logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Bergerak Bantu WNI
Rumah-rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Prefektur Kumamoto, Jepang, Kamis (30/7/2027). (Foto: Antara)
UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Bergerak Bantu WNI
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
2 Agustus 2026 | 16:50:45

TOKYO - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, terus bertambah. Hingga Minggu (2/8/2026), sedikitnya 38 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan warga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut.

Penyiar publik NHK melaporkan, sebanyak 36 korban telah dipastikan meninggal dunia, sedangkan dua kematian lainnya masih diselidiki untuk memastikan keterkaitannya dengan gempa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) lalu.

Dampak gempa masih sangat terasa. Lebih dari 9.200 warga masih mengungsi di sekitar 210 lokasi penampungan, sementara sedikitnya 3.400 rumah mengalami kerusakan. Di sisi lain, pasokan air bersih belum pulih di lebih dari 69.000 rumah tangga dan tempat usaha, sedangkan sejumlah fasilitas kesehatan masih berjuang memulihkan layanan.

iklan-view

Cuaca panas juga memperburuk kondisi para penyintas. Otoritas setempat melaporkan sekitar 30 orang dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami sengatan panas setelah suhu di beberapa wilayah Kumamoto mencapai lebih dari 37 derajat Celsius pada Sabtu (1/8/2026).

Pemerintah Prefektur Kumamoto mengingatkan bahwa proses pendataan kerusakan masih berlangsung sehingga jumlah bangunan yang rusak diperkirakan akan terus bertambah.

Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan di pusat perbelanjaan Aeon resmi dihentikan pada Sabtu setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik terparah, di mana tujuh pekerja tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi sesaat setelah gempa mengguncang kawasan itu.

Di tengah kondisi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak di Kota Uki dan Kota Uto, Prefektur Kumamoto.

Melalui Tim Tanggap Darurat yang dipimpin Sekretaris Pertama Fungsi Protokol Konsuler Hernawan Bagaskoro Abid, KBRI mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok seperti air minum, beras, mi instan, hingga obat-obatan. Penyaluran bantuan dilakukan bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kumamoto dan komunitas Fumaku.

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengatakan sejak hari pertama bencana KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan komunitas WNI di Kumamoto untuk memastikan kondisi seluruh warga Indonesia sekaligus menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

"Kami meminta seluruh WNI tetap waspada karena gempa susulan masih terus terjadi dan agar selalu mengikuti arahan otoritas setempat," ujar Kartini.

Ia juga mengapresiasi solidaritas komunitas Indonesia di Kumamoto yang sejak awal aktif membantu pendataan hingga distribusi bantuan bagi sesama WNI terdampak.

Meski aktivitas masyarakat di Kumamoto mulai berangsur pulih, distribusi logistik dan layanan publik masih belum sepenuhnya normal. Pembelian kebutuhan pokok pun masih dibatasi karena rantai pasok di wilayah terdampak belum stabil.

KBRI Tokyo bersama KJRI Osaka memastikan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah Jepang dan komunitas WNI untuk memastikan keselamatan warga Indonesia di wilayah terdampak bencana. (ntr/lp6)

Tags: gempa jepang
Home / News
UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Bergerak Bantu WNI
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 2 Agustus 2026 | 16:50:45
UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Bergerak Bantu WNI
Rumah-rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Prefektur Kumamoto, Jepang, Kamis (30/7/2027). (Foto: Antara)

TOKYO - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, terus bertambah. Hingga Minggu (2/8/2026), sedikitnya 38 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan warga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut.

Penyiar publik NHK melaporkan, sebanyak 36 korban telah dipastikan meninggal dunia, sedangkan dua kematian lainnya masih diselidiki untuk memastikan keterkaitannya dengan gempa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) lalu.

Dampak gempa masih sangat terasa. Lebih dari 9.200 warga masih mengungsi di sekitar 210 lokasi penampungan, sementara sedikitnya 3.400 rumah mengalami kerusakan. Di sisi lain, pasokan air bersih belum pulih di lebih dari 69.000 rumah tangga dan tempat usaha, sedangkan sejumlah fasilitas kesehatan masih berjuang memulihkan layanan.

Cuaca panas juga memperburuk kondisi para penyintas. Otoritas setempat melaporkan sekitar 30 orang dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami sengatan panas setelah suhu di beberapa wilayah Kumamoto mencapai lebih dari 37 derajat Celsius pada Sabtu (1/8/2026).

Pemerintah Prefektur Kumamoto mengingatkan bahwa proses pendataan kerusakan masih berlangsung sehingga jumlah bangunan yang rusak diperkirakan akan terus bertambah.

Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan di pusat perbelanjaan Aeon resmi dihentikan pada Sabtu setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik terparah, di mana tujuh pekerja tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi sesaat setelah gempa mengguncang kawasan itu.

Di tengah kondisi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak di Kota Uki dan Kota Uto, Prefektur Kumamoto.

Melalui Tim Tanggap Darurat yang dipimpin Sekretaris Pertama Fungsi Protokol Konsuler Hernawan Bagaskoro Abid, KBRI mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok seperti air minum, beras, mi instan, hingga obat-obatan. Penyaluran bantuan dilakukan bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kumamoto dan komunitas Fumaku.

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengatakan sejak hari pertama bencana KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan komunitas WNI di Kumamoto untuk memastikan kondisi seluruh warga Indonesia sekaligus menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

"Kami meminta seluruh WNI tetap waspada karena gempa susulan masih terus terjadi dan agar selalu mengikuti arahan otoritas setempat," ujar Kartini.

Ia juga mengapresiasi solidaritas komunitas Indonesia di Kumamoto yang sejak awal aktif membantu pendataan hingga distribusi bantuan bagi sesama WNI terdampak.

Meski aktivitas masyarakat di Kumamoto mulai berangsur pulih, distribusi logistik dan layanan publik masih belum sepenuhnya normal. Pembelian kebutuhan pokok pun masih dibatasi karena rantai pasok di wilayah terdampak belum stabil.

KBRI Tokyo bersama KJRI Osaka memastikan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah Jepang dan komunitas WNI untuk memastikan keselamatan warga Indonesia di wilayah terdampak bencana. (ntr/lp6)

Tags: gempa jepang