logo
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pejabat Pemko Pekanbaru Berkinerja Buruk Siap Diganti, Agung Nugroho Terapkan Ev Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pets Day Out 2026 Pekanbaru Jadi Magnet Pecinta Satwa, Edukasi Reptil hingga Vak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Pangkalan Kerinci Ringkus Lima Pelaku Pengeroyokan di Terusan Baru, Motif Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Disembunyikan di Selangkangan, Penumpang di Bandara SSK II Kedapatan Bawa 2,2 Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini Masih Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi APJII Riau Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Perluas Akses Internet Berkualit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD Golkar Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / RIAU
Pesan Menyentuh Kapolda Riau untuk Calon Polisi: Saat Lelah, Ingat Doa Orang Tua
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memotong rambut salah seorang siswa menandai dimulainya pendidilan Secaba Polri di SPN Polda Riau, Senin (20/7/2026). (Foto: Ujang)
Pesan Menyentuh Kapolda Riau untuk Calon Polisi: Saat Lelah, Ingat Doa Orang Tua
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ujang andrian
20 Juli 2026 | 12:42:58

KAMPAR - Sebanyak 119 siswa Bintara Polri resmi memulai perjalanan mereka menjadi anggota kepolisian melalui pendidikan pembentukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Senin (20/7/2026).

Momen pembukaan pendidikan berlangsung khidmat dan penuh harapan. Upacara dipimpin langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, sebagai bagian dari pembukaan pendidikan Bintara Polri serentak di seluruh Indonesia yang diikuti 4.709 peserta didik.

Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil melewati proses seleksi yang ketat. Menurutnya, mereka adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah dipercaya untuk mengemban tugas mulia sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Perjalanan kalian baru saja dimulai. Pendidikan ini bukan hanya untuk membentuk kemampuan fisik dan keterampilan kepolisian, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan jiwa pengabdian,” ujar Kapolda.

iklan-view

Selama lima bulan ke depan, para siswa akan menjalani berbagai tahapan pendidikan yang dirancang untuk membentuk personel Polri yang profesional, berintegritas, dan humanis. Tahun ini, pendidikan mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif.”

Kapolda menegaskan bahwa kualitas seorang polisi tidak hanya diukur dari kemampuan fisik atau ketangguhan menghadapi latihan berat. Lebih penting dari itu adalah kemampuan menjaga moral, berpikir matang, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Khusus bagi para siswa yang nantinya bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), ia mengingatkan bahwa mereka akan menjadi wajah pertama Polri di mata masyarakat. Karena itu, setiap laporan harus diterima dengan cepat, santun, dan penuh empati, tanpa mengabaikan kepastian hukum serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Di hadapan para siswa, Irjen Pol Herry Heryawan juga menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia mengingatkan agar para peserta didik tidak melupakan perjuangan dan doa orang tua yang telah mengantarkan mereka hingga ke gerbang pendidikan kepolisian.

“Apabila kalian lelah, ingat kembali tujuan kalian datang ke tempat ini. Apabila ingin menyerah, ingatlah doa dan harapan orang tua yang mengiringi langkah kalian. Keringat yang kalian keluarkan hari ini akan menjadi kebanggaan di masa depan,” pesannya.

Kapolda meminta seluruh siswa menjaga kesehatan, mempersiapkan mental dan fisik, menaati aturan, menghormati para pendidik, serta memperkuat solidaritas selama menjalani pendidikan. Ia juga mengingatkan agar para siswa meninggalkan sikap egois dan terus menumbuhkan semangat belajar.

Sementara itu, kepada para tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan personel SPN, Kapolda menegaskan pentingnya menjalankan proses pendidikan secara profesional, tegas, adil, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Ia secara tegas melarang segala bentuk kekerasan, perundungan, penghinaan, maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.

“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh menghilangkan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,” tegasnya.

Melalui pendidikan ini, Kapolda berharap para siswa mampu menyelesaikan seluruh tahapan dengan disiplin dan tanggung jawab hingga akhirnya dilantik menjadi anggota Polri yang profesional, berintegritas, humanis, dan benar-benar menjadi Bhayangkara sejati bagi masyarakat. (ujg)

Home / Hukum
Pesan Menyentuh Kapolda Riau untuk Calon Polisi: Saat Lelah, Ingat Doa Orang Tua
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ujang andrian
Rubrik: hukum | 20 Juli 2026 | 12:42:58
Pesan Menyentuh Kapolda Riau untuk Calon Polisi: Saat Lelah, Ingat Doa Orang Tua
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memotong rambut salah seorang siswa menandai dimulainya pendidilan Secaba Polri di SPN Polda Riau, Senin (20/7/2026). (Foto: Ujang)

KAMPAR - Sebanyak 119 siswa Bintara Polri resmi memulai perjalanan mereka menjadi anggota kepolisian melalui pendidikan pembentukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Senin (20/7/2026).

Momen pembukaan pendidikan berlangsung khidmat dan penuh harapan. Upacara dipimpin langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, sebagai bagian dari pembukaan pendidikan Bintara Polri serentak di seluruh Indonesia yang diikuti 4.709 peserta didik.

Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil melewati proses seleksi yang ketat. Menurutnya, mereka adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah dipercaya untuk mengemban tugas mulia sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Perjalanan kalian baru saja dimulai. Pendidikan ini bukan hanya untuk membentuk kemampuan fisik dan keterampilan kepolisian, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan jiwa pengabdian,” ujar Kapolda.

Selama lima bulan ke depan, para siswa akan menjalani berbagai tahapan pendidikan yang dirancang untuk membentuk personel Polri yang profesional, berintegritas, dan humanis. Tahun ini, pendidikan mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif.”

Kapolda menegaskan bahwa kualitas seorang polisi tidak hanya diukur dari kemampuan fisik atau ketangguhan menghadapi latihan berat. Lebih penting dari itu adalah kemampuan menjaga moral, berpikir matang, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Khusus bagi para siswa yang nantinya bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), ia mengingatkan bahwa mereka akan menjadi wajah pertama Polri di mata masyarakat. Karena itu, setiap laporan harus diterima dengan cepat, santun, dan penuh empati, tanpa mengabaikan kepastian hukum serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Di hadapan para siswa, Irjen Pol Herry Heryawan juga menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia mengingatkan agar para peserta didik tidak melupakan perjuangan dan doa orang tua yang telah mengantarkan mereka hingga ke gerbang pendidikan kepolisian.

“Apabila kalian lelah, ingat kembali tujuan kalian datang ke tempat ini. Apabila ingin menyerah, ingatlah doa dan harapan orang tua yang mengiringi langkah kalian. Keringat yang kalian keluarkan hari ini akan menjadi kebanggaan di masa depan,” pesannya.

Kapolda meminta seluruh siswa menjaga kesehatan, mempersiapkan mental dan fisik, menaati aturan, menghormati para pendidik, serta memperkuat solidaritas selama menjalani pendidikan. Ia juga mengingatkan agar para siswa meninggalkan sikap egois dan terus menumbuhkan semangat belajar.

Sementara itu, kepada para tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan personel SPN, Kapolda menegaskan pentingnya menjalankan proses pendidikan secara profesional, tegas, adil, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Ia secara tegas melarang segala bentuk kekerasan, perundungan, penghinaan, maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.

“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh menghilangkan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,” tegasnya.

Melalui pendidikan ini, Kapolda berharap para siswa mampu menyelesaikan seluruh tahapan dengan disiplin dan tanggung jawab hingga akhirnya dilantik menjadi anggota Polri yang profesional, berintegritas, humanis, dan benar-benar menjadi Bhayangkara sejati bagi masyarakat. (ujg)