
PEKANBARU - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Lonjakan karhutla di wilayah tetangga yaitu Kabupaten Pelalawan memicu penurunan kualitas udara hingga mencapai level tidak sehat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 335 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Riau pada Minggu (23/8/2026). Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang terbesar dengan konsentrasi mencapai 216 titik panas.
Forecaster BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyebut, Ranti Kurniadi menyebut, arah angin yang berhembus konstan dari Tenggara membawa kabut asap kiriman dari Kabupaten Pelalawan langsung menuju pusat Kota Pekanbaru.

"Untuk arah angin bertiup dari tenggara hingga selatan menuju barat laut dan utara, sedangkan Pelalawan berada di sebelah tenggaranya Pekanbaru jadi kemungkinan ini asap kiriman," sebutnya.
Dampaknya, jarak pandang (visibility) di Pekanbaru sempat merosot hingga 4 kilometer pada pagi hari, sebelum akhirnya meningkat menjadi 6 kilometer menjelang siang seiring meningkatnya suhu udara.
Menanggapi paparan asap yang kian pekat, otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah dan tidak membakar saat kondisi cuaca panas seperti saat ini.
Hingga saat ini, pemantauan kualitas udara dan sebaran titik panas terus dilakukan secara berkala oleh tim satgas udara dan BMKG guna mengantisipasi memburuknya kondisi kabut asap di wilayah Riau. (why)




PEKANBARU - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Lonjakan karhutla di wilayah tetangga yaitu Kabupaten Pelalawan memicu penurunan kualitas udara hingga mencapai level tidak sehat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 335 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Riau pada Minggu (23/8/2026). Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang terbesar dengan konsentrasi mencapai 216 titik panas.
Forecaster BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyebut, Ranti Kurniadi menyebut, arah angin yang berhembus konstan dari Tenggara membawa kabut asap kiriman dari Kabupaten Pelalawan langsung menuju pusat Kota Pekanbaru.
"Untuk arah angin bertiup dari tenggara hingga selatan menuju barat laut dan utara, sedangkan Pelalawan berada di sebelah tenggaranya Pekanbaru jadi kemungkinan ini asap kiriman," sebutnya.
Dampaknya, jarak pandang (visibility) di Pekanbaru sempat merosot hingga 4 kilometer pada pagi hari, sebelum akhirnya meningkat menjadi 6 kilometer menjelang siang seiring meningkatnya suhu udara.
Menanggapi paparan asap yang kian pekat, otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah dan tidak membakar saat kondisi cuaca panas seperti saat ini.
Hingga saat ini, pemantauan kualitas udara dan sebaran titik panas terus dilakukan secara berkala oleh tim satgas udara dan BMKG guna mengantisipasi memburuknya kondisi kabut asap di wilayah Riau. (why)