
INDRAGIRI HULU - Polres Indragiri Hulu (Inhu) mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual berkedok pengobatan tradisional. Seorang pria lanjut usia berinisial WH alias Wanhar (75) diamankan polisi setelah diduga memanfaatkan kepercayaan pasien dengan modus “nikah batin” sebagai syarat kesembuhan.
Pelaku ditangkap Tim Opsnal Narasinga Satreskrim Polres Inhu di kediamannya di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.
Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra melalui Kasi Humas Aiptu Misran membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pengungkapan kasus bermula dari laporan seorang perempuan berinisial S (45), warga Kecamatan Rengat.
“Pelaku diamankan berdasarkan laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap korban,” kata Misran, Rabu (29/7/2026).

Dari hasil penyelidikan, peristiwa itu bermula pada Desember 2021 ketika korban datang meminta pengobatan karena mengalami gangguan kesehatan. Pelaku yang dikenal sebagai pengobat tradisional disebut melakukan ritual tertentu dan memberikan ramuan kepada korban.
Beberapa hari kemudian, pelaku kembali menghubungi korban dan menyatakan penyakit yang dideritanya tidak dapat disembuhkan dengan cara biasa. Dalam kondisi berharap sembuh, korban kemudian diyakinkan bahwa pengobatan harus disertai “nikah batin”.
Polisi menduga pelaku menggunakan dalih tersebut untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum. Dugaan kekerasan seksual itu disebut terjadi beberapa kali di rumah korban pada pertengahan Desember 2021.
Kasus ini baru terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada suaminya. Setelah mendapat dukungan keluarga, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres Inhu.
Menindaklanjuti laporan itu, Satreskrim Polres Inhu melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan di rumahnya tanpa perlawanan.
Saat ini, WH telah dibawa ke Mako Polres Inhu untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami seluruh keterangan serta mengumpulkan alat bukti terkait dugaan tindak pidana tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik pengobatan yang tidak masuk akal, terlebih yang mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan norma agama dan hukum,” tegas Aiptu Misran.
Polres Inhu memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh dan kasus tersebut akan ditangani hingga tuntas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (ujg)






INDRAGIRI HULU - Polres Indragiri Hulu (Inhu) mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual berkedok pengobatan tradisional. Seorang pria lanjut usia berinisial WH alias Wanhar (75) diamankan polisi setelah diduga memanfaatkan kepercayaan pasien dengan modus “nikah batin” sebagai syarat kesembuhan.
Pelaku ditangkap Tim Opsnal Narasinga Satreskrim Polres Inhu di kediamannya di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.
Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra melalui Kasi Humas Aiptu Misran membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pengungkapan kasus bermula dari laporan seorang perempuan berinisial S (45), warga Kecamatan Rengat.
“Pelaku diamankan berdasarkan laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap korban,” kata Misran, Rabu (29/7/2026).
Dari hasil penyelidikan, peristiwa itu bermula pada Desember 2021 ketika korban datang meminta pengobatan karena mengalami gangguan kesehatan. Pelaku yang dikenal sebagai pengobat tradisional disebut melakukan ritual tertentu dan memberikan ramuan kepada korban.
Beberapa hari kemudian, pelaku kembali menghubungi korban dan menyatakan penyakit yang dideritanya tidak dapat disembuhkan dengan cara biasa. Dalam kondisi berharap sembuh, korban kemudian diyakinkan bahwa pengobatan harus disertai “nikah batin”.
Polisi menduga pelaku menggunakan dalih tersebut untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum. Dugaan kekerasan seksual itu disebut terjadi beberapa kali di rumah korban pada pertengahan Desember 2021.
Kasus ini baru terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada suaminya. Setelah mendapat dukungan keluarga, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres Inhu.
Menindaklanjuti laporan itu, Satreskrim Polres Inhu melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan di rumahnya tanpa perlawanan.
Saat ini, WH telah dibawa ke Mako Polres Inhu untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami seluruh keterangan serta mengumpulkan alat bukti terkait dugaan tindak pidana tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik pengobatan yang tidak masuk akal, terlebih yang mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan norma agama dan hukum,” tegas Aiptu Misran.
Polres Inhu memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh dan kasus tersebut akan ditangani hingga tuntas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (ujg)