logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / LINGKUNGAN
335 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Asap Kiriman dari Pelalawan Bikin Kualitas Udara Pekanbaru Tak Sehat
Forecaster BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengamati data hotspot yang terjadi di Riau. (Foto: Wahyu/Pekanbaru)
335 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Asap Kiriman dari Pelalawan Bikin Kualitas Udara Pekanbaru Tak Sehat
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 11:34:28

PEKANBARU - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Lonjakan karhutla di wilayah tetangga yaitu Kabupaten Pelalawan memicu penurunan kualitas udara hingga mencapai level tidak sehat.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 335 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Riau pada Minggu (23/8/2026). Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang terbesar dengan konsentrasi mencapai 216 titik panas.

Forecaster BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyebut, Ranti Kurniadi menyebut, arah angin yang berhembus konstan dari Tenggara membawa kabut asap kiriman dari Kabupaten Pelalawan langsung menuju pusat Kota Pekanbaru.

iklan-view

"Untuk arah angin bertiup dari tenggara hingga selatan menuju barat laut dan utara, sedangkan Pelalawan berada di sebelah tenggaranya Pekanbaru jadi kemungkinan ini asap kiriman," sebutnya.

Dampaknya, jarak pandang (visibility) di Pekanbaru sempat merosot hingga 4 kilometer pada pagi hari, sebelum akhirnya meningkat menjadi 6 kilometer menjelang siang seiring meningkatnya suhu udara.

Menanggapi paparan asap yang kian pekat, otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah dan tidak membakar saat kondisi cuaca panas seperti saat ini.    

Hingga saat ini, pemantauan kualitas udara dan sebaran titik panas terus dilakukan secara berkala oleh tim satgas udara dan BMKG guna mengantisipasi memburuknya kondisi kabut asap di wilayah Riau. (why)

335 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Asap Kiriman dari Pelalawan Bikin Kualitas Udara Pekanbaru Tak Sehat
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 11:34:28
335 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Asap Kiriman dari Pelalawan Bikin Kualitas Udara Pekanbaru Tak Sehat
Forecaster BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengamati data hotspot yang terjadi di Riau. (Foto: Wahyu/Pekanbaru)

PEKANBARU - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Lonjakan karhutla di wilayah tetangga yaitu Kabupaten Pelalawan memicu penurunan kualitas udara hingga mencapai level tidak sehat.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 335 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Riau pada Minggu (23/8/2026). Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang terbesar dengan konsentrasi mencapai 216 titik panas.

Forecaster BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyebut, Ranti Kurniadi menyebut, arah angin yang berhembus konstan dari Tenggara membawa kabut asap kiriman dari Kabupaten Pelalawan langsung menuju pusat Kota Pekanbaru.

"Untuk arah angin bertiup dari tenggara hingga selatan menuju barat laut dan utara, sedangkan Pelalawan berada di sebelah tenggaranya Pekanbaru jadi kemungkinan ini asap kiriman," sebutnya.

Dampaknya, jarak pandang (visibility) di Pekanbaru sempat merosot hingga 4 kilometer pada pagi hari, sebelum akhirnya meningkat menjadi 6 kilometer menjelang siang seiring meningkatnya suhu udara.

Menanggapi paparan asap yang kian pekat, otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah dan tidak membakar saat kondisi cuaca panas seperti saat ini.    

Hingga saat ini, pemantauan kualitas udara dan sebaran titik panas terus dilakukan secara berkala oleh tim satgas udara dan BMKG guna mengantisipasi memburuknya kondisi kabut asap di wilayah Riau. (why)