logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / TRANSPORTASI
Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penumpang Digelar
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi. (Foto: Ist/dtc)
Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penumpang Digelar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
2 Agustus 2026 | 16:28:48

JAKARTA - Operasi penyelamatan besar-besaran dilakukan setelah KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi. Ratusan penumpang dan awak kapal dievakuasi dalam kondisi darurat, bahkan sebagian di antaranya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang melahap hampir seluruh badan kapal.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat kapal berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Informasi pertama diterima sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Basarnas, KPLP, SROP Kalianget, serta berbagai unsur SAR lainnya.

iklan-view

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut segera mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211, sementara Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo sebagai dukungan operasi penyelamatan apabila diperlukan.

Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 adalah Meratus Project 3. Namun kapal tersebut tidak dapat langsung melakukan evakuasi karena sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo). Proses penyelamatan kemudian dilanjutkan oleh kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Hingga siang hari, sedikitnya lima kapal telah terlibat dalam operasi penyelamatan, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, KM Transco Arafura, serta Meratus Project 3.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengungkapkan, kapal tersebut mengangkut sekitar 250 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal. Namun jumlah pasti masih diverifikasi karena terdapat perbedaan antara laporan awal dengan data manifes perusahaan pelayaran.

"Informasi awal menyebut sekitar 250 orang berada di atas kapal. Saat ini data tersebut masih kami cocokkan dengan manifes," katanya.

Laporan dari lapangan menyebut kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Kepulauan Sapudi, ketika kebakaran terjadi. Setelah mengabarkan kondisi darurat, nahkoda dilaporkan tidak lagi dapat dihubungi.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan asap hitam pekat membumbung tinggi dari badan kapal. Hingga siang hari, sekitar 85 hingga 90 persen bagian kapal dilaporkan telah terbakar, meski lambung kapal masih mengapung.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy mengatakan sejumlah penumpang nekat melompat ke laut agar bisa segera dijemput kapal penyelamat, sementara sebagian lainnya tetap bertahan di haluan kapal yang dinilai masih relatif aman dari jilatan api.

"Beberapa penumpang memilih menceburkan diri ke laut untuk dievakuasi. Namun masih ada penumpang yang bertahan di bagian haluan kapal," ujarnya.

Untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Permadi 249 dari Surabaya serta Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Kalianget. Pemerintah Kabupaten Sumenep turut menyiapkan Pelabuhan Kalianget sebagai lokasi pendaratan seluruh penumpang setelah proses evakuasi selesai.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Otoritas pelayaran bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan, sementara fokus utama seluruh tim gabungan tetap diarahkan pada penyelamatan seluruh penumpang dan awak kapal. (**)

dari berbagai sumber

Home / News
Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penumpang Digelar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 2 Agustus 2026 | 16:28:48
Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penumpang Digelar
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi. (Foto: Ist/dtc)

JAKARTA - Operasi penyelamatan besar-besaran dilakukan setelah KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi. Ratusan penumpang dan awak kapal dievakuasi dalam kondisi darurat, bahkan sebagian di antaranya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang melahap hampir seluruh badan kapal.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat kapal berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Informasi pertama diterima sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Basarnas, KPLP, SROP Kalianget, serta berbagai unsur SAR lainnya.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut segera mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211, sementara Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo sebagai dukungan operasi penyelamatan apabila diperlukan.

Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 adalah Meratus Project 3. Namun kapal tersebut tidak dapat langsung melakukan evakuasi karena sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo). Proses penyelamatan kemudian dilanjutkan oleh kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Hingga siang hari, sedikitnya lima kapal telah terlibat dalam operasi penyelamatan, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, KM Transco Arafura, serta Meratus Project 3.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengungkapkan, kapal tersebut mengangkut sekitar 250 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal. Namun jumlah pasti masih diverifikasi karena terdapat perbedaan antara laporan awal dengan data manifes perusahaan pelayaran.

"Informasi awal menyebut sekitar 250 orang berada di atas kapal. Saat ini data tersebut masih kami cocokkan dengan manifes," katanya.

Laporan dari lapangan menyebut kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Kepulauan Sapudi, ketika kebakaran terjadi. Setelah mengabarkan kondisi darurat, nahkoda dilaporkan tidak lagi dapat dihubungi.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan asap hitam pekat membumbung tinggi dari badan kapal. Hingga siang hari, sekitar 85 hingga 90 persen bagian kapal dilaporkan telah terbakar, meski lambung kapal masih mengapung.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy mengatakan sejumlah penumpang nekat melompat ke laut agar bisa segera dijemput kapal penyelamat, sementara sebagian lainnya tetap bertahan di haluan kapal yang dinilai masih relatif aman dari jilatan api.

"Beberapa penumpang memilih menceburkan diri ke laut untuk dievakuasi. Namun masih ada penumpang yang bertahan di bagian haluan kapal," ujarnya.

Untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Permadi 249 dari Surabaya serta Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Kalianget. Pemerintah Kabupaten Sumenep turut menyiapkan Pelabuhan Kalianget sebagai lokasi pendaratan seluruh penumpang setelah proses evakuasi selesai.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Otoritas pelayaran bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan, sementara fokus utama seluruh tim gabungan tetap diarahkan pada penyelamatan seluruh penumpang dan awak kapal. (**)

dari berbagai sumber