logo
Polres Pelalawan Gerebek Judi Sabung Ayam: 39 Orang Diamankan, Pemilik Lapak Dit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Enam Dokter Magang Meninggal, 10.564 Peserta Internsip Bakal Jalani MCU dan Skri Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DKPP Hukum Anggota KPU RI dan KPU Jabar, Penggunaan Helikopter Dinilai Langgar E Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Mulai 30 Juli, Akses Keluar Tol Pekanbaru–Dumai Dialihkan, Pengendara Diminta Le Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pajero Sport Istri Kedua Suhardiman Disita KPK, Penyidik Dalami Lelang Jabatan h Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sempat Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat Jelang Keputusan The Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teror Monyet Liar di Inhil: 7 Warga Luka-Luka Diserang Hingga Harus Dilarikan ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Runway Bandara SSK II, Jam Operasional Berubah Sampai 11 Agustus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Tsunami Diwaspadai, Warga Diminta Mengungsi
Ilustrasi gempa.
BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Tsunami Diwaspadai, Warga Diminta Mengungsi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
28 Juli 2026 | 16:33:15

JAKARTA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Guncangan kuat itu memicu peringatan tsunami, membuat pemerintah Jepang mengaktifkan sistem peringatan darurat dan menghentikan sementara operasional kereta cepat Shinkansen.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat dengan pusat gempa berada di Kumamoto pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Intensitas guncangan mencapai level 7 pada skala Shindo, salah satu tingkat tertinggi yang digunakan Jepang untuk mengukur kekuatan gempa di permukaan.

Tak lama setelah gempa mengguncang, sirene peringatan dini berbunyi di sejumlah wilayah. JMA langsung mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang setinggi satu meter yang diperkirakan menerjang pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro.

Warga di kawasan pantai diminta segera meninggalkan rumah, pelabuhan, dan muara sungai menuju lokasi yang lebih tinggi. Status siaga diberlakukan di sejumlah prefektur di Pulau Kyushu, yakni Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki.

iklan-view

Dampak gempa juga meluas ke sektor transportasi. Operator JR Kyushu menghentikan sementara seluruh layanan kereta di wilayah terdampak, termasuk jaringan kereta cepat Shinkansen, demi memastikan keselamatan penumpang.

Meski tinggi gelombang diperkirakan hanya sekitar satu meter, otoritas Jepang menegaskan tsunami tetap berbahaya karena arusnya dapat menyeret manusia, kendaraan, hingga material di sepanjang pesisir.

Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi Hawaii maupun Samoa Amerika.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dampak masih berlangsung. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan, sementara pemerintah Jepang terus memantau potensi gempa susulan dan perkembangan kondisi di wilayah terdampak. (**/cnbc)

Home / News
BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Tsunami Diwaspadai, Warga Diminta Mengungsi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 28 Juli 2026 | 16:33:15
BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Tsunami Diwaspadai, Warga Diminta Mengungsi
Ilustrasi gempa.

JAKARTA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Guncangan kuat itu memicu peringatan tsunami, membuat pemerintah Jepang mengaktifkan sistem peringatan darurat dan menghentikan sementara operasional kereta cepat Shinkansen.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat dengan pusat gempa berada di Kumamoto pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Intensitas guncangan mencapai level 7 pada skala Shindo, salah satu tingkat tertinggi yang digunakan Jepang untuk mengukur kekuatan gempa di permukaan.

Tak lama setelah gempa mengguncang, sirene peringatan dini berbunyi di sejumlah wilayah. JMA langsung mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang setinggi satu meter yang diperkirakan menerjang pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro.

Warga di kawasan pantai diminta segera meninggalkan rumah, pelabuhan, dan muara sungai menuju lokasi yang lebih tinggi. Status siaga diberlakukan di sejumlah prefektur di Pulau Kyushu, yakni Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki.

Dampak gempa juga meluas ke sektor transportasi. Operator JR Kyushu menghentikan sementara seluruh layanan kereta di wilayah terdampak, termasuk jaringan kereta cepat Shinkansen, demi memastikan keselamatan penumpang.

Meski tinggi gelombang diperkirakan hanya sekitar satu meter, otoritas Jepang menegaskan tsunami tetap berbahaya karena arusnya dapat menyeret manusia, kendaraan, hingga material di sepanjang pesisir.

Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi Hawaii maupun Samoa Amerika.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dampak masih berlangsung. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan, sementara pemerintah Jepang terus memantau potensi gempa susulan dan perkembangan kondisi di wilayah terdampak. (**/cnbc)