logo
DPD Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Ukui Amankan Pelaku Pencurian Motor, Yamaha Jupiter Disembunyikan di Sema Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Serangan Tanker di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Bongkar Jaringan Sabu di Pangkalan Lesung, 29 Paket Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Catat 7 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gagal Lolos X-Ray di Bandara Pekanbaru, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kilogra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Diperiksa 13 Jam, Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung dan Dititipkan d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lahan Sudah Masuk Proyek Flyover, Warga Simpang Baru Belum Terima Ganti Rugi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Rohil
Empat Rumah Warga di Panipahan Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta
Rumah warga terbakar di Panipahan. (Foto: Romi Ramadani)
Empat Rumah Warga di Panipahan Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: romi ramadani
23 Juli 2026 | 12:32:30

ROKAN HILIR-Musibah kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Basra, RT 005/RW 030, Dusun 15, Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Selain menghanguskan empat rumah, dua bangunan lainnya terpaksa dibongkar untuk mencegah api meluas ke permukiman sekitar.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 17.05 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, enam kepala keluarga terdampak langsung akibat kebakaran yang melanda kawasan dengan jarak antarrumah yang relatif rapat tersebut.

Empat rumah yang hangus terbakar masing-masing milik Basir (60), Khalifah Ali (80), Tholib (65), dan Ridwan (39). Sementara itu, rumah milik Aji Muslim (36) dan Tarmizi (58) dibongkar secara darurat untuk membuat sekat agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan lainnya.

Sejauh ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Personel Polsek Panipahan bersama TNI dan masyarakat masih melakukan proses pendinginan serta pengamanan di lokasi setelah api berhasil dikendalikan.

iklan-view

Selama proses pemadaman, warga juga bahu-membahu mengevakuasi penghuni rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan sebelum api membesar.

Tokoh masyarakat Panipahan, Nasrisyam mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti tetap menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," ujarnya.

Menurut Nasrisyam, warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api.

"Warga berusaha memadamkan api secara manual, tetapi api terus membesar. Kami hanya sempat menyelamatkan sebagian barang-barang milik warga sebelum rumah terbakar seluruhnya," katanya.

Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Karena itu, keputusan membongkar dua rumah di sekitar lokasi menjadi langkah darurat untuk memutus jalur rambatan api.

Langkah tersebut dinilai berhasil mengurangi potensi kerusakan yang lebih besar. Jika tidak dilakukan, kobaran api dikhawatirkan akan menghanguskan lebih banyak rumah di kawasan tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa, musibah ini menyebabkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka. Nilai kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta menjadi beban berat bagi warga yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari pekerjaan serabutan.

Nasrisyam berharap, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera menyalurkan bantuan darurat kepada para korban, baik berupa kebutuhan pokok maupun dukungan untuk pemulihan tempat tinggal.

"Korban merupakan masyarakat biasa yang sebagian besar bekerja serabutan. Kami berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan sehingga para korban bisa kembali bangkit setelah musibah ini," katanya.

Selain bantuan kemanusiaan, peristiwa ini juga menjadi pengingat penting mengenai potensi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk. Dugaan awal adanya korsleting listrik menunjukkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala untuk meminimalkan risiko kebakaran, terutama pada kawasan dengan bangunan yang berdempetan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti sekaligus langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Bagi masyarakat Panipahan, kebakaran ini bukan hanya meninggalkan kerugian materi, tetapi juga menjadi ujian bagi warga yang kini harus memulai kembali kehidupan mereka setelah kehilangan rumah akibat amukan si jago merah. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan agar proses pemulihan para korban dapat berlangsung lebih cepat. (romi)

Home / News
Empat Rumah Warga di Panipahan Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 23 Juli 2026 | 12:32:30
Empat Rumah Warga di Panipahan Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta
Rumah warga terbakar di Panipahan. (Foto: Romi Ramadani)

ROKAN HILIR-Musibah kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Basra, RT 005/RW 030, Dusun 15, Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Selain menghanguskan empat rumah, dua bangunan lainnya terpaksa dibongkar untuk mencegah api meluas ke permukiman sekitar.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 17.05 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, enam kepala keluarga terdampak langsung akibat kebakaran yang melanda kawasan dengan jarak antarrumah yang relatif rapat tersebut.

Empat rumah yang hangus terbakar masing-masing milik Basir (60), Khalifah Ali (80), Tholib (65), dan Ridwan (39). Sementara itu, rumah milik Aji Muslim (36) dan Tarmizi (58) dibongkar secara darurat untuk membuat sekat agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan lainnya.

Sejauh ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Personel Polsek Panipahan bersama TNI dan masyarakat masih melakukan proses pendinginan serta pengamanan di lokasi setelah api berhasil dikendalikan.

Selama proses pemadaman, warga juga bahu-membahu mengevakuasi penghuni rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan sebelum api membesar.

Tokoh masyarakat Panipahan, Nasrisyam mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti tetap menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," ujarnya.

Menurut Nasrisyam, warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api.

"Warga berusaha memadamkan api secara manual, tetapi api terus membesar. Kami hanya sempat menyelamatkan sebagian barang-barang milik warga sebelum rumah terbakar seluruhnya," katanya.

Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Karena itu, keputusan membongkar dua rumah di sekitar lokasi menjadi langkah darurat untuk memutus jalur rambatan api.

Langkah tersebut dinilai berhasil mengurangi potensi kerusakan yang lebih besar. Jika tidak dilakukan, kobaran api dikhawatirkan akan menghanguskan lebih banyak rumah di kawasan tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa, musibah ini menyebabkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka. Nilai kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta menjadi beban berat bagi warga yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari pekerjaan serabutan.

Nasrisyam berharap, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera menyalurkan bantuan darurat kepada para korban, baik berupa kebutuhan pokok maupun dukungan untuk pemulihan tempat tinggal.

"Korban merupakan masyarakat biasa yang sebagian besar bekerja serabutan. Kami berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan sehingga para korban bisa kembali bangkit setelah musibah ini," katanya.

Selain bantuan kemanusiaan, peristiwa ini juga menjadi pengingat penting mengenai potensi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk. Dugaan awal adanya korsleting listrik menunjukkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala untuk meminimalkan risiko kebakaran, terutama pada kawasan dengan bangunan yang berdempetan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti sekaligus langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Bagi masyarakat Panipahan, kebakaran ini bukan hanya meninggalkan kerugian materi, tetapi juga menjadi ujian bagi warga yang kini harus memulai kembali kehidupan mereka setelah kehilangan rumah akibat amukan si jago merah. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan agar proses pemulihan para korban dapat berlangsung lebih cepat. (romi)