
PEKANBARU – Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai titik rawan peredaran narkotika di Kota Pekanbaru perlahan mulai berubah. Melalui program Kampung Tangguh Narkoba, sejumlah lingkungan yang sempat dicap sebagai "kampung narkoba" kini menunjukkan penurunan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika, sekaligus diwarnai berbagai kegiatan sosial masyarakat.
Perubahan tersebut turut mengantarkan Polresta Pekanbaru meraih Juara I Lomba Kampung Tangguh Narkoba tingkat Polda Riau dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Tak hanya itu, Polresta Pekanbaru juga membawa pulang Juara I Lomba Ketahanan Pangan kategori Manajemen Media tingkat Polres serta penghargaan pada Lomba Telaah Intelijen, sehingga memborong tiga penghargaan sekaligus.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, satgas, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih aman dari ancaman narkotika.

Menurutnya, program Kampung Tangguh Narkoba tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat.
"Wilayah yang sebelumnya rawan narkoba kini menunjukkan penurunan aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Masyarakat juga mulai aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan aktivitas positif yang diinisiasi bersama Satgas dan Pemerintah Kota Pekanbaru," kata Muharman, Kamis (2/7/2026).
Ia berharap sinergi yang telah terbangun terus diperkuat agar penyalahgunaan narkotika semakin menurun, bukan hanya di kawasan Kampung Tangguh Narkoba, tetapi di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
Selain keberhasilan dalam program pemberantasan narkoba, penghargaan di bidang Manajemen Media juga menjadi indikator kuatnya komunikasi Polresta Pekanbaru dengan insan pers dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan edukatif kepada publik. Sementara penghargaan pada Lomba Telaah Intelijen menunjukkan penguatan fungsi analisis dan deteksi dini dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Raihan tiga penghargaan tersebut menjadi kado Hari Bhayangkara ke-80 bagi Polresta Pekanbaru sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan kolaboratif mampu mengubah kawasan yang pernah identik dengan peredaran narkoba menjadi lingkungan yang lebih aman dan produktif. (ric)






PEKANBARU – Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai titik rawan peredaran narkotika di Kota Pekanbaru perlahan mulai berubah. Melalui program Kampung Tangguh Narkoba, sejumlah lingkungan yang sempat dicap sebagai "kampung narkoba" kini menunjukkan penurunan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika, sekaligus diwarnai berbagai kegiatan sosial masyarakat.
Perubahan tersebut turut mengantarkan Polresta Pekanbaru meraih Juara I Lomba Kampung Tangguh Narkoba tingkat Polda Riau dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Tak hanya itu, Polresta Pekanbaru juga membawa pulang Juara I Lomba Ketahanan Pangan kategori Manajemen Media tingkat Polres serta penghargaan pada Lomba Telaah Intelijen, sehingga memborong tiga penghargaan sekaligus.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, satgas, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih aman dari ancaman narkotika.
Menurutnya, program Kampung Tangguh Narkoba tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat.
"Wilayah yang sebelumnya rawan narkoba kini menunjukkan penurunan aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Masyarakat juga mulai aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan aktivitas positif yang diinisiasi bersama Satgas dan Pemerintah Kota Pekanbaru," kata Muharman, Kamis (2/7/2026).
Ia berharap sinergi yang telah terbangun terus diperkuat agar penyalahgunaan narkotika semakin menurun, bukan hanya di kawasan Kampung Tangguh Narkoba, tetapi di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
Selain keberhasilan dalam program pemberantasan narkoba, penghargaan di bidang Manajemen Media juga menjadi indikator kuatnya komunikasi Polresta Pekanbaru dengan insan pers dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan edukatif kepada publik. Sementara penghargaan pada Lomba Telaah Intelijen menunjukkan penguatan fungsi analisis dan deteksi dini dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Raihan tiga penghargaan tersebut menjadi kado Hari Bhayangkara ke-80 bagi Polresta Pekanbaru sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan kolaboratif mampu mengubah kawasan yang pernah identik dengan peredaran narkoba menjadi lingkungan yang lebih aman dan produktif. (ric)