logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Massa Simpatisan Padati PN Pekanbaru, Desak Hakim Bebaskan Abdul Wahid
Suasana pendukung Abdul Wahid di PN Pekanbaru, saat sidang pembacaan putusan
Massa Simpatisan Padati PN Pekanbaru, Desak Hakim Bebaskan Abdul Wahid
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 30 Juli 2026 | 12:10:37

PEKANBARU- Ratusan simpatisan memadati kawasan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (30/7/2026), untuk mengawal jalannya sidang putusan terhadap Abdul Wahid. Kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral kepada tokoh yang tengah menjalani proses hukum tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pagi massa telah berdatangan dan berkumpul di sejumlah titik di dalam kompleks pengadilan. Meski pelataran parkir masih basah akibat hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru, para simpatisan tetap bertahan menunggu jalannya persidangan.

Sebagian warga tampak memadati area depan gedung utama PN Pekanbaru dan sekitar pos penjagaan. Sementara itu, kelompok lainnya memilih berkumpul di teras Musholla Al-Ikhlas yang berada di lingkungan pengadilan.

iklan-view

Di area musholla, sejumlah simpatisan terlihat duduk lesehan sembari memanjatkan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat. Mereka berharap majelis hakim memberikan putusan yang dianggap seadil-adilnya serta mengabulkan harapan agar Abdul Wahid dibebaskan.

Dukungan terhadap Abdul Wahid juga terlihat melalui sebuah poster yang diletakkan di tengah kerumunan warga di depan musholla. Poster tersebut menampilkan foto Abdul Wahid mengenakan pakaian dinas dengan tulisan mencolok berwarna merah dan hitam bertuliskan, "BEBASKAN! ABDUL WAHID."

Selain membawa poster, massa juga tampak saling berdiskusi mengenai perkembangan persidangan sembari menunggu informasi dari dalam ruang sidang. Hingga siang hari, mereka tetap bertahan di luar gedung pengadilan dengan tertib.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aparat kepolisian mengerahkan sejumlah personel di berbagai titik strategis di lingkungan PN Pekanbaru. Petugas berjaga di pintu masuk, area parkir, hingga sekitar gedung persidangan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Arus keluar-masuk pengunjung pengadilan juga terpantau berjalan normal meski jumlah massa yang hadir cukup banyak. Aparat terus mengimbau para simpatisan agar menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jalannya proses persidangan.

Hingga berita ini diturunkan, sidang masih berlangsung dan belum ada putusan yang disampaikan kepada publik. Ratusan simpatisan masih bertahan di luar gedung pengadilan sambil menunggu hasil persidangan. Mereka berharap majelis hakim memberikan putusan yang berpihak pada rasa keadilan sesuai fakta-fakta yang terungkap selama proses persidangan berlangsung.

Home / News
Massa Simpatisan Padati PN Pekanbaru, Desak Hakim Bebaskan Abdul Wahid
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 30 Juli 2026 | 12:10:37
Massa Simpatisan Padati PN Pekanbaru, Desak Hakim Bebaskan Abdul Wahid
Suasana pendukung Abdul Wahid di PN Pekanbaru, saat sidang pembacaan putusan

PEKANBARU- Ratusan simpatisan memadati kawasan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (30/7/2026), untuk mengawal jalannya sidang putusan terhadap Abdul Wahid. Kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral kepada tokoh yang tengah menjalani proses hukum tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pagi massa telah berdatangan dan berkumpul di sejumlah titik di dalam kompleks pengadilan. Meski pelataran parkir masih basah akibat hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru, para simpatisan tetap bertahan menunggu jalannya persidangan.

Sebagian warga tampak memadati area depan gedung utama PN Pekanbaru dan sekitar pos penjagaan. Sementara itu, kelompok lainnya memilih berkumpul di teras Musholla Al-Ikhlas yang berada di lingkungan pengadilan.

Di area musholla, sejumlah simpatisan terlihat duduk lesehan sembari memanjatkan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat. Mereka berharap majelis hakim memberikan putusan yang dianggap seadil-adilnya serta mengabulkan harapan agar Abdul Wahid dibebaskan.

Dukungan terhadap Abdul Wahid juga terlihat melalui sebuah poster yang diletakkan di tengah kerumunan warga di depan musholla. Poster tersebut menampilkan foto Abdul Wahid mengenakan pakaian dinas dengan tulisan mencolok berwarna merah dan hitam bertuliskan, "BEBASKAN! ABDUL WAHID."

Selain membawa poster, massa juga tampak saling berdiskusi mengenai perkembangan persidangan sembari menunggu informasi dari dalam ruang sidang. Hingga siang hari, mereka tetap bertahan di luar gedung pengadilan dengan tertib.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aparat kepolisian mengerahkan sejumlah personel di berbagai titik strategis di lingkungan PN Pekanbaru. Petugas berjaga di pintu masuk, area parkir, hingga sekitar gedung persidangan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Arus keluar-masuk pengunjung pengadilan juga terpantau berjalan normal meski jumlah massa yang hadir cukup banyak. Aparat terus mengimbau para simpatisan agar menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jalannya proses persidangan.

Hingga berita ini diturunkan, sidang masih berlangsung dan belum ada putusan yang disampaikan kepada publik. Ratusan simpatisan masih bertahan di luar gedung pengadilan sambil menunggu hasil persidangan. Mereka berharap majelis hakim memberikan putusan yang berpihak pada rasa keadilan sesuai fakta-fakta yang terungkap selama proses persidangan berlangsung.