumah warga kurang mampu.
"Fokus utama program ini adalah mencegah kebakaran yang selama ini banyak dipicu oleh instalasi listrik yang tidak layak atau sudah mengalami kerusakan," pungkasnya. (kmf)


PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menggulirkan program perbaikan instalasi listrik bagi warga kurang mampu sebagai langkah nyata menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
Program tersebut diawali dengan inspeksi instalasi listrik di Gang Kopi I, Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Selasa (2/6/2026). Kegiatan itu dilakukan atas arahan langsung Wali Kota Pekanbaru.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan tim gabungan turun langsung meninjau kondisi instalasi listrik warga dari rumah ke rumah.
"Atas perintah wali kota, kami melakukan inspeksi di Gang Kopi I. Berdasarkan data dari lurah, terdapat sekitar 76 kepala keluarga di kawasan ini," kata Zulhelmi.
Ia menjelaskan, seluruh warga yang menjadi sasaran program telah diverifikasi melalui data Dinas Sosial. Hasil verifikasi menunjukkan mereka masuk kategori masyarakat kurang mampu pada kelompok desil satu hingga desil empat.
Untuk memastikan kondisi kelistrikan warga, Pemko melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), PT PLN, serta Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI).
Tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik rumah tangga guna mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran.
Inspeksi ditargetkan rampung dalam sepekan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penentuan jenis perbaikan, mulai dari penggantian sebagian hingga pembaruan total instalasi listrik yang dinilai tidak lagi layak.
"Jika ditemukan kabel rusak akibat gigitan tikus, sambungan yang terlepas, atau kerusakan lain yang membahayakan, maka akan dilakukan penggantian melalui Dinas Perkim," ujar Ami, sapaan akrab Zulhelmi.
Tak hanya instalasi di dalam rumah, PLN juga melakukan pengecekan jaringan listrik dari gardu distribusi, kabel sumber, kWh meter hingga meteran pelanggan. Perangkat yang sudah tua atau rusak akan diganti guna memastikan sistem kelistrikan tetap aman dan memenuhi standar.
Pada tahap awal, program ini menyasar 100 rumah dan ditargetkan selesai dalam bulan Juni.
Namun, program tersebut tidak berhenti di situ. Sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru, perbaikan instalasi listrik akan terus diperluas hingga akhir tahun dengan target menjangkau sekitar 2.500 rumah warga kurang mampu.
"Fokus utama program ini adalah mencegah kebakaran yang selama ini banyak dipicu oleh instalasi listrik yang tidak layak atau sudah mengalami kerusakan," pungkasnya. (kmf)